The Unsung Heroes, KSAU Ungkapkan Apresiasi Tertinggi kepada Seluruh Tenaga Kesehatan TNI AU

0

MYLESAT.COM – When I look back at my service in the Army Nurse Corps, it was like being a butterfly released from a chrysalis. I joined to serve my country. Instead my country served me. It opened a new world to a self-conscious, small town girl and made her feel as though she mattered.”

“Ketika mengenang kembali masa penugasan di Korps Perawat Angkatan Darat, rasanya seperti kupu-kupu yang dilepaskan dari kepompong. Saya bergabung untuk mengabdi kepada negara. Sebaliknya negara melayani saya. Itu membuka dunia baru bagi seorang gadis kota kecil yang sadar diri dan membuatnya merasa seolah-olah dia penting.”

Ungkapan ini menjadi pembuka tulisan dengan judul “History of Military Nurses in World War II” di laman americannursinghistory.org. Menyusul invasi Jepang di Pearl Harbor 1941, kebutuhan tenaga perawat (kesehatan, Nakes) melonjak drastis di lingkungan US Army.

Poster yang mendorong wanita untuk mendaftar di korps perawat US Army.

Ketika Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II setelah pemboman Pearl Harbor pada 7 Desember 1941, kurang dari 7.000 perawat Angkatan Darat (US Army) yang bertugas aktif. Sementara ada 1.700 perawat di Angkatan Laut, baik tugas aktif maupun cadangan.

Namun pada akhir perang, jumlahnya meningkat tajam menjadi lebih dari 59.000 perawat US Army dan 14.000 perawat Angkatan Laut.

Para Nakes ini mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan prajurit yang terluka. Medan pengabdian mereka justru berada di dekat garis depan pertempuran.

Tak lama setelah pesawat-pesawat Jepang meninggalkan Pearl Harbor yang hancur lebur, para Nakes merawat para korban dan menyelamatkan nyawa prajurit atau yang harus kehilangan anggota tubuhnya. Hanya mereka sang penyelamat saat itu.

Dalam chain of evacuation yang ditetapkan Departemen Medis Angkatan Darat AS selama perang, perawat bertugas di tengah hujan tembakan. Selain rumah sakit permanen, Angkatan Darat AS juga mendirikan rumah sakit lapangan (field hospitals), hospital trains, hospital ships, di mana para perawat melaksanakan tugasnya penuh pengabdian. Termasuk sebagai perawat di pesawat angkut medis.

Perawat tentara ditugaskan ke kapal dan kereta rumah sakit, ambulan terbang, rumah sakit lapangan, tempat evakuasi, stasiun, dan rumah sakit umum di dalam maupun luar negeri.

Dari sini kita tahu, bahwa selama Perang Pasifik sebagai palagan lanjutan bagi AS setelah Perang Eropa, Amerika Serikat tidak hanya memobilisasi puluhan ribuan pasukan tapi juga mengerahkan ribuan tenaga kesehatan.

TNI AU mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam perang melawan Covid-19. Foto: Dispenau

Mereka memang tidak mengangkat bedil atau membunuh musuh, tapi mereka lah yang menyelamatkan ribuan tentara AS di medan pertempuran yang ganas.

Sebagian dari mereka juga banyak yang gugur dalam pertempuran. Seperti ditulis The Pittsburgh Press yang terbit di Pennsylvania pada 5 Maret 1944, menyebutkan nama lima perawat US Army yang gugur saat rumah sakit tempat mereka bertugas di Anzio Beachhead di Italia, dibom pada 7 – 10 Februari 1944.

Dalam palagan yang berbeda, bukan suasana perang, ancaman yang sama juga dialami para Nakes di tanah air saat ini.

“Perang” melawan pandemi Covid-19 telah menempatkan para tenaga kesehatan di garda terdepan. Hanya mereka yang terlatih dalam menghadapi war of humanity ini, bukan kita kebanyakan. Pun beberapa di antara mereka, telah gugur sebagai kesuma bangsa.

Berempati dengan apa yang dirasakan Nakes, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sampai menggelorakan slogan pembakar semangat di akun instagram Puspen TNI @puspentni. “Kita berperang secara semesta, seluruh komponen bangsa harus berperan melawan Covid-19”.

Presiden Joko Widodo sendiri telah memberikan penghormatan tertinggi kepada para Nakes. Maknanya tentu, jangan biarkan mereka sendiri.

TNI sendiri mengerahkan ribuan tenaga kesehatan untuk mempercepat program vaksinasi. Semua sumber daya yang dimiliki, termasuk yang masih dalam pendidikan atau baru lulus pendidikan, langsung diterjunkan ke medan “pertempuran”.

Dengan melihat fakta saat ini, tidak berlebihan jika KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan perhatian yang sangat besar kepada para tenaga kesehatan TNI AU. Ribuan Nakes TNI AU telah dan terus bekerja keras menghadang gerak maju penyebaran Covid-19 di tanah air.

Dari catatan yang ada, tercatat 1.228 tenaga kesehatan TNI AU dilibatkan dalam blitzkrieg penanganan Covid-19 ini. Mereka tersebar di seluruh pangkalan udara dan satuan kerja di lingkungan TNI AU, dari Sabang sampai Merauke.

Hingga 19 Juli 2021, para Nakes TNI AU telah melakukan vaksinasi terhadap 294.043 warga masyarakat.

Selain gencar melaksanakan vaksinasi massal, Nakes TNI AU juga melayani dan merawat  keluarga besar TNI AU dan warga masyarakat yang terpapar Covid-19.

Itu sebabnya jika kemudian KSAU langsung memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh jajarannya, terkhusus seluruh tenaga kesehatan TNI AU.

Ungkapan dan pemberian penghargaan ini, selalu disampaikan Marsekal Fadjar saat mengunjungi tempat penyelenggaraan vaksinasi di jajaran TNI AU.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo memberikan dorongan moril kepada Nakes TNI AU. Foto: Dispenau

“Tenaga kesehatan TNI AU merupakan garda terdepan dalam memerangi Covid-19, mereka layak disebut sebagai pahlawan kesehatan, pahlawan kemanusiaan, dan pahlawan bangsa, karena pengabdian yang diberikan melebihi panggilan tugas. Untuk itu, mewakili seluruh keluarga besar TNI AU, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan TNI AU,” tutur KSAU.

Kepada seluruh Nakes, KSAU berpesan agar menjaga kesehatan dengan sebaik-baiknya. Apalagi para Nakes merupakan kelompok profesi yang paling rentan terpapar virus Corona. Setiap hari, mereka berinteraksi langsung dengan pasien Covid-19.

“Tetap jaga kesehatan dengan mentaati protokol kesehatan Covid-19 dan jangan lupa untuk selalu menjalankan pola hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan yang bergizi, vitamin dan nutrisi yang cukup untuk meningkatkan imun tubuh,” pinta KSAU Marsekal TNI Fajar Prasetyo.

The unsung heroes of the fight against the Corona virus: nurses & medical workers!

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply