Untuk Jamin Keselamatan, KSAU Resmikan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Wing 4 Lanud Atang Sendjaya

0

MYLESAT.COM – Bencana adalah ancaman yang bisa terjadi kapan dan dimanapun. Keselamatan pelayaran dan penerbangan yang melintas wilayah Indonesia, menjadi tanggung jawab negara untuk menjaminnya. Untuk itulah dibutuhkan kesiapsiagaan dan kelengkapan organisasi yang menggawangi misi mulia berupa pencarian dan pertolongan ini.

Guna memastikan keselamatan tersebut, pagi ini, Jumat (30/7/2021) KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo meresmikan Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan yang berada di bawah Wing 4 Lanud Atang Sendjaya, Bogor.

“Pada hari ini, Jumat, 30 Juli 2021 pukul 08.25 WIB, Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan saya nyatakan diresmikan,” ucap KSAU dalam upacara peresmian di depan hanggar Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan (Satud PP) di Bogor.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Kepala BNPP Marsdya TNI Henri Alfiandi, mengapit Komandan Satud PP Mayor Pnb Tatag Onne Setiawan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Turut hadir Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Marsdya TNI Henri Alfiandi.

Sebagai satuan baru, TNI AU memberikan kepercayaan kepada Mayor Pnb Tatag Onne Setiawan sebagai komandan. Mayor Tatag adalah alumni AAU 2004.

Dijelaskan KSAU, peresmian Satud PP merupakan tindak lanjut peraturan Panglima TNI No 5 tahun 2021 tentang organisasi dan tugas Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan Wing 4 Lanud Atang Sendjaya.

Secara khusus pembentukan satuan udara baru ini juga berawal dari inisiatif pimpinan TNI AU akan kebutuhan pengembangan organisasi guna melaksanakan tugas operasi udara khusus dalam bentuk operasi pencarian dan pertolongan (OPP). Tugas mulia ini tercantum di dalam doktri Swa Bhuana Paksa.

Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan berada di bawah Wing 4 Lanud Atang Sendjaya. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Sebagai negara kepulauan yang sangat luas, Indonesia menghubungkan dua benua dan dua samudera sehingga memberikan nilai strategis terhadap penerbangan dan pelayaran dunia,” ungkap Fadjar.

Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Begitu juga penerbangan yang melintas di wilayah udara Indonesia, karena menjadi jalur tercepat yang menghubungkan belahan bumi utara dan selatan.

Betul, posisi strategis ini memberikan keuntungan signifikan pada aspek ekonomi dan logistik. Namun di sisi lain, memberikan konsekuensi bahwa Indonesia harus bisa memberikan jaminan keselamatan bagi penerbangan dan pelayaran yang melintasi wilayahnya.

“Sebagai konsekuensi keuntungan geografis tersebut, kita dituntut untuk selalu siap memberikan rasa aman bagi setiap pelayaran dan penerbangan yang melintas. Guna menghindari dampak negatif dalam hubungan ekonomi dan politik Indonesia di mata internaisonal,” jelas KSAU.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo melihat helikopter AW139 milik Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Pencarian dan pertolongan merupakan tugas yang tidak ringan, terlebih dengan cakupan wilayah Indonesia yang sangat luas. Karena itu dibutuhkan sinergi antara TNI AU dengan kementerian dan lembaga lainnya khususnya BNPP.

“Untuk itulah diperlukan organisasi permanen yang mampu melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan, penyiapan alutsista serta melaksanakan pembinaan kemampuan dan profesionalisme SDM,” beber KSAU lagi.

“Inilah latar belakang pendirian Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan di bawah komando Wing 4 Lanud Atang Sendjaya,” ungkap Marsekal Fadjar.

KSAU berharap satuan udara baru ini dapat mendukung tugas operasi militer selain perang TNI di masa mendatang.

“Dengan diresmikannya Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan maka kita telah memilik satuan yang secara khsus mengoperasikan alutsista sekaligus membina profesionalisme personel untuk melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan secara taktis,” tambah KSAU.

Tentu untuk melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan atau SAR, dibutuhkan kelengkapan alutsista dan personel yang mengawakinya. Untuk itu, KSAU menegaskan bahwa secara bertahap akan dilengkapi.

Alutsista lain yang ditampilkan adalah pesawat tanpa awak Swiss Drone. Drone memiliki MTOW 35 kg dan terbang hingga ketinggian 3 km. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan diperkuat sejumlah helikopter yang selama ini sudah dioperasikan BNPP (Basarnas).

Pada saat diresmikan KSAU, ditampilkan helikopter AgustaWestland AW139 dan AS365 N3+ Dauphin. Juga Swiss Drone bermesin jet yang mampu terbang sejauh 40 kilometer.

“Saya ingin mengingatkan bahwa satuan ini memiliki tugas dan tujuan yang sangat mulia, karena terkait langsung dengan keselamatan jiwa manusia. Jaga amanah yang diberikan negara dengan sebaik-baiknya,” tegas Marsekal Fadjar Prasetyo.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply