Airbus Percepat Langkah dengan Siapkan Varian Kargo A350 F, Boeing Keteter

0

MYLESAT.COM – Terus maju, itulah filosofi yang dipegang Airbus meski dunia penerbangan dan ekonomi global tengah melambat. Pesawat A350 pun siap disulap menjadi versi kargo.

Airbus bergerak maju dengan rencana membangun versi kargo dari pesawat penumpang A350. Airbus berharap bisa memenangkan pangsa pasar all-cargo widebody yang telah lama didominasi pesaingnya Boeing.

Peluncuran A350F tidak mengejutkan, karena CEO Airbus Guillaume Faury pada April lalu menekankan keinginan badan pesawat Eropa untuk meningkatkan kehadirannya di segmen itu.

“Saya tidak suka gagasan (tetap) lemah di segmen itu di masa depan,” katanya. “Saya pikir kami memiliki produk yang tepat untuk dapat lebih agresif di pasar itu.”

Berbicara selama presentasi hasil semester pertama Airbus pada Kamis (29/7/2021), Faury mengonfirmasi dewan perusahaan menandatangani turunan A350 kargo sebagai tanggapan atas umpan balik pelanggan untuk peningkatan persaingan dan efisiensi di segmen pasar ini.

Airbus mengharapkan A350 versi kargo dapat memasuki pasar pada 2025, meskipun belum mengumumkan launch order.

A350 F akan menampilkan kemampuan muatan setidaknya “90 ton lebih” dan menjadi turunan dari A350-1000 yang lebih besar.

“Kami menggunakan block yang telah kami lakukan pada A350-1000 namun tidak hanya, dan juga pembelajaran, alat, cara kerja yang telah kami kembangkan baru-baru ini dengan Beluga XL,” katanya.

Airbus A350 XWB di Bandara Brandenburg Berlin di Jerman pada Juni 2016. Foto: avia-dejavu.net

Beluga XL adalah pesawat kargo terbesar Airbus yang dikembangkan berbasis A330-200. Airbus menggunakannya untuk membawa sayap dan komponen pesawat di seluruh lokasi pabrik di Eropa.

Tidak dijelaskan berapa banyak pesawat kargo berbadan lebar ini yang ingin dijual Airbus, atau pangsa pasar yang ingin ditangkap dengan A350F.

CEO Airbus Guillaume Faury hanya mengatakan bahwa tingkat produksi akan bergantung pada keberhasilan komersial dari program.

“Karena kesamaan A350-900 dan -1000, kami akan menempatkan versi kargo di jalur perakitan akhir versi penumpang A350. Jadi kami tidak merencanakan tingkat produksi individu untuk pesawat kargo,” ungkap Faury.

Airbus meningkatkan prospek karena kinerja yang kuat di paruh pertama. Airbus berhasil mengirimkan 297 pesawat ke berbagai pembeli. Rinciannya terdiri dari 21 pesawat A220, 237 keluarga A320, tujuh A330, 30 A350, dan dua A380.

Airbus saat ini mengharapkan untuk mengirimkan 600 pesawat komersial pada 2021, dibanding target sebelumnya setidaknya 566.

Mengumumkan hasil semester pertama sehari sebelumnya, Boeing mengatakan bahwa pihakanya mengirimkan 156 pesawat pada periode yang sama.

Faury menyebut pengiriman 297 pesawat komersial dalam enam bulan pertama sebagai kejutan bagi perusahaan. Dia memperingatkan bahwa pencapaian sementara 300 atau lebih di kuartal pertama telah selesai, dan 300 lagi di babak kedua masih harus diselesaikan.

Airbus juga menggandakan target pendapatan operasional setahun penuh, menjadi Euro 4 miliar (4,7 miliar dolar AS).

Sementara pada Kamis, maskapai penerbangan Jerman Condor mengumumkan rencana untuk menambah 16 armada A330neo.

Perusahaan, yang minggu ini menerima persetujuan Komisi Eropa untuk bantuan keuangan 619,42 juta dolar dari pemerintah Jerman, mengatakan akan membeli tujuh A330 dan menyewa sembilan lainnya.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply