Bawa 26 WNI dari Afghanistan, B737 A-7305 TNI AU Mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma Pada Dini Hari

0

MYLESAT.COM – Dini hari Sabtu (21/8/2021) pukul 03.05 WIB, pesawat Boeing B737-400 A-7305 Skadron Udara 17 TNI AU, mendarat dengan selamat di Lanud Halim Perdanakusuma setelah menempuh penerbangan panjang dari Islamabad, Pakistan untuk mengevakuasi 26 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Kabul, Afghanistan.

Kedatangan pesawat yang melaksanakan misi kemanusiaan ini, disambut haru sekaligus bangga oleh Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Pesawat bertolak secara silent dari Lanud Halim Perdanakusuma pada Rabu (18/8/2021), sekitar pukul 05.55 WIB. Pemberangkatan misi kemanusiaan dengan callsign “Kencana Zero Fourpagi itu adalah Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi. Di dalamnya ikut serta Satgas dan Tim Evakuasi.

Menlu Retno L Marsudi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat memberikan konferensi pers. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Perjalanan menuju Islamabad ditempuh dengan waktu penerbangan selama 17 Jam, melalui Banda Aceh, Kolombo (Srilangka), Karachi (Pakistan) dan mendarat di Islamabad (Pakistan) pukul 15.13 UTC atau pukul 20.13 waktu Islamabad.

Karena itu kepulangan pesawat dini hari ini melegakan semua pihak setelah situasi di Kabul, Ibukota Afghanistan, tidak terkendali.

Dalam misi evakuasi ini, TNI AU menugaskan 13 personel Skadron Udara 17. Enam orang di antaranya adalah penerbang.

Sementara untuk pengamanan pesawat, melibatkan enam personel dari Satuan Bravo 90 Paskhas dipimpin Kapten Pas Galih Pintohugroho. Anggota Satgas lainnya berasal dari BIN, Bais, Koopsus TNI, dan Kementerian Luar Negeri.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden sempat terkejut melihat kecepatan Taliban merebut Afghanistan. Pada Minggu (15/8/2021), Taliban dilaporkan telah memasuki Kabul.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memilih meninggalkan negerinya, yang katanya demi menghindari perpecahan lebih jauh.

Proses boarding WNI di Kabul dilaksanakan secara cepat, sesuai tenggat waktu yang diberikan otoritas NATO. Foto: Skadron Udara 17

Kejatuhan Afghanistan ke tangan Taliban menimbulkan trauma bagi warga Afghanistan. Karena itu, ribuan warga dalam waktu singkat berupaya meninggalkan negerinya. Termasuk warga asing seperti WNI.

Dengan melihat situasi di Afghanistan ini, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjemput WNI dengan menerbangkan pesawat B737 TNI AU.

Mayor Pnb Mulyohadi, salah satu penerbang menceritakan, dirinya mendapatkan perintah pada 16 Agustus 2021 malam. Isi perintah adalah untuk segera menyiapkan rencana pergerakan pesawat Boeing 737-400 Skadron Udara 17 ke Afganistan.

“Kami menerima perintah pada Senin, 16 Agustus 2021 malam pukul 21.00 WIB, dan rencana pergerakan diselesaikan malam itu juga sekira pukul 02.00 WIB. Hari berikutnya, Selasa, 17 Agustus 2021, personel yang telah ditunjuk melaksanakan rapat bersama dengan Satgas dan Tim Evakuasi lainnya di Hotel Westin,” ujarnya sesaat setelah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma.

Pada rapat tersebut diputuskan bahwa pesawat akan melaksanakan evakuasi berangkat ke Islamabad, Pakistan hari Rabu, 18 Agustus 2021 pada pukul 06.00 WIB.

Boarding WNI di Kabul, terlihat Dantim Satbravo Kapten Pas Galih Pintohugroho mengawasi dari samping. Foto: Skadron Udara 17

Dipilihnya Islamabad sebagai pangkalan aju evakuasi berdasarkan berbagai pertimbangan. Khususnya faktor keamanan di Kabul, Afganistan. Sehingga Boeing 737-400 diberangkatkan ke Islamabad sebelum melaksanakan evakuasi ke Bandara Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan.

Dalam penerbangan rahasia Rabu pagi itu dari Lanud Halim Perdanakusuma, pesawat berangkat dengan mengambil rute Halim Perdanakusuma – Banda Aceh – Kolombo – Karachi – Islamabad.

Di perhentian terakhir ini, Tim Satgas Evakuasi WNI menunggu semalam sampai keluarnya security clearance untuk masuk ke Bandara Hamid Karzai di Kabul pada 19 Agustus 2021. Karena terjadi kekosongan pemerintahan di Afghanistan, security clearance dikeluarkan oleh NATO.

Namun karena situasi yang tidak menentu, rencana evakuasi baru berhasil dilaksanakan pada keesokan harinya.

Setelah mendapatkan data-data lengkap kondisi Bandara Hamid Karzai, diputuskan pesawat berangkat dari Islamabad pada hari Jumat (20/8/2021) dini hari. Dengan harapan bandara sepi dan tidak ada eskalasi massa.

Pesawat lepas landas dari Islamabad pukul 04.33 dini hari waktu setempat menuju Bandara Hamid Karzai.

Tantangan lain yang dihadapi awak pesawat adalah kondisi bandara yang dikelilingi pegunungan dan banyaknya fasilitas bandara tidak berfungsi secara optimal.

“Saat pelaksanaan evakuasi, medan Afghanistan yang merupakan kota yang dikelilingi pegunungan dengan elevasi runway 5.877 kaki di atas permukaan laut, ditambah fasilitas alat bantu navigasi bandara (ILS, VOR), night facilities dan air traffic service tidak berfungsi maksimal, mengakibatkan awak pesawat menghadapi tantangan yang sangat berat saat approach ke Bandara Hamid Karzai,” urai Mayor Mulyohadi.

Tantangan lain yang dihadapi para awak pesawat adalah saat mengidentifikasi runway, karena matahari belum terbit dan lampu runway tidak menyala seluruhnya.

Menlu Retno L Marsudi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo, dan Ka Bais Letjen TNI Joni Supriyanto di ruang VIP Lanud Halim. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Prosedur approach yang secara visual dan menghindari pegunungan, membuat landing di Kabul menjadi tantangan paling utama bagi seluruh awak pesawat A-7305,” tambah Letkol Pnb Ludwig Bayu.

Setelah mendarat di Bandara Hamid Karzai di Kabul, proses evakuasi segera dilaksanakan secepat mungkin. NATO selaku otoritas di bandara Kabul saat ini memberikan batas waktu.

Situasi bandara relatif aman dan pesawat TNI AU didaratkan di sisi bandara yang dijaga pasukan NATO. Pasukan yang menjaga di sekitar B737 A-7305 adalah dari militer Turki. “Kami langsung berkoordinasi dengan pasukan Turki begitu mendarat,” kata Kapten Pas Galih Pintohugroho

Sekitar 2 jam, seluruh proses boarding WNI selesai dilaksanakan.

Mengingat keterbatasan kapasitas pesawat, tidak semua barang bawaan WNI dapat diangkut ke dalam pesawat.

Demi keselamatan, barang bawaan dibatasi hanya hand luggage saja, sehingga koper dan barang berat lainnya terpaksa ditinggal di tempat.

Akhirnya Boeing 737-400 berhasil mengevakuasi 26 WNI serta lima warga negara Filipina dan dua Afghanistan. Soal warga negara asing ini, Menlu Retno Marsudi menyampaikan bahwa keikutsertaan mereka atas permintaan resmi dari negara masing-masing.

Pesawat berangkat dari Kabul pada pukul 02.19 UTC menuju Islamabad.

Dari Islamabad, pesawat lepas landas pada pukul 23.33 UTC menuju tanah air melalui Karachi, Kolombo, Banda Aceh dan pada pukul 03.05 WIB mendarat sempurna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Setelah dilaksanakannya konferensi press oleh Menlu dan Panglima TNI, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo menemui keseluruhan kru pesawat dan anggota Bravo.

Kepada seluruh anggota Satgas, KSAU memberikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan melaksanakan tugas negara yang sangat mulia dengan aman dan selamat.

“Saya bangga kepada kalian,” ujar KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

Daftar Kru B737-400 A-7305:
1. Letkol Pnb Ludwig Bayu
2. Mayor Pnb Mulyohadi
3. Kapten Pnb Sang Made K.Y
4. Kapten Pnb Prayuda
5. Lettu Pnb Priandaru
6. Lettu Pnb Andhika
7. Lettu Tek Suparno
8. Lettu Lek Aditya Raka
9. Serka Sigit Prawiro
10. Serka Ryan Agieta
11. Serka Priyan Wahyu
12. Sertu Riswantoro
13 Pratu Erwan

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply