MYLESAT.COM – Setelah menempuh penerbangan selama 17 jam, pesawat Airbus A330-900 Neo Garuda Indonesia mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (3/3/2022) sekitar pukul 17.15 WIB. Pesawat membawa misi kemanusian untuk menjemput 80 warga negara Indonesia dan tiga warga negara asing yang meninggalkan Ukraina setelah dilanda perang.
Kedatangan pesawat Garuda Indonesia ini disambut Menteri Luar negeri Retno Marsudi dan Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI M. Herindra di VIP Room Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.
“Pesawat Garuda Indonesia yang membawa pulang warga negara Indonesia dari Ukraina telah mendarat. Delapan puluu warga negara Indonesia dan tiga warga negara asing yang merupakan keluarga dari WNI berada di dalam rombongan,” ungkap Retno saat memberikan keterangan pers dan disiarkan YouTube Kemenlu RI.
Poses evakuasi dilaksanakan sejak Selasa. Pesawat A330 Garuda lepas landas bersama tim gabungan evakuasi dari TNI sekitar pukul 18.40 WIB. Pesawat tiba di Bandara Henri Coanda di Bucharest, Rumania pada Rabu sore pukul 15.10 waktu setempat.
A330-900 Neo menggunakan mesin Rolls-Royce Trent 7.000 yang membuatnya mampu terbang sejauh 13.334 kilometer dan maksimal waktu tmepuh 14,5 jam tanpa henti.
Versi A330-900 Neo mempunyai ukuran badan lebih panjang sehingga dapat menampung antara 260 dan 300 kursi. Bahkan bisa diatur ulang untuk 440 kursi. Pesawat memiliki panjang 63,66 meter, lebar 5,64 meter, tinggi 16,79 meter dan memiliki rentang sayap 64 meter.
Sebelumnya, ratusan WNI sudah keluar dari Ukraina untuk menyelamatkan diri. Mereka dikumpulkan oleh pihak Kedutaan Besar RI di Rumania di Bucharest untuk dipulangkan ke Indonesia.
Setelah menunggu sekitar 5,5 jam, pesawat akhirnya mendapat clearance untuk kembali ke Jakarta dan lepas landas pukul 20.23 waktu setempat. Rute penerbangan yang ditempuh adalah Bucharest, Madinah, dan Jakarta.
Untuk menjemput WNI dari Ukraina ini, Mabes TNI berkoordinasi dengan Kemenhan untuk menyiapkan Satgas khusus beranggotakan 18 personel. Mereka berasal dari berbagai kesatuan di TNI.
Daftar Anggota Satgas:
- Kolonel (Mar) Profs D.G. Akbara, Asintel Dankoopsus TNI (koordinator)
- Kolonel (Kav) Dikdik Setiadi, Paban VIII/Opslugri Sops TNI (perwira penghubung)
- Letkol (Inf) Hanry Buchory, Pabandya B-41 Dit B Bais TNI (perwira intelijen)
- Mayor (Pas) Efendi Hermawan, Danden 902/Aksus Satbravo 90 Kopasgat (Dansatgas)
- Kapten (Pas) Galih Pintonugroho, Wadanden 902/Aksus Satbravo 90 Kopasgat (Dantim Pam 1)
- Serda Awaluddin, Bintara UDT Unit Bansus 21 Satbravo (anggota Pam 1)
- Serda Beny Kristian, Bintara Observer Unit 11 Satbravo (anggota Pam 1)
- Serda Nanda Ariyanto, Bintara Kesehatan Unit 12 Satbravo (anggota Pam 1)
- Kapten (Pas) Kurniawan Adi Subakti, Wadanden 901/Intel Satbravo 90 Kopasgat (Dantim Pam 2)
- Serda Lisa Widi Untoro, Bintara Teknik/Senjata Unit 11 Satbravo (anggota Pam 2)
- Serda Iman Tobroni, Bintara Teknik/Senjata Unit 21 Satbravo (anggota Pam 2)
- Serda Ribut Satria Wibawa, Bintara Tembak Mahir Satbravo ((anggota Pam 2)
- Letkol Ckm dr. Haryadi, Wakakes Kostrad (Katim Kesehatan)
- Lettu Kes dr. Syahputra Parlindungan, Kakes Skadron Udara 17 (tim kesehatan)
- Kapten Ckm Muhammad Aziz, Puskesad (perawat)
- Serka Devi Rostaria, Bintara Perawat Kesehatan Kosek IKN (perawat)
- Serka Rum Tatang Suhara, Bintara RS Marinir Cilandak (perawat)
- Serda Rum/W Kharesa Apridyta, Perawat Pelaksana ISU RSAL dr. Mintoharjo (perawat)