MYLESAT.COM – Angkatan Bersenjata Rusia telah melakukan 1.403 serangan udara di Ukraina sejak memulai invasi pada 24 Februari 2022. Total serangan udara ini diungkap juru bicara Kementerian Pertahanan Ukraina kepada media.
Pada Sabtu (19/3/2022), Kementerian Pertahanan Ukraina di Kiev mengakui bahwa mereka kehilangan akses ke Laut Azov untuk sementara karena pasukan Moskow telah memblokade akses di sekitar pelabuhan Laut Mariupol.
Pihak Rusia menyinggung sehari sebelumnya bahwa pasukannya telah memperketat pengawasan di sekitar Mariupol. Diperkirakan 80 persen rumah di kota itu telah rusak.
“Sejak awal konflik, musuh telah meluncurkan 291 serangan rudal, telah menggunakan 459 rudal darat, laut dan udara dan melakukan 1.403 serangan udara,” kata Kolonel Oleksandr Motuzyanyk, juru bicara Kemhan Ukraina.
Seperti dicatat, target darat utama pasukan Rusia adalah kota dan desa Ukraina, yaitu fasilitas infrastruktur industri, sekolah, rumah sakit, tempat suci sejarah dan keagamaan nasional, dan daerah pemukiman padat penduduk.
Selanjutnya, Ukraina menuduh pasukan Rusia mengebom sebuah teater tempat warga sipil berlindung di kota selatan Mariupol yang terkepung.
Wakil Walikota Sergei Orlov mengatakan kepada BBC bahwa antara 1.000 dan 1.200 orang telah mencari perlindungan di gedung itu.
Dia juga mencatat bahwa pasukan Rusia mencoba untuk melanjutkan serangan terhadap Ukraina, tetapi tidak berhasil.
Sementara kyivindependent.com mencatat, 56 orang tewas ketika pasukan Rusia membuka tembakan di panti jompo di Kreminna, sebuah kota di Oblast Luhansk pada 11 Maret, menurut Serhiy Hayday, gubernur setempat.
Moskow pada hari Sabtu mengatakan bahwa militernya telah menggunakan rudal hipersonik untuk pertama kalinya di Ukraina, guna menghancurkan tempat penyimpanan senjata di barat negara itu.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyerukan pembicaraan damai yang komprehensif dengan Moskow, dengan mengatakan Rusia akan membutuhkan generasi untuk pulih dari kerugian yang diderita selama perang.
Zelensky mengatakan Ukraina selalu menawarkan solusi untuk perdamaian dan menginginkan negosiasi yang berarti dan jujur tentang perdamaian dan keamanan, tanpa penundaan.