Terbang 36 jam, KC-46A Pegasus Buktikan Ketangguhan USAF Jalankan Misi Global

0

MYLESAT.COM – US Pease Air National Guard’s (ANG) 157th Air Refueling Wing membuktikan ketangguhan pesawat tanker anyar besutannya. Satuan ini berhasil melaksanakan misi penerbangan jarak jauh tanpa henti selama 36 jam bersama KC-46A Pegasus.

Pesawat buatan Boeing melaksanakan penerbangan dari New Hampshire kemudian melintasi Amerika Utara dan Samudra Pasifik, mengelilingi Guam, dan kembali ke pangkalannya.

Penerbangan ini menandai misi ketahanan terbang terpanjang US Air Mobility Command’s (AMC) sejauh ini, memamerkan konsep integrasi kekuatan total. Latihan melibatkan personel dari tugas aktif dan ANG dari Pease.

Komandan AMC Jenderal Mike Minihan mengatakan, bahwa misi yang diperpanjang ini adalah contoh lain dari penerbang yang mampu mengambil alih dan bergerak untuk mempercepat penggunaan KC-46A.

“Misi Total Force ini dengan berani menyoroti keharusan untuk berpikir secara berbeda, mengubah cara kita berbisnis, dan memberikan opsi kepada Joint Force,” jelasnya.

Sebagai bagian dari misi baru-baru ini, yang dilakukan antara 16 dan 17 November, sebuah pesawat KC-46A Pegasus dari Pangkalan Pease ANG di New Hampshire, terbang nonstop selama 36 jam dengan menempuh jarak sekitar 16.000 mil.

Pesawat terbang dari New Hampshire, melintasi Amerika Utara dan Samudra Pasifik, mengelilingi Guam, dan kembali ke pangkalannya.

Sepanjang misi, dilakukan monitor terhadap kinerja kru dalam mengumpulkan data kuantitatif, yang nantinya dapat digunakan untuk menganalisis dan menginformasikan proses pengambilan keputusan.

Selama penerbangan, pesawat melaksanakan pengisian bahan bakar di udara sebanyak tiga kali. Selain itu juga menunjukkan kemampuannya sejatinya dalam mendukung pengisian bahan bakar pesawat tempur F-22 Raptor yang dikerahkan di kawasan Pasifik.

Selain itu, awak pesawat menggunakan tautan komunikasi di pesawat KC-46A untuk berbagi informasi dengan pimpinan AMC selama penerbangan.

Awak udara juga menguji penggunaan jaringan aman dan tidak rahasia (secure and unclassified networks) pesawat KC-46A, serta sistem kesadaran situasional yang dapat digunakan dalam berbagai skenario.

“Pencapaian Pease dari misi ini adalah keberhasilan ketiga berturut-turut yang membuktikan keuletan KC-46A dalam membangun misi 22 jam dan 24 jam sebelumnya,” ungkap Letkol Joshua Renfro selaku pimpinan tim AMC KC-46A Cross-Functional.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply