Di Hadapan Senior PPAU, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo Update Rencana Modernisasi dan Peningkatan SDM TNI AU

0

MYLESAT.COM – “Satu-satunya yang pernah menolak kadatangan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu adalah PPAU (Perhimpunan Purnawirawan Angkatan Udara),” ujar Ketua Umum PPAU Marsekal (Pur) Djoko Suyanto tersenyum. Menurut mantan Menkopolhukam ini, dua kali ia tolak rencana kedatangan KSAU ke kantor PPAU.

Kenapa ditolak? Ternyata bukan karena ada persoalan, tapi sesuatu yang menakutkan tengah terjadi saat itu. Menurut Djoko Suyanto, pandemi Covid-19 yang tengah terjadi dua tahun kemarin, betul-betul membuat takut semua orang dan menimbulkan trauma.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo disambut Ketum PPAU Marsekal (Pur) Djoko Suyanto di kantor PPAU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Jadi sekarang saya membayar utang saya kepada KSAU dengan menerima beliau di sini (kantor PPAU),” kata mantan Panglima TNI ini. Ditambahkan Djoko, dengan telah dicabutnya PPKM dan pelonggaran aturan aktivitas sosial masyarakat, menjadikan pertemuan yang sangat penting ini bisa dilaksanakan.

“Kami sudah tua-tua, harus lebih hati-hati,” ucap Djoko Suyanto.

Maka pagi ini, Kamis (12/01/2023), KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo melakukan silaturahmi ke kantor pusat PPAU yang berada di jalan raya Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat ini, KSAU diterima oleh Ketum PPAU Djoko Suyanto, Ketua Dewan Penasihat Marsekal (Pur) Herman Prayitno, Ketua Badan Pengawas Pusat Marsda (Pur) Soni Rizani, Wakil Ketum 1 Marsdya (Pur) Wresniwiro dan beberapa pengurus lainnya.

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo didampingi Ketum PPAU Djoko Suyanto dan Ketua Bahatpus Marsekal (Pur) Herman Prayitno dalam forum diskusi. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sementara KSAU didampingi oleh Wakil KSAU Marsdya TNI Gustaf Brugman, Asrena KSAU Marsda TNI Elianto Susentio, dan Aspotdirga KSAU Marsda TNI Bowo Budiarto.

Baik KSAU maupun Ketum PPAU, saling berbagi informasi tentang organisasi masing-masing. Ketum PPAU memberikan highlight organisasi PPAU yang didirikan tahun 1998 ini. Di antara pendiri PPAU adalah Marsekal (Pur) Saleh Basarah, Marsekal (Pur) Ashadi Tjahjadi, Marsdya (Pur) Sri Mulyono Herlambang, dan Marsda (Pur) Wisnu Djayengminardo.

Pendirian PPAU tak lepas dari eforia politik pasca runtuhnya Orde Baru. Selain sebagai wadah berkumpul para purnawirawan TNI AU, pembentukannya juga dilandasi oleh keinginan untuk membantu rekan-rekan purnawirawan yang tersandung masalah politik Orde Lama.

Djoko Suyanto menyampaikan ajakannya kepada seluruh purnawirawan TNI AU untuk aktif membantu organisasi setelah tidak lagi berdinas. Diakuinya, regenerasi keanggotaan dan kepengurusan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi PPAU saat ini. “Dengan bantuan KSAU, kami berharap bisa lebih digaungkan lagi agar para purnawirawan segera bergabung dengan PPAU,” ungkap Djoko.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan highlight TNI AU hari ini dan rencana pengadaan alutsista di hadapan pengurus pusat PPAU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

PPAU akan menyambut 25 tahun kiprahnya pada Februari mendatang. Selain itu, Djoko Suyanto juga menyampaikan rencana pelaksanaan Munas PPAU pada medio Agustus dan September. “Kami berharap KSAU berkenan hadir sehingga bisa beramah tamah dengan anggota PPAU,” kata Djoko.

KSAU menyambut baik rencana ulang tahun dan munas yang akan dilaksanakan PPAU. KSAU menyampaikan apresiasinya dan berharap semua kegiatan yang direncanakan, bisa terlaksana dengan baik.

Terkait organisasi PPAU, KSAU menyampaikan dukungannya dengan memberikan perintah kepada semua pangkalan udara untuk membantu para purnawirawan di daerahnya masing-masing. Termasuk membantu setiap kegiatan PPAU cabang.

Ditambahkan Marsdya (Pur) Wresniwiro, saat ini sudah menjadi keputusan Mabesau untuk menyelenggarakan upacara militer bagi purnawirawan yang wafat. “Ini membanggakan dan menjadi harapan setiap purnawirawan bisa diupacarakan secara militer,” jelas Wresniwiro, penerbang OV-10 Bronco ini.

Kepada para senior dan sesepuh TNI AU, Marsekal Fadjar juga memberikan update kondisi TNI AU saat ini. Baik perkembangan organisasi maupun kesiapan alutsista dan rencana pengadaan alutsista baru.

Ketua Bawaspus Marsda (Pur) Soni Rizani memberikan masukan dalam forum diskusi KSAU dengan PPAU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Beberapa penekanan yang disampaikan KSAU adalah terkait pembentukan Koopsudnas, Kopasgat, pembentukan Pusat Bahasa TNI AU, rencana pemindahan Lanud Soewondo, kesiapan pesawat terbang, dan rencana pengadaan pesawat.

“Insya Allah bulan depan, kita akan menerima pesawat C-130J Hercules, semoga semua berjalan sesuai rencana,” ujar KSAU. Marsekal Fadjar kemudian memberikan update di antaranya tentang pengadaan pesawat Rafale, kedatangan dua pesawat transpor Falcon 7X dan 8X, dan rencana akusisi F-15EX Eagle II.

Tak kalah menariknya adalah ketika KSAU memberikan penjelasan tentang program peningkatan sumber daya manusia (SDM). Mendapat perhatian yang luas dari para purnawirawan.

Seperti diketahui, KSAU Marsekal Fadjar memberikan perhatian lebih dalam peningkatan SDM. Untuk penerbang tempur, dilakukan dengan mengirim penerbang mengikuti pendidikan FWIC (fighter weapon instructure course) di luar negeri.

Silaturahmi KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dengan pengurus pusat PPAU. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Karena terhitung mahal, Fadjar pun mengakalinya dengan mendatangkan instruktur ke dalam negeri. Informasi terakhir, TNI AU sudah mampu melaksanakan FWIC secara mandiri pada tahun lalu.

Hasil dari pendidikan ini diukur dalam pelaksanaan latihan bersama negara sahabat. Baik dengan Singapura, Malaysia, Australia, dan Amerika Serikat. Dalam Latma Pitch Black 22 di RAAF Base Darwin, Australia tahun lalu, TNI AU mengirim enam pesawat F-16 Fighting Falcon. Latma ini diikuti oleh 16 negara.

Marsekal (Pur) Herman Prayitno yang pernah jadi Dubes di Malaysia, memberikan masukan menyangkut kemampuan bahasa asing anggota TNI AU khususnya para perwira.

Soal ini juga menjadi atensi KSAU yang kemudian menginformasikan telah diresmikannya Pusat Bahasa TNI AU pada Agustus 2021. Pusbahasau membawahi Skadron Pendidikan 505. Pembentukan Pusbahasau diikuti pembekuan Sekolah Bahasa Inggris Teknik (SBIT) di Lanud Maragahayu.

Direncanakan pada pertengahan tahun, akan dilaksanakan Munas PPAU untuk memilih ketua umum yang baru. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Tanpa terasa, satu setengah jam berlalu dalam sebuah forum silaturahmi dan diskusi yang santai namun kondusif. Para senior di PPAU membagikan pengalaman pada eranya, dan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo beserta rombongan, menyerapnya dengan bijak sesuai tuntutan zaman kekinian.

Para senior TNI AU menitipkan harapan disertai optimisme untuk maju dan modern. “Angkatan udara itu spesifik dan unik, angkatan udara itu adalah komunitas internasional, sehingga kita harus masuk ke dalamnya (dengan high competency) untuk menjadi bagian dari mereka dan itu salah satu cara agar kita disegani,” tutur KSAU.

Swa Bhuana Paksa.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply