Setelah 48 Tahun Mengabdi, KSAU: “Dengan Berat Hati Kita Harus Mengucapkan Farewell kepada A-1312”

0

MYLESAT.COM – “Pesawat ini telah mencurahkan pengabdiannya kepada Bangsa selama kurun waktu 47 tahun, dan menjadi salah satu pesawat kebanggaan TNI AU,” ujar KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Ada rasa berat di hati, tentunya, ketika seorang Kepala Staf Angkatan Udara harus menghentikan pengoperasian sebuah pesawat terbang (alutsista). Namun perasaan itu harus dijelaskan oleh akal sehat, dengan pertimbangan rasional bahwa itulah keputusan terbaik yang harus diambil.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menuliskan kesannya di badan pesawat C-130B A-1312 usai penghentian pengoperasiannya secara resmi. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Keputusan grounded pesawat bukanlah aksi emosional. Sepenuhnya adalah atas pertimbangan teknis, yang di sisi lain jika tetap harus dioperasikan, akan berpotensi menimbulkan insiden dan aksiden.

Faktor-faktor itulah yang mendasari keluarnya keputusan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo untuk menghentikan pengoperasian pesawat angkut Lockheed Martin C-130B Hercules A-1312. Pada saat pensiun, A-1312 bertugas di jajaran Skadron Udara 32, Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Acara yang berlangsung di hanggar Skadron 32 ini, Jumat (13/01/2023), diberi judul “Tradisi Penghentian Operasi Pesawat C-130B Hercules A-1312”.

“Saya ingin menyampaikan bahwa tradisi ini adalah untuk mensyukuri rahmat dan karunia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah dicurahkan kepada segenap generasi keluarga besar TNI Angkatan Udara, utamanya melalui operasional salah satu pesawat bersejarah kebanggaan bangsa, yaitu C-130B Hercules A-1312,” ungkap KSAU.

Dijelaskan KSAU, pesawat ini telah dioperasikan TNI AU sejak tahun 1975. Persisnya sebanyak tiga unit C-130B, diterima TNI AU dari pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung Operasi Seroja di Timor Timur.

Masing-masing diberi registrasi A-1311, A-1312, dan A-1313. Pesawat hibah ini sebelumnya dilibatkan AU AS (USAF) dalam Perang Vietnam.

Pesawat C-130B Hercules A-1312 telah dioperasikan TNI AU sejak tahun 1975. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Tak lama setelah kedatangannya, A-1312 langsung dilibatkan dalam penerjunan pasukan lintas udara Satgas Nanggala V dari Kopassandha dan Brigif 18 Linud Kostrad sebagai pembuka Operasi Seroja untuk merebut Timtim pada 7 Desember 1975.

Dalam formasi sembilan pesawat yang dipimpin Letkol Pnb Suakadirul itu, A-1312 diterbangkan oleh Letkol O.H. Wello dengan posisi left wingman.

Setelah terlibat dalam Operasi Seroja yang membuat pesawat A-1312 tertembak, pengabdiannya tiada henti dalam berbagai bentuk operasi udara. dan kemanusian (civic mission)

“Setelah 47 tahun pengabdiannya, pesawat ini telah berjasa besar bagi negeri ini melalui TNI Angkatan Udara, dalam mendukung berbagai operasi militer perang maupun operasi militer selain perang di berbagai penjuru nusantara dengan aman dan selamat,” kata Marsekal Fadjar.

Di awal kedatangannya, C-130B Hercules A-1312 terlebih dahulu memperkuat Skadron Udara 31 dan kemudian dipindahkan Skadron Udara 32 setelah diaktifkan kembali pada 11 Juli 1981. Pesawat ini telah menjelajahi angkasa Indonesia dengan mengumpulkan puluhan ribu jam terbang.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menandatangani prasasti penghentian pengoperasian C-130B Hercules A-1312. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Namun akhirnya kita harus memahami bahwa setiap alutsista, khususnya pesawat terbang memiliki batasannya,” jelas KSAU. Batasan dimaksud KSAU berdasarkan parameter yang berlaku.

“Dengan habisnya usia Center Wing Box pesawat A-1312 yang telah mencapai 45.000 jam terbang, serta berbagai pemeliharaan yang telah dilaksanakan maka dengan berat hati pesawat kita harus mengucapkan farewell kepada A-1312,” urai KSAU.

Center Wing Box mengacu pada struktur pembawa beban utama sayap, yang membentuk pusat struktural sayap dan juga titik perlekatan untuk komponen sayap lainnya seperti sayap tepi depan, sayap tepi belakang, dan ujung sayap. Dengan kata lain, center wing box menjadi pusat pertemuan semua bagian sayap pesawat.

“Tradisi ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita, sebagai generasi penerus Angkatan Udara untuk senantiasa berjuang memberikan yang terbaik dalam menjawab panggilan tugas, seperti yang telah ditunjukkan oleh para senior dan pendahulu kita bersama pesawat Hercules A-1312,” ungkap KSAU.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan sambutan saat acara pelepasan A-1312. Foto: beny adrian/ mylesat.com

KSAU mengajak para hadirin yang hadir untuk merenungkan pengabdian panjang pesawat C-130B Hercules A-1312, yang menjadi salah satu bagian dari karakter TNI AU sebagai prajurit pengawal dirgantara Indonesia.

Tak lupa KSAU memberikan apresiasi kepada seluruh kru, teknisi, pendukung dan segenap jajaran yang telah terlibat dalam mengantarkan pesawat Hercules A-1312 ini sampai pada pengujung darma baktinya, dengan catatan yang sangat baik dan dengan sukses.

“Terima kasih A-1312,” ujar KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply