DSTA Singapura dan Saab Swedia Sepakat Kembangkan Multi–Role Combat Vessel

0

MYLESAT.COM – Badan Sains dan Teknologi Pertahanan Singapura (DSTA) dan Saab Swedia telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) saat Konferensi Tingkat Tinggi Teknologi Pertahanan Singapura pada 22 Maret 2023. Kemitraan ini akan membuat kedua organisasi bersama-sama mengimplementasikan inisiatif dalam tiga domain yaitu dukungan jangka panjang, pengembangan sumber daya manusia, dan teknologi cerdas.

Di bawah MoU ini, DSTA dan Saab akan bersama-sama mengembangkan dan mendesain Multi–Role Combat Vessel (MRCV) Angkatan Laut Singapura, memanfaatkan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan analitik data untuk mewujudkan konsep MRCV sebagai kapal yang sangat digital.

Melalui perjanjian kolaboratif ini, DSTA juga bertujuan untuk membina talenta lokal dalam desain kapal permukaan, teknologi angkatan laut dan digital.

Melalui keterikatan kerja dan magang dengan Saab, para insinyur dan sarjana DSTA akan mendapatkan kesempatan memperdalam kompetensi teknis mereka dan lebih baik dalam memfasilitasi pembangunan kemampuan dalam negeri di industri untuk melakukan perbaikan struktur komposit kapal dan perbaikan radar di masa depan.

Mats Wicksell, Wakil Presiden Senior dan Kepala Area Bisnis Saab Kockums, mengatakan, “Perjanjian ini merupakan hasil kerja sama selama bertahun-tahun antara Saab dan DSTA dan pengakuan atas keunggulan kompetitif kami di bidang teknologi yang sangat penting untuk masa depan. Kami menantikan kolaborasi yang lebih mendalam yang pasti akan menguntungkan kedua belah pihak,” katanya.

Sementara Chief Executive DSTA, Mervyn Tan, mengatakan, bahwa ini menandai awal dari kemitraan yang menarik dengan Saab. Selain menyiapkan panggung untuk bersama-sama menghadirkan MRCV canggih, terdigitalisasi, dan berbasis data, kemitraan ini akan membantu mempercepat pertumbuhan pengetahuan tidak hanya dalam desain kapal tetapi juga dalam teknologi yang memiliki signifikansi strategis seperti AI dan analisis data.

“Untuk tujuan ini, kemitraan ini akan mengarah pada jalur bakat yang lebih kuat di dalam negeri untuk para insinyur dan ahli teknologi pertahanan dengan pengalaman dunia nyata,” ujarnya.

Badan Sains dan Teknologi Pertahanan (DSTA) merupakan organisasi teknologi yang mendorong inovasi dan memberikan kemampuan canggih untuk menjadikan Angkatan Bersenjata Singapura sebagai kekuatan tempur yang tangguh.

Memanfaatkan dan mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi, para insinyur dan profesional TI memanfaatkan keahlian multidisiplin untuk membekali tentara dengan sistem canggih. DSTA juga menyumbangkan keahlian teknologinya untuk mendukung pembangunan nasional.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply