Gandakan Produksi Jet Tempur FA-50, Korea Aerospace Industries Siap Gempur Pasar Amerika Serikat

0

MYLESAT.COM – Korea Selatan sepertinya lagi dapat angin. Pabrikan pesawat tempur KAI (Korea Aerospace Industries) akan menggandakan kapasitas produksi untuk satu jenis pesawat FA-50 Golden Eagle. Keputusan ini menunjukkan bahwa KAI yakin akan masa depan platform jet tempurnya.

KAI baru saja merilis roadmap yang menunjukkan rencana untuk terus mengembangkan platform FA-50 di masa depan. Selain pasar Eropa, Asia, dan Timur Tengah, KAI juga mengincar Amerika Serikat sebagai pelanggan utama berikutnya.

Petinggi KAI optimis mereka akan dapat memperoleh kontrak besar dari Angkatan Udara AS dan Angkatan Laut AS hingga 500 pesawat FA-50. Meskipun Angkatan Udara AS sebelumnya memilih Boeing-Saab T-7A Red Hawk untuk program T-X, namun kabar baiknya adalah proyek ini terus mengalami penundaan dan pembengkakan biaya.

Angkatan Laut AS baru-baru ini merilis Permintaan Informasi (RFI) untuk program Undergraduate Jet Training System (UJTS) guna menggantikan pesawat latih McDonnell Douglas T-45 Goshawk yang sudah tua. Program UJTS sangat menekankan pada jadwal pengiriman, yang diyakini KAI akan dapat dipenuhi.

Pejabat KAI percaya akan mendapatkan kabar baik pada akhir 2025. Selain itu, Angkatan Udara AS memiliki kebutuhan 128 pesawat untuk program Advanced Tactical Trainer (ATT), dan Angkatan Laut AS memiliki kebutuhan 60-70 pesawat untuk program Tactical Surrogate Aircraft (TSA).

FA-50 adalah pesawat tempur ringan (LCA) yang diproduksi Korea Aerospace Industries (KAI) untuk Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF). Pesawat FA-50 dapat membawa beban senjata hingga 4,5 ton. Pesawat ini dapat dipersenjatai rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder, rudal taktis udara-ke-darat AGM-65 Maverick (AGM), GBU-38/B Joint Direct Attack Munitions (JDAM), CBU-105 Sensor Fused Weapon (SFW), bom Low Drag General Purpose (LDGP) Mk-82, dan Unit Bom Cluster (CBU).

Pesawat ini juga dilengkapi senjata penyembur Gatling 20mm tiga laras dan peluncur roket LAU-3/A 19-tabung 2,75 untuk menembakkan Roket Udara Sirip Lipat (FFAR).

Platform FA-50 akan diintegrasikan dengan pod penargetan elektro-optik canggih (ATP) Sniper dari Lockheed Martin.

FA-50 memiliki panjang 13,14 m, lebar 9,45 m, dan tinggi 4,82 m. Berat kosong pesawat ini adalah 6,47 ton. Pesawat ini dapat lepas landas dengan berat kotor maksimum 12,3 ton. Pembangkit listrik pesawat KAI FA-50 mengintegrasikan mesin turbofan General Electric F404-GE-102 yang menghasilkan daya dorong 17.700 lbf dengan afterburner.

Kinerja mesin dikendalikan oleh sistem kontrol mesin digital (FADEC) dengan otoritas penuh dua saluran. Bahan bakar dipasok dari tangki internal. Pesawat ini dapat membawa 568 liter bahan bakar tambahan di tangki bahan bakar eksternal.

Mesin memberikan kecepatan maksimum 1.837,5 km/jam (Mach 1,5). Kokpit tandem KAI FA-50 dapat membawa dua awak, dilengkapi bidang pandang yang luas HUD, MFD berwarna, HOTAS, dan kursi pelontar nol-nol (zero-zero ejection seat).

Indonesia, Filipina, Thailand dan menyusul Malaysia menjadi operator FA-50 Golden Eagle.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply