Empat Lagi Jet Tempur F-35 Perkuat Denmark, Separuh Armada Sudah Tiba Setelah Penundaan

0

MYLESAT.COM – Denmark menerima empat jet tempur F-35 Lightning II JSF tambahan pada Kamis (15/05/2025), sehingga lebih dari separuh armada pesawat siluman yang dipesan negara tersebut kini telah berada di wilayah .

Sebelumnya pengiriman sempat tertunda akibat kesulitan yang dialami pihak produsen, Lockheed Martin, dalam menerapkan pembaruan perangkat lunak pesawat tersebut.

Keempat jet bergabung dengan skadron tempur di Pangkalan Udara Skrydstrup setelah penerbangan pengiriman dari Lockheed Martin di Texas melalui Azores. Total F-35 yang kini berada di Denmark menjadi 15 unit, menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Denmark pada Jumat lalu.

Denmark memesan total 27 unit F-35, di mana enam di antaranya saat ini ditempatkan di Pangkalan Udara Luke di Arizona untuk keperluan pelatihan. Enam pesawat terakhir yang akan melengkapi pesanan dijadwalkan akan dikirim sebelum akhir 2026.

“Dengan kedatangan empat pesawat kemarin, kami telah mengambil langkah lebih lanjut dalam membangun kemampuan tempur pesawat F-35,” ujar Mayjen Jan Dam, Komandan Angkatan Udara Kerajaan Denmark.

Pengiriman F-35 oleh Lockheed Martin sempat tertunda tahun lalu karena masalah dalam pembaruan yang disebut Technology Refresh 3 (TR-3). Hal ini membuat Denmark harus mencari opsi alternatif agar dapat memenuhi target jadwal menempatan F-35 dan menambah jumlah armada yang ditempatkan di dalam negeri melebihi empat unit.

Hal tersebut pada akhirnya mendorong keputusan pada bulan Juni untuk membawa pulang pesawat pelatihan dari Amerika Serikat. Setelah Menteri Pertahanan harus memberitahu pemerintah tahun lalu bahwa keterlambatan pengiriman bisa berdampak pada pencapaian tonggak program F-35, “situasi kini terlihat berbeda,” menurut Kementerian Pertahanan.

Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen mengatakan kepada surat kabar bisnis Børsen pada Maret, ia ingin memesan lebih banyak jet F-35, meskipun sebelumnya muncul ketegangan akibat pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait wilayah otonom Denmark, Greenland.

Menteri menyatakan bahwa Denmark terlalu kecil untuk mengoperasikan beberapa jenis jet tempur sekaligus.

Angkatan Udara Denmark telah mulai menggunakan F-35 untuk menggantikan peran patroli udara yang sebelumnya diemban F-16 yang sudah menua.

Pada akhir Maret, jet-jet baru ini melaksanakan misi intersepsi pertama mereka dengan menghadang pesawat militer Rusia di atas Laut Baltik. Negara tersebut berencana untuk menghentikan penggunaan F-16 untuk pertahanan udara sepenuhnya pada akhir 2025.

Jet-jet F-35 Denmark juga turut ambil bagian dalam latihan NATO bertajuk Ramstein Flag yang berlangsung dari 31 Maret hingga 11 April. Ini merupakan partisipasi pertama Denmark dalam latihan besar internasional yang dilaksanakan dari Pangkalan Udara Skrydstrup.

Denmark telah berkomitmen untuk menyumbangkan pesawat F-16 kepada Ukraina sebagai bagian dari koalisi bersama Belanda dan Norwegia.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply