Catat Tanggalnya, TNI AU Akan Kembali Uji Pendaratan di Jalan Tol Jawa Timur

0

MYLESAT.COM – TNI AU kembali akan melaksanakan latihan pendaratan pesawat di jalan tol (highway strip). Latihan kali ini rencananya akan dilaksanakan di Jalan Tol Provinsi Jawa Timur sebagai runway alternatif.

Rencana itu disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. saat memimpin rapat pembahasan kesiapan pemanfaatan Jalan Tol di Provinsi Jawa Timur sebagai runway alternatif untuk mendukung operasi penerbangan TNI Angkatan Udara, Senin (10/8/2026).

Sebelumnya, TNI AU sukses melakukan uji coba pendaratan pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dan EMB-314 Super Tucano di Jalan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) segmen Lambu Kibang–Simpang Pematang, Lampung pada 11 Februari 2026.

Gagasan utamanya adalah kesiapan tempur tidak boleh bergantung pada satu pangkalan udara semata. Jika landasan utama rusak atau menjadi sasaran serangan, kemampuan pesawat untuk tetap beroperasi harus dipertahankan melalui highway strip atau landasan darurat dari ruas jalan yang telah dipersiapkan.

Sejumlah negara telah mengembangkan konsep highway strip, yakni memanfaatkan ruas jalan yang memenuhi persyaratan tertentu sebagai landasan darurat bagi pesawat militer. Singapura, misalnya, secara berkala menggelar latihan Emergency Runway Exercise dengan mengubah Lim Chu Kang Road menjadi landasan operasi pesawat tempur.

Indonesia kini mulai mengembangkan kemampuan serupa. Pada Februari 2026, TNI AU berhasil menguji pendaratan F-16 dan Super Tucano di ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Lampung.

Rapat yang dipimpin Wakasau membahas berbagai aspek yang diperlukan guna mendukung kelancaran rencana kegiatan, termasuk koordinasi dan sinergi antarsatuan serta dengan pihak terkait.

Wakasau menekankan agar seluruh unsur yang terlibat melaksanakan persiapan secara cermat dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan dalam setiap tahapan kegiatan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemampuan dan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara, khususnya dalam situasi kontijensi.

Jika kita pahami lebih jauh, konsep ini bukan sekadar soal mendaratkan pesawat di jalan raya melainkan tentang bagaimana sebuah negara mampu mempertahankan daya tempurnya dalam situasi darurat.

Semakin banyak pilihan tempat untuk mempertahankan kekuatan udara, semakin besar pula ketahanan dan fleksibilitas pertahanan negara.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply