300 Kilogram Beras Setiap Hari di Dapur Lapangan Posko Tanjung, Andalan Logistik Pengungsi Lombok

0

Tak lama setelah adzan subuh berkumandang di masjid yang berada di depan Koramil 1606-02/Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dapur lapangan pun langsung mengebul.

Dapur lapangan yang berada di Posko Tanjung ini dikelola oleh Detasemen Perbekalan dan Angkutan (Denbekang) IX Mataram, Bekang Kodam IX Udayana.

Dapur lapangan Bekang Kodam IX Udayana yang berada di depan Koramil 1606-02. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Dapur lapangan ini merupakan pusat logistik bagi pengungsi korban gempa Lombok di wilayah Lombok Utara. Sementara untuk wilayah Lombok Timur, dapur lapangan utama berada di Sembalun.

Dapur lapangan ini didirikan di halaman depan Koramil 1606-02/Tanjung. Dalam pantauan mylesat.com di lapangan, Koramil 1606-02 yang dibangun 1968 ini menjadi salah satu dari sedikit bangunan yang masih berdiri kokoh pasca gempa Lombok beberapa waktu lalu.

Koramil 1606-02 yang selamat dari gempa Lombok. Foto: Puspen TNI

Hanya ada sedikit retak di dinding bagian dalam, yang panjangnya sekitar 50 cm. Beberapa pejabat Mabes TNI yang melihat kondisi bangunan Koramil 1606-02, mengaku takjub.

Mereka mengagumi konstruksi bangunan Koramil 1606-02 yang bisa menahan guncangan gempa yang mencapai 7,2 SR.

Koramil 1606-02 dipimpin Kapten Inf A.A. Gede Rai Budiana yang menjabat Danramil sejak 1 September 2017. Kapten Gede membawahi 20 anggota yang terdiri dari 13 Babinsa, dua PNS, dan empat staf.

Nasi yang siap untuk disantap bersama. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Koramil 1606-02/Tanjung membawahi dua kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung dengan delapan desa dan Kecamatan Pemenang dengan lima desa.

Bangunan belakang Koramil dijadikan posko logistik. Setiap saat ada saja warga yang datang meminta sembako untuk kebutuhan keluarganya.

Selain meminta sembako, warga dan para relawan juga diuntungkan dengan berdirinya dapur lapangan Denbekang IX, Bekang Kodam IX Udayana.

Ibu Nanny Hadi Tjahjanto saat mengecek dapur lapangan di Koramil 1606-02. Foto: Puspen TNI

Menurut salah seorang anggota dapur lapangan yang ditemui, dapur ini sudah berdiri sehari setelah gempa mengguncang Lombok pada 29 Juli 2018. “Saat itu masih dikelola anggota sini dan dari Korem,” ujarnya.

Ketika kemudian gempa lebih hebat mengguncang Lombok, kerusakan yang ditimbulkan pun semakin massif. Sehingga dapur lapangan inipun ditingkatkan statusnya. Personel tambahan lantas dikirim dari Kodam IX Udayana.

“Sehari kami masak sekitar 300 kg beras, masak tiga kali sehari dari pagi, siang, dan sore,” ujar anggota yang lain.

Bahan baku yang siap diolah menjadi makanan untuk pengungsi dan relawan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Siapapun boleh ambil makan di sini selama masih ada, silahkan ambil,” katanya lagi sambil memotong kacang panjang. Dapur lapangan yang tergelar sejak 30 Juli 2018 ini menjadi pusat logistik pertama di wilayah Lombok Utara.

Jika ditotal, ada lima tenda dapur lapangan yang digelar TNI di Lombok Utara dengan dapur pusat berada di Posko Tanjung ini. Sementara di Lombok Timur juga didirikan dapur pusat di Sembalun.

Dapur lapangan pusat di Tanjung ini dipimpin oleh Mayor Romdon.

Saat kunjungan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang mendampingi Presiden Joko Widodo saat menemui pengungsi (13-14/9/2018) di Kecamatan Tanjung, kekuatan personel di dapur pun ditambah.

“Ini bantuan sayuran dari Ibu Panglima,” ujar Mayor Pardiono (kiri). Foto: beny adrian/ mylesat.com

Seperti Mayor Pardiono dan beberapa anggota, dikirim dari Posko Sembalun untuk membantu dapur lapangan di Posko Tanjung.

Selang beberapa jam sebelum kedatangan Presiden Jokowi, dapur lapangan Denbekang IX Bekang Kodam IX Udayana ini juga dikunjungi oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto.

Saat mengunjungi dapur, Ibu Nanny mendapat hidangan mie dan telur. “Ibu Panglima awalnya makan mie sama telur, kemudian Ibu Panglima langsung belanja sayuran,” ujar Mayor Pardiono yang mengaku menerima dukungan logistik dari Ibu Panglima TNI untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur lapangan.

“Ibu Panglima bawa bantuan sayuran karena sayuran agak susah, kalau ayam ke Mataram. Tapi kalau telur dan mie masih banyak di sini,” urai Pardiono lagi.

Mau bikin kopi atau mie rebus, tinggal minta air panas di dapur lapangan. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Masih menurut Pardiono, mereka terbuka menerima bantuan bahan baku dari siapapun. “Kami terima barang saja, ada barang kami kelola, kalau belanja sendiri kami kewalahan, kalau terima uang juga bingung gimana belanjanya,” katanya lagi.

Ditambahkan anggota yang lain, dapur lapangan Denbekang IX Bekang Kodam IX Udayana betul-betul menjadi andalan di Posko Tanjung.

Menurutnya, dapur lapangan yang lain seperti dari kementerian hanya bertahan beberapa hari saja lalu bubar.

“Dapur ini akan digelar sampai tanggap darurat selesai sesuai perintah Panglima TNI,” ucapnya.

 

Teks: beny adrian

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply