MYLESAT.COM – Jika boleh agak lebay, bisa jadi kunjungan kerja KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo hari ini, Rabu (26/8) ke Skadron Pendidikan (Skadik) 105 Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karier Wara (Wanita Angkatan Udara) di Kaliurang, Yogyakarta menjadi kunker bersejarah.
“Ini kunjungan KSAU pertama ke Skadik 105,” ujar Komandan Skadik 105 Letkol Krisma haru.
Namun jika melihat sejarah kunker KSAU, sebenarnya sudah ada kunjungan sebelumnya seperti pernah dilakukan KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat. Namun mungkin karena excited, begitulah reaksi spontan Komandan Skadik.
Skadik yang berada persis di kaki Gunung Merapi yang begitu indah sekaligus menawarkan udara dingin ini, bertanggung jawab mendidik calon bintara Wara.
Hanya saja pada saat dikunjungi KSAU, sedang tidak ada siswa calon Wara. Karena saat ini sedang dalam tahap seleksi. “Nanti pendidikan akan dimulai bulan November,” ujar Marsekal Fadjar.
Fadjar mengakui bahwa salah satu program yang akan dijalankannya selama menjadi KSAU adalah, menata dan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan (Lemdik) di lingkungan TNI AU.
“Baru menjabat 3 bulan sebagai KSAU, banyak yang sudah saya kunjungi khususnya Lemdik karena itu awal SDM kita, saya memberi perhatian sekuat tenaga meskipun banyak keterbatasan. Namun saya datang ke sini bisa berbesar hati karena banyak yang sudah dikerjakan khususnya menghadapi masuknya siswa Wara baru pada November 2020,” beber KSAU.
Saat ini sedang dilaksanakan perbaikan dan pembangunan sejumlah sarana pembinaan fisik seperti lapangan halang rintang. Letkol Krisma juga meminta kepada KSAU untuk dibangunkan gedung yang sekaligus bisa digunakan sebagai sarana olah raga dalam ruangan.
Didampingi Komandan Kodiklatau Marsda TNI Tatang Herlyansyah dan Komandan Skadik 105, Marsekal Fadjar dibawa berkeliling ke sejumlah ruangan sebagai bagian dari Skadik 105 yang berdiri di lahan seluas 5 hektar ini.
Seperti ruang tidur, ruang belajar, dapur, dan kamar mandi. Saat di kamar mandi, KSAU terlihat spontan ngecek saluran air dengan menyalakan kran.
Dalam sambutan singkatnya, KSAU berpesan kepada seluruh anggota Skadik 105 untuk memberikan pembinaan yang terbaik kepada calon bintara Wara ini.
“Didik dan bina dengan baik, fasilitas yang ada kita perhatian dan yang rusak akan kita perbaiki,” kata KSAU.
Proses pendidikan calon Wara di Skadik 105 sempat beberapa kali terganggu akibat letusan Gunung Merapi. Dalam kondisi rawan letusan, pendidikan dipindahkan ke Lanud Adi Sumarmo di Solo.
Marsekal Fadjar juga memberikan penekanan dalam penyiapan metode pembelajaran.
“Metode pembelajaran yang kira-kira sudah harus direvisi, tolong revisi dan yang sudah tidak relevan tolong ditingkatkan, kalau ada hal-hal baru tolong dikenalkan. Kita jangan kolot lagi karena kita menyiapkan mereka untuk berdinas rata-rata 30 tahun ke depan,” harap KSAU.
Seperti saat mengunjungi Depohar 50 di Solo, Fadjar juga berjanji akan memberikan perhatian kepada Skadik 105. “Saya akan datang lagi nanti ya apabila siswa sudah masuk,” jelas KSAU.