MYLESAT.COM – Setelah didera kecelakaaan fatal yang menewaskan enam anggota Angkatan Udara Filipina (PAF), semua helikopter Sikorsky S-70i Black Hawk yang dioperasikan dinyatakan grounded untuk sementara waktu.
Baca Juga:
- 6 Tewas Setelah Helikopter S-70i Black Hawk Angkatan Udara Filipina Jatuh di Capas
- Helikopter Cougar Keempat Turki Jatuh, 11 Tewas Termasuk Seorang Letnan Jenderal
- Langsung Nyodok, AS Akan Jual Jet Tempur F-16 Block 70/72 Plus Rudal AGM-84L-1 dan AIM-9X untuk Filipina
Keputusan itu disampaikan Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana yang memerintahkan penghentian operasi armada helikopter Black Hawk Angkatan Udara Filipina.
Helikopter serba guna S-70i Black Hawk diilaporkan jatuh pada Rabu, 23 Juni 2021 saat melaksanakan latihan penerbangan.
Menurut pernyataan media dari Colonel Jesus Villamor Air Base yang dirilis sehari kemudian, helikopter dari 205th Tactical Helicopter Wing itu mengalami kecelakaan beberapa mil dari Colonel Ernesto Rabina Air Base di Capas, Tarlac.
Kecelakaan yang terjadi selama latihan terbang malam di sebuah provinsi di utara ibu kota Manila.
“Kami di Departemen Pertahanan Nasional menyampaikan simpati terdalam kepada keluarga dari tiga pilot dan tiga awak helikopter S-70i Black Hawk yang tewas ketika pesawat jatuh di sekitar Crow Valley dekat Pangkalan Clark, Pampanga, setelah melakukan penerbangan profisiensi malam,” ujar Lorenzana.
Juru bicara Angkatan Udara Filipina Letkol Maynard Mariano dikutip Kantor Berita Filipina mengatakan, helikopter milik 205th Tactical Helicopter Wing.
Menurut PAF, latihan kecakapan terbang malam dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pilot dan awak pesawat.
Kecelakaan itu saat ini sedang diselidiki dan semua helikopter utilitas tempur S-70i Black Hawk akan tetap dikandangkan sampai selesai.
PAF mengatakan akan meluncurkan penyelidikan menyeluruh untuk menentukan keadaan insiden.
Helikopter S-70i Black Hawk adalah salah satu dari total 16 yang dibeli dari Polandia dalam kesepakatan senilai 241 juta dolar AS pada 2019.