Tujuh C-130H Hercules TNI AU Akan Gunakan Avionik Canggih Flight2 dari Collins Aerospace

0

MYLESAT.COM – Kontrak yang diteken Pemerintah untuk memodernisasi avionik armada pesawat C-130H Hercules TNI AU, sungguh sangat tepat. TNI AU memilih Collins Aerospace Systems sebagai industri yang akan modernisasi C-130H Hercules yang saat ini dioperasikan Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga: 

Dalam program modernisasi ini, Collins Aerospace Systems akan bertindak selaku kontraktor Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia.

Sesuai kontrak, Collins Aerospace akan menanamkan sistem avionik canggih Flight2 di armada C-130H TNI AU, sebagai solusi untuk menggantikan sistem analog yang saat ini dipakai.

Disebutkan bahwa Collins Aerospace akan menyediakan avionik Flight2 Integrated Avionic System untuk menggantikan kontrol analog pesawat.

Pesawat C-130 Hercules mengangkut Yonif Para Raider 501/BY ke Papua. Foto: Dispenau

Pesawat akan dilengkapi Required Navigation Performance (RNP) yaitu sistem manajemen penerbangan Navigasi Area, yang menjadikan C-130H TNI AU memenuhi standar yang ditetapkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Flight2 menampilkan digital glass cockpit, advanced communications, navigation, surveillance, dan integrated flight management system.

Dari informasi yang mylesat.com peroleh, program upgrade ini akan dilaksanakan terhadap tujuh pesawat C-130H dan C-130HS (Long Body). Jika tidak ada halangan, pekerjaan upgrade sudah akan dimulai bulan depan.

Di situsnya, Collins Aerospace juga menyebutkan bahwa kontrak dengan TNI AU memberikan pekerjaan untuk tujuh pesawat Hercules.

Collins Aerospace akan memasang tiga control display units (CDU-7000) FMS (Flight Management Systems), lima layar ukuran 6×8 dan EIDS (Engine Instrument Display System), Autopilot, radar cuaca, dan Avionics Integrator.

Tidak ada keterangan lebih lanjut tentang berapa lama pekerjaan akan berlangsung. Namun bisa jadi, upgrade C-130H Hercules TNI AU ini masih berlangsung disaat penerusnya yang lebih canggih yaitu C-130J Super Hercules mulai tiba di tanah air sekitar tahun 2023.

Sebelumnya, Collins Aerospace Systems telah melaksanakan pekerjaan serupa terhadap 14 C-130H milik Angkatan Udara Perancis.

Badan Pengadaan Pertahanan Perancis (DGA) memberikan kontrak kepada Collins Aerospace (kontraktor utama), Lockheed Martin, dan Sabena Technics pada September 2016 untuk memodernisasi 14 C-130H.

Tampilan kokpit digital Collins Aerospace yang dipasang di C-130 milik US Coast Guard. Foto: US Coast Guard

Collins Aerospace bertanggung jawab terhadap sertifikasi flight test.

Apakah termasuk ke dalam paket yang dipesan TNI AU, Perancis saat itu juga meminta dual HGS-4500 HGS (Head-Up Guidance) dengan sistem penglihatan multispektral yang ditingkatkan EVS-3000 untuk meningkatkan kesadaran situasional.

HGS juga dibekali kamera inframerah elektro-optik untuk deteksi aset.

Butuh setahun bagi Collins Aerospace untuk menyelesaikan satu pesawat Perancis, lengkap dengan sistem avionik Flight2.

Disebutkan bahwa Collins Aerospace telah atau sedang melaksanakan pekerjaan upgraded terhadap lebih dari 371 C-130 dengan solusi Flight2.

Pada Maret 2019, Collins Aerospace juga menerima kontrak upgrade untuk empat armada C-130H Hercules Portugis. Sementara USAF sendiri memberikan kontrak untuk 176 C-130H dan 16 pesawat lagi dari Pakistan.

Indonesia pertama kali menerima 10 pesawat C-130B Hercules dari Amerika Serikat pada 18 Maret 1960.

Pembelian Hercules ini penuh muatan politik, setelah warga negara AS yang bekerja untuk CIA yaitu Allan Pope, di tembak Kapten Pnb Ignatius Dewanto di perairan Ambon pada 1958.

C-130HS Hercules A-1341 digunakan TNI AU sebagai pesawat angkut VIP. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Pada 1975, Indonesia kembali menerima tiga C-130B. Tahun 1980-an, di bawah program untuk meningkatkan kemampuan TNI AU, diakuisisi tiga C-130H, tujuh C-130HS (long body), satu C-130MP (Maritime Patrol), satu L-100-30 (versi sipil), dan enam L-100-30 yang dioperasikan PT Merpati dan Pelita Air untuk mengangkut transmigrasi.

Seperti ditulis militaryaerospace.com di awal tahun 2021, mungkinkah C-130 Hercules yang dioperasikan USAF (Angkatan Udara Amerika Serikat) akan terbang hingga hampir 100 tahun? Jika tidak 100, mungkin 80 tahun?

Kita akan menjadi saksinya.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply