MYLESAT.COM – “Jika di Magelang kalian didoktrin bahwa senjata adalah istri pertamamu, maka di skadron udara pesawat adalah pasangan hidupmu”.
Pesan yang sangat singkat namun penuh makna ini disampaikan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo di hadapan 43 perwira muda usai dilantik KSAU menjadi penerbang dan navigator.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memeriksa pasukan peserta upacara. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Bisa dikata briefing singkat atau semacam bentuk motivasi dari pimpinan TNI AU kepada juniornya, pesan moral ini pun diamini dengan sepenuh hati oleh para perwira. Begitulah sekilas bentuk pembinaan langsung dari seorang Kepala Staf kepada para perwira usai dilantik.
Perumpamaan yang disampaikan KSAU secara gamblang itu adalah, cara mudah untuk memahami bentuk tanggung jawab seorang perwira saat berdinas di skadron udara.
Dengan menjadikan pesawat sebagai “pasangan hidupnya”, menjadikan seorang perwira akan bertanggung jawab penuh dalam menjalankan setiap tugas.

Sebuah kehormatan bagi ketiga lulusan terbaik, diberi kesempatan foto bersama KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Briefing KSAU ini disampaikan langsung kepada 43 perwira muda berpangkat letnan dua usai dilantik menjadi penerbang dan navigator setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU A-99, Sekbang TNI A-7, dan Sekolah Navigator (Seknav) A-14.
Upacara Wing Day berlangsung di lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (22/4/2022).
Sebanyak 37 perwira berhak atas wing penerbang TNI AU. Satu di antaranya berasal dari Korps Marinir TNI AL. Sementara enam perwira menjadi navigator TNI AU.
Cukup membanggakan, di antara wisudawan yang dilantik turut tiga orang anggota Wara (Wanita Angkatan Udara). Dua di antaranya adalah Letda Pnb Yustikasari DP dan Letda Pnb Aisha Fathina W.
Dalam sambutannnya, KSAU mengajak kesemua wisudawan untuk bersyukur dan berbangga atas momen Wing Day hari ini.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memberikan tropi kepada lulusan terbaik Letda Pnb Dhawam Dwi Argo. Foto: beny adrian/ mylesat.com
“Berbanggalah, sebagaimana kami sebagai senior kalian juga bangga, ketika menyaksikan kalian dilantik, seraya wing penerbang dan wing navigator disematkan di dada kalian,” ujar Marsekal Fadjar.
KSAU terlihat terbawa dalam suasana haru saat menyematkan wing penerbang dengan sedikit dorongan di dada Letda Pnb Dhawam Dwi A. Mengingatkan kita kepada prosesi penyematan wing atau pin komando di dada siswa sekolah US Army Airborne School oleh instruktur, dengan cara menekan keras wing ke dada siswa hingga menusuk dagingnya.
Kebiasaan yang sudah dihapuskan di lingkungan US Army ini dikenal sebagai blood wings tradition.

Wisudawan meluapkan kegembiraannya dengan melemparkan topi diikuti formasi bomburst Jupiter Aerobatic Team. Foto: beny adrian/ mylesat.com
“Hari ini adalah momentum berharga yang harus kalian syukuri, yang menjadi gerbang awal pengabdian kalian sebagai pengawal dirgantara Indonesia,” kata KSAU lagi.
Fadjar menekankan bahwa Sekbang adalah lembaga pendidikan terhormat, yang sudah memberikan banyak pengalaman, pengetahuan, dan wawasan kepada siswanya.

Bangganya orang tua melihat keberhasilan putranya. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Di dalam masa pendidikan terbang, setiap siswa Sekbang mengalami momen inspiratif individual yang sangat spesifik. Semua itu, kata KSAU, akan menjadi modal berharga dalam perjalanan karier para perwira.
Namun KSAU mengingatkan bahwa Wing Day bukanlah akhir. Justru ini merupakan gerbang awal dari langkah pengabdian selanjutnya.
“Pegang teguh prinsip airmanship yang telah ditanamkan pada diri kalian. Prinsip tersebut harus menjadi landasan bertindak di setiap jenjang karier dan penugasan,” tegas KSAU.
Dalam sambutannya, KSAU juga menyinggung perkembangan teknologi kedirgantaraan yang semakin pesat. Sejumlah negara maju mulai mengeksplorasi ruang angkasa dengan cara mengirimkan satelit, wahana penjelajah ruang angkasa atau mengirim manusia ke Bulan.

Letda Pnb Yustikasari DP adalah satu dari tiga anggota Wara yang turut dilantik hari ini. Foto: beny adrian/ mylesat.com
“Boleh jadi kalian akan menjadi salah satu pelopor antariksa Indonesia di masa depan,” kata KSAU.
Kembali kepada momen briefing singkat seperti disinggung di awal tulisan ini, KSAU meminta komitmen seluruh perwira untuk memberikan dedikasi terbaiknya untuk Bangsa.
Dengan bekal pendidikan yang sudah diraih, tantangan ke depan semakin tinggi. Sehingga seorang perwira dituntut untuk tangguh, tidak mudah putus asa (cengeng) dan selalu mencari solusi. “Kami senior-senior kalian sudah melewati itu semua,” ungkap Fadjar.
“Kalian dididik mahal sekali sehingga saya minta tunjukkan dedikasi terbaikmu di skadron, teruslah belajar,” tegas KSAU.

Foto bersama KSAU dan pejabat TNI AU usai pelantikan. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Dari pendidikan Sekbang TNI AU A-99, Sekbang TNI A-7, dan Seknav A-14, terpilih tiga perwira terbaik. Mereka adalah:
- Letda Pnb M. Taufiq Ismail sebagai Siswa Terbaik Jurusan Fixed Wing. Kelahiran Cimahi pada 12 Maret 1995 ini adlaah putra dari seorang karyawan swasta.
- Letda Pnb Dhawam Dwi Argo sebagai Siswa Terbaik Jurusan Rotary Wing. Kelahiran Madiun pada 21 April 1997 ini putra dari pensiunan swasta.
- Letda Nav Aroyan Nur Fadilla sebagai Siswa Terbaik Navigator. Kelahiran Tasikmalaya pada 29 April 1996 ini adalah putra dari anggota TNI AU.