MYLESAT.COM – Kebugaran adalah faktor mutlak yang tidak bisa ditawar bagi penerbang atau pilot. Staf Pengajar Program Spesialis Kedokteran Penerbangan, Fakultas Kedokteran UI dan dokter penerbangan Garuda Indonesia Dr. Taufik Pasya Litaay, MM, Sp.KP mengatakan bahwa keselamatan penerbangan sangat bergantung pada kondisi pilot dan kopilot, termasuk kru lain.
Banyak kecelakaan penerbangan berasal dari buruknya kondisi kebugaran pilot yang saat itu duty. Baik karena kurang tidur, kebiasan merokok dan meminum alkohol atau persoalan terkait psikologis lainnya yang mendukung.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menandatangani prasati peresmian renovasi Mess Wira Angkasa Lanud Husein Sastranegara. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Itu sebabnya, para penerbang dianjurkan untuk tidur lewat awal agar fit esok paginya. TNI AU menerapkan aturan yang ketat dalam pemeriksaan tekanan darah pagi sebelum seorang penerbang melaksanakan tugasnya. Namun untuk mencapai tahap itu, seorang penerbang harus diberikan pelayanan yang baik agar bisa beristirahat dengan aman dan nyaman.
Salah satunya adalah dengan menyediakan mess yang nyaman bagi para penerbang dan kru. Untuk hal ini, para penerbang disiapkan ruang tidur di mess yang berada di lingkungan Lanud TNI AU.
Kepeduliaan terhadap hal itulah yang mendasari KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memutuskan untuk merenovasi Mess Wira Angkasa Lanud Husein Sastranegara yang berada di Jl Cipaganti, Bandung. Jalur padat dan kawasan elite lama Kota Bandung.
Peresmian Mess Wira Angkasa dilaksanakan pada Senin (6/03/2023) oleh KSAU didampingi Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Inong Fadjar Prasetyo. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh KSAU dilanjutkan peninjauan sarana dan prasarana mess.
Kenapa KSAU begitu peduli?
Kondisi Mess Wira Angkasa ternyata masih sama dengan saat Marsekal Fadjar masih menjadi penerbang operasional baik di Skadron Udara 11 maupun 17. Keadaan yang dinilai memprihatinkan itu ditemui Fadjar selaku KSAU dalam kunjungan kerjanya ke Bandung pada akhir 2021.
“Luar biasa, kondisinya masih sama dengan dulu, dengan segala kekurangan dan lain sebagainya,” ungkap Marsekal Fadjar. KSAU pun membuka kenangan lamanya di Mess Wira Angkasa.

KSAU dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo berkeliling melihat Mess Wira Angkasa Lanud Husein Sastranegara usai diresmikan. Foto: Dispenau
Menurut Fadjar, Mess Wira Angkasa punya banyak kenangan bagi personel TNI AU yang pernah dinas di Bandung. Khususnya para penerbangan yang harus bermalam (RON) di Bandung, tentunya menginap di sini. Baik yang tengah melaksanakan latihan, penerbangan reguler PAUM, test flight, atau misi lainnya.
“Kita ketahui bersama bahwa Husein itu adalah lanud yang aktivitasnya sangat tinggi. Semua ini perlu didukung fasilitas yang memadai,” jelas KSAU.
“Kalau mengingat masa lalu, semua pasti merasakan kalau bertugas di Lanud Hussein apakah itu test flight dan lainnya pasti menginap di sini. Kondisinya pada saat saya letnan satu di Skadron 11 jika ke Bandung, sudah memprihatinkan, dan itu ternyata masih sama dengan sekarang,” beber Fadjar sambil menyebut nama seniornya yang hadir yaitu Korsahli KSAU Marsda TNI Sri Pulung yang juga merasakan hal yang sama.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah turut menambahkan kenangannya saat harus RON di Bandung. “Kalau mandi itu harus miring-miring ambil airnya, karena luas kamar mandi itu hanya sedikit lebih lebar dari badan kita,” kenang Marsma Indan tertawa.
Situasi yang cukup memprihatikan inilah yang memicu KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo untuk merenovasi Mess Wira Angkasa. Fadjar tidak ingin apa yang pernah dialaminya bersama senior-senior lainnya, juga harus dirasakan generasi yang lebih yunior.
“Oleh karena itu kami dari Mabesau merencanakan untuk memperbaiki Mess ini untuk mendukung tugas-tugas yang dilaksanakan personel TNI AU yang mendapat penugasan ke Bandung,” ucapnya.
Saat berkeliling meninjau Mess Wira Angkasa, Fadjar mengaku puas melihat hasil renovasi yang dilakukan. Kualitas bangunan beserta sarana dan prasarana yang disediakan sudah sangat lengkap. Bangunan dua lantai itu terdiri dari 15 kamar lantai dasar dan 22 kamar lantai dua.
Renovasi Mess Wira angkasa dilaksanakan sejak April 2022 hingga Desember 2022. Renovasi ini mengubah bangunan dari semula satu lantai menjaid dua lantai. Mess Wira Angkasa yang memiliki luas bangunan 1.980 meter persegi ini berdiri di atas tanah seluas 2.200 meter persegi.

KSAU dan Ibu Inong Fadjar Prasetyo beserta rombongan melaksanakan foto bersama usai peresmian Mess Wira Angkasa Lanud Husein Sastranegara. Foto: Dispenau
Ketika berkeliling di dalamnya, sirkulasi udara dan pencahayaan natural juga sangat diperhatikan khususnya di lobi Mess. Nyaman sekali jika duduk di ruang lobi. Baik dari penyejuk ruangan maupun udara luar yang mengalir. Setiap kamar sudah dilengkapi penyejuk ruangan, water heater dan tempat tidur yang layak.
Tentu upaya yang dilakukan Mabesau ini adalah dalam rangka menciptakan kondisi kondusif khususnya bagi para penerbang yang harus melaksanakan misi dengan aman dan lancar. Setidaknya ini adalah upaya TNI AU untuk memastikan keselamatan penerbangan, baik yang menyangkut kelaikan pesawat maupun kompetensi kru.
“Saya titipkan Mess Wira Angkasa ini untuk digunakan dan dirawat sebaik mungkin guna mendukung kegiatan di Lanud Husein Sastranegara,” pesan KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.