Airbus A400M Atlas Angkatan Udara Inggris Bukukan Rekor Terbang Non-Stop 22 Jam dari Inggris ke Guam

0

MYLESAT.COM – Pesawat Airbus A400M Atlas milik Angkatan Udara Inggris, membuat rekor terbang jarak jauh tanpa henti selama 22 jam. Pesawat yang tengah ditunggu TNI AU ini lepas landas dari RAF Brize Norton pada 3 Juli 2023 dan terbang memuju Guam.

Rekor ini adalah penerbangan terpanjang yang pernah dilakukan A400M sejak digunakan Angkatan Udara Inggris (RAF). A400M terbang ke Guam untuk menghadiri Exercise Mobility Guardian 23.

Atlas berangkat dari RAF Brize Norton dan mengisi bahan bakar di udara dalam perjalanan sebanyak tiga kali. Satu kali di atas Atlantik, satu kali di atas Alaska, dan terakhir di atas Samudra Pasifik.

Pengisian bahan bakar pertama dilakukan oleh pesawat Voyager dari Skadron 10/101 yang terbang dari Inggris. Pengisian bahan bakar kedua dan ketiga dilakukan oleh Voyager kedua yang beroperasi dari Pangkalan Udara Eilson milik Angkatan Udara Amerika Serikat di Alaska. Voyager adalah nama yang diberikan Inggris untuk pesawat tanker A330MRTT.

A400M melakukan pengisian bahan bakar di udara dari Voyager. Foto: FAR

Voyager adalah satu-satunya pesawat tanker RAF yang juga beroperasi sebagai angkut strategis. Pesawat ini beroperasi sebagai Voyager KC.Mk 2, yang dilengkapi dua underwing pod untuk mengisi bahan bakar jet tempur. Namun sebagai Voyager KC.Mk 3 dengan selang centreline tambahan untuk digunakan pesawat berukuran besar seperti A400M.

Sekadar informasi, jarak dari Inggris ke Guam jika ditarik lurus adalah 11.804.84 km atau 7.335,19 mil (6.369,87 NM). Namun dalam misi jarak jauhnya ini, A400M Inggris tidak mengambil rute straight line ke Guam, akan tetapi terbang ke arah barat daya lalu menyusuri wilayah Greenland untuk kemudian berbelok ke kiri. Di sini Atlas terbang mlipir wilayah udara Kanada dan masuk Alaska untuk selanjutnya menuju Samudera Pasifik.

Rute yang dipilih ke Guam ini membawa Atlas terbang lebih dekat ke kutub Utara di atas lapisan es Arktik, daripada penerbangan sebelumnya dengan jenis pesawat yang sama.

Setibanya di Guam, A400M Atlas bersama Voyager RAF, unsur-unsur dari Tactical Medical Wing dan personel pendukung lainnya dari seluruh RAF akan bergabung dalam latihan ini.

Komandan Pasukan Mobilitas Udara RAF, Komodor Udara Anthony Lyle, mengatakan bahwa latihan Mobility Guardian merupakan kesempatan pelatihan yang luar biasa bagi Pasukan Mobilitas Udara. Latihan ini memungkinkan RAF untuk menunjukkan kecepatan, jangkauan, dan kegunaan yang didukung oleh aset-aset Pasukan Mobilitas Udara, dan memperkuat kemampuan RAF untuk melakukan Operasi Udara global dengan cepat.

“Penerbangan non-stop A400M Atlas dari RAF Brize Norton ke Guam merupakan contoh bagus dari kemampuan kami untuk memproyeksikan kekuatan udara, memungkinkan kami membawa pesawat, kru, dan peralatan penting ke sisi lain dunia secara tepat waktu dan agar mereka dapat segera beroperasi,” ujarnya.

Selain demonstrasi strategis Inggris untuk beroperasi di kawasan ini, Letnan Penerbang Andy York dari Voyager Force Training Flight mengatakan bahwa dari perspektif awak pesawat, ini merupakan serangan mendadak yang menantang dan bermanfaat bagi semua, untuk memungkinkan proyeksi jarak jauh Armada Mobilitas Udara RAF.

Perencanaannya sangat signifikan serta manfaat dari latihan pengisian bahan bakar di udara jarak jauh dengan jenis pesawat besar lainnya, dilakukan dari bandara yang beroperasi di depan.

Selain pesawat AS yang ambil bagian dalam Mobility Guardian, detasemen RAF akan bergabung dengan pesawat dan personel dari Australia, Kanada, Perancis, Jepang, dan Selandia Baru. Latihan ini merupakan contoh terbaru dari pentingnya Inggris memberikan perhatian pada wilayah ini karena area latihan membentang dari Australia Utara ke Jepang dan kemudian melintasi Pasifik ke Hawaii.

Tujuan latihan adalah agar negara-negara yang terlibat dapat mengembangkan keterampilan dan pemahaman interoperabilitas, sehingga mampu memberikan Kekuatan Udara jika diperlukan dan mengatasi konsep The Tyranny of Distance.

Selama latihan, direncanakan bahwa serangan mendadak akan diterbangkan dari dan ke Jepang. Kehadiran RAF menunjukkan komitmen Inggris terhadap Perjanjian Hiroshima yang baru saja ditandatangani antara Inggris dan Jepang.

Perjanjian ini menekankan bahwa keamanan dan kemakmuran kawasan Euro Atlantik dan Indo Pasifik tidak dapat dipisahkan. Inggris dan Jepang dengan memperkuat kemampuan keamanan bersama membantu menjaga perdamaian dan stabilitas global.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply