MYLESAT.COM – Pernyataan visi bersama telah ditandatangani antara Kepala Angkatan Udara Kerajaan Inggris, Angkatan Udara Australia, dan Angkatan Udara Amerika Serikat, yang menetapkan niat bersama untuk bekerja sama dalam pengembangan pesawat Wedgetail Airborne Early Warning and Control masing-masing.
Kepala Staf Udara Angkatan Udara Kerajaan Inggris, Marsekal Madya Sir Rich Knighton, Kepala Staf Angkatan Udara Amerika Serikat, Jenderal Charles Q. Brown Jr. dan Kepala Angkatan Udara Australia, Marsekal Madya Robert Chipman meneken dokumen dalam sebuah acara di sela-sela pameran kedirgantaraan Royal International Air Tattoo (RIAT) di RAF Fairford di Gloucester pada 15 Juli 2023.
Perjanjian trilateral ini merupakan komitmen ketiga negara untuk bekerja sama demi keuntungan bersama melalui kerja sama yang berkaitan dengan pengembangan kemampuan Wedgetail, evaluasi & pengujian, interoperabilitas, keberlanjutan, operasi, pelatihan, dan keselamatan.
Angkatan Udara Australia (RAAF) mengoperasikan enam pesawat peringatan dini ini dengan nama E-7 Wedgetail. Selain itu, Korea Selatan juga membeli empat pesawat sejenis dengan kode “Peace Eye”, sambil mempertimbangkan untuk menambah dua-tiga pesawat lagi.
Adapun Turkiye juga mengoperasikan empat pesawat dengan nama E-7T Peace Eagle.
Sementara AU AS memesan dua pesawat dari 26 yang direncanakan. Sedangkan Inggris memesan tiga pesawat dengan potensi berikutnya dua pesawat lagi. RAAF menyebutnya Wedgetail AEW1.
“Penandatanganan pernyataan visi bersama ini merupakan langkah lain dalam komitmen jangka panjang yang kita miliki untuk masa depan dan keamanan ketiga negara,” kata Jenderal Brown.