Momen Pertama dalam Napak Tilas Hari Bakti TNI AU, KSAU Perankan Aksi Heroik dengan On Board Pesawat Grob

0

MYLESAT.COM – Selalu ada yang baru setiap kali kita mengikuti upacara napak tilas dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI AU. Tahun ini, 29 Juli 2023, gelaran akbar TNI AU ini kembali melaksanakan sekuel heroik itu yang dimulai dengan penerbangan subuh layaknya aksi Kadet Udara Suharnoko Harbani, Kaput, Sutardjo Sigit, Sutarjo, Mulyono, dan Abdulrachman yang membombardir markas Belanda di Semarang, Ambarawa, dan Salatiga.

Sebelum terbang dengan pesawat Grob G 120TP-A, KSAU memimpin upacara Napak Tilas Hari Bakti TNI AU ke-76. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Atas dasar mengenang peristiwa 76 tahun silam yang meninggalkan legacy luar biasa bagi TNI AU itu, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memulai napak tilas bersejarah ini pada Sabtu, 29 Juli 2023 pukul 0515. WIB.

“Napak tilas ini merupakan tradisi untuk mengenang kembali peristiwa yang kini kita peringati sebagai Hari Bakti TNI Angkatan Udara,” ungkap Marsekal Fadjar.

Dengan pesawat latih Grob G 120TP-A registrasi 07, Marsekal Fadjar menerbangkan pesawat latihan Skadron Pendidikan 101 itu bersama Komandan Skadron Letkol Pnb Oktavianus Olga. Pesawat kedua juga diterbangkan dan ditumpangi Komandan Kodiklatau Marsya TNI Teddy Rizalihadi.

Pesawat Grob lepas landas pukul 05.15 WIB dan terbang selama 10 menit di training are Lanud Adisucipto pada ketinggian 2.500 kaki.

Meski rekonstruksi penerbangan bersejarah ini hanya berlangsung 10 menit, namun menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan TNI AU. Karena inilah untuk pertama kalinya seorang Kepala Staf Angkatan Udara mengikuti terbang napak tilas dalam rangka Hari Bakti menggunakan pesawat latih. Upacara subuh ini juga melibatkan komunitas sejarah Yogyakarta yang melakukan aksi teatrikal pemboman.

Aksi teatrikal dari komunitas sejarah Yogyakarta dalam Napak Tilas Hari Bakti TNI AU ke-76. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Pagi ini kita hadir di tempat yang sama, tempat kala para pendahulu kita, meski di tengah segala keterbatasan, tetap teguh menjaga angkasa tanah air melaksanakan panggilan perjuangannya,” ucap Fadjar. Di saat itulah, menurut Fadjar, insan TNI Angkatan Udara menegaskan jati dirinya sebagai pengawal dirgantara.

Dijelaskan Fadjar, napak tilas ini adalah tradisi kejuangan yang terus dilaksanakan TNI AU setiap tahun untuk tetap menghidupkan semangat kepahlawanan dan pengabdian para pendahulu kepada generasi penerus TNI AU.

“Kita hadir karena panggilan hati dan rasa hormat, akan dalamnya makna serta nilai-nilai perjuangan fisik, mental, jiwa dan raga para pendahulu,” tutur Fadjar Prasetyo.

Namun aksi heroik para kadet AURI (TNI AU) ini mendapat balasan yang sangat menyedihkan bagi seluruh insan TNI AU saat itu. Belanda yang marah besar, membalas serangan ini dengan menembak jatuh pesawat DC-3 Dakota VT-CLA yang membawa obat-obatan dari Singapura. Penembakan ini membuat AURI kehilangan tiga perwiranya yaitu Komodor Udara Adisucipto, Komodor Udara Prof. Dr. Abdulrahman Saleh, dan juru radio Opsir Muda Udara I Adisumarmo Wiryokusumo.

KSAU memberikan aplaus usai melaksanakan penerbangan Napak Tilas Hari Bakti TNI AU ke-76. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Kerelaan berkorban, kesediaan untuk menjadi teladan, sekaligus pelopor untuk meringankan beban dan kesulitan rakyat di sekeliling, merupakan esensi peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara.

Di balik hari yang bersejarah ini, para pendahulu TNI AU menunjukkan inti soliditas perjuangan. Para pendahulu baik senior atau junior, apa pun pangkat atau korps, bahkan kadet sekalipun, berjuang bersama dengan napas pengabdian yang tulus.

“Inilah esensi dari napak tilas Hari Bakti TNI Angkatan Udara, yaitu semangat dan tekad perjuangan yang harus kita renungkan, kita resapi, dan kita tapaki bersama. Oleh karena itu, kita yang hadir di tempat dan momen bersejarah ini, bertanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai kejuangan dan semangat pengabdian mereka,” beber Fadjar.

Pesawat Grob G 120TP-A mendarat usai usai melaksanakan penerbangan Napak Tilas Hari Bakti TNI AU ke-76. Foto: beny adrian/ mylesat.com

“Semoga napak tilas yang dilaksanakan ini tidak akan lekang oleh waktu, dan menjadi tonggak sejarah yang menjulang setinggi angkasa pengabdian kita sebagai insan TNI Angkatan Udara untuk kejayaan bangsa Indonesia,” tambah Fadjar.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply