MYLESAT.COM – Seskoau merupakan lembaga pendidikan tertinggi di lingkungan TNI AU dengan reputasi luar biasa dalam melahirkan pemimpin militer. Dari ketinggian Lembang tempat Seskoau berada inilah, calon pemimpin TNI AU khususnya dibentuk dengan wawasan global. Untuk itu, sangat tepat jika KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengundang sahabatnya KSAU Singapura Mayjen Kelvin Khong menjadi pembicara di hadapan perwira siswa (Pasis) Seskoau A-60.
“Kami merasa sangat terhormat memiliki Mayor Jenderal Kelvin Khong di sini bersama kami, siap untuk berbagi pengalaman, latar belakang, dan wawasan strategisnya yang luas,” ungkap Marsekal Fadjar memberikan sambutan singkat, sebelum mempersilahkan penerbang F-16 ini naik ke panggung.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo bersama KSAU Singapura Mayjen Kelvin Khong. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Ditambahkan KSAU, Pengalamannya yang luas dalam menghadapi situasi yang kompleks di kawasan ASEAN dan sekitarnya, tidak diragukan lagi akan sangat bermanfaat bagi Pasis Seskoau dalam menambah wawasan. Pembekalan KSAU Singapura ini diikuti oleh 139 Pasis Seskoau A-60 dan 28 Pasis Sesau A-18.
“Di bawah kepemimpinannya yang luar biasa, kami telah menjalin ikatan kuat antara Angkatan Udara Republik Singapura dan Angkatan Udara Indonesia melalui berbagai kolaborasi bilateral dan multilateral. Kolaborasi produktif ini telah meluas ke berbagai tingkatan. Khususnya selama masa-masa sulit pandemi Covid-19, kedua angkatan udara memberikan bantuan satu sama lain, sebuah bukti persahabatan abadi di antara kedua negara kita,” tutur Fadjar.
Pernyataan KSAU ini tentu didasarkan kepada hubungan strategis yang terjalin selama ini antara TNI AU dan RSAF (Republic of Singapore Air Force). Seperti kita ketahui, kedua Angkatan Udara telah menjalin latihan bersama Elang Indopura sejak 1980. Waktu 43 tahun telah mendewasakan kedua pihak dalam menjaga hubungan baik.
“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mayor Jenderal Kelvin Khong yang telah bergabung dengan kami hari ini,” kata KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.
Mengawali pembekalannya selama 41 menit kepada Pasis Seskoau A-60, Mayjen Kelvin langsung membalas pujian KSAU dengan mengucapkan terima kasih karena telah mengundangnya untuk berbicara di Seskoau. “Ini adalah kunjungan pertama saya ke Seskoau dan saya sangat senang berada di sini,” ujar Kelvin yang sudah menjabat KSAU Singapura selama 4,5 tahun.
Dalam kesempatan yang terhormat ini, topik pembicaraan Mayjen Kelvin adalah tentang “Responding to An Increasingly VUCA (Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguous). Secara sederhana diterjemahkan sebagai dunia yang semakin tidak menentu.

KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengundang KSAU Singapura Mayjen Kelvin Khong berbicara di hadapan Pasis Seskoau A-60. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Menurutnya, masa depan lingkungan keamanan akan lebih dinamis. Untuk itu kita membutuhkan kepemimpinan yang kuat guna mencapai tugas-tugas kita dengan sukses. “Saya pikir akan berguna bagi saya untuk berbagi pandangan tentang perkembangan ini, mudah-mudahan dapat berbagi wawasan tentang bagaimana kita bekerja sama sebagai tetangga dan teman dekat untuk mengatasi tantangan ini,” jelasnya.
Kelvin mengakui kedekatannya dengan TNI AU sejak masa kepemimpinan Marsekal Yuyu Sutisna. “Saya senang dapat bekerja sama sekarang dengan Pak Fadjar. Keinginan kami adalah membangun persahabatan yang kuat antara RSAF dan TNI AU,” ucapnya.
Sejak menjadi KSAU, Marsekal Fadjar Prasetyo telah melaksanakan beberapa kali pertemuan dengan Mayjen Kelvin Khong, sekalipun dalam situasi pandemi. Keduanya bersama-sama membahas banyak inisiatif untuk memperkuat kerja sama.
Kita masih ingat, salah satu momen penting adalah ketika kedua Kepala Staf melakukan flypast gabungan 14 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon TNI AU dan RSAF di atas Marina South Area di Singapura dan Jembatan Barelang di Batam. Momen ini dilakukan untuk memperingati 40 Tahun Hubungan Angkatan Udara bilateral pada 2021.
Akhir tahun ini, kedua Angkatan Udara akan melaksanakan Joint Fighter Weapons Course (JFWC) ke-4 dan edisi ke-22 Latma Elang Indopura di Pekanbaru. Tidak hanya itu, Mayjen Kelvin juga mengungkap satu rencana latihan strategis yang akan dilakukan TNI AU-RSAF dalam waktu dekat. “Kami berharap dapat memulai (latihan bersama) pengisian bahan bakar di udara pertama selama latihan,” ungkap Kelvin.
“Ini adalah sebuah demonstrasi penting tentang kekuatan dan ketahanan persahabatan kita. Saya yakin bahwa hubungan RSAF-TNI AU akan tumbuh lebih kuat di masa di masa mendatang,” urainya.
Dalam konteks lebih luas, Kelvin juga berbicara tentang ketegangan antara Amerika Serikat dan China serta meningkatnya aktivitas militer di Selat Taiwan dan Laut China Selatan. Menurutnya, ketegangan ini akan secara langsung mempengaruhi Asia Pasifik. “Jika hubungan AS-China terus berlanjut di jalur ini, mungkin memiliki konsekuensi yang tidak diinginkan,” kata Kelvin, yang juga menyinggung perang Rusia-Ukraina.
Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang ini, Singapura menyikapinya dengan membentuk matra keempat yang disebut DIS (Digital and Intelligence Service). “Ini tanggapan Singapura untuk mengatasi ancaman yang jelas dan nyata. Angkatan Bersenjata Singapura telah membentuk Dinas keempat tahun lalu,” ungkap Kelvin.

KSAU Singapura Mayjen Kelvin Khong berbicara di Seskoau dengan tema “Responding to An Increasingly VUCA (Volatile, Uncertain, Complex and Ambiguous)”. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Di samping Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, DIS bertanggung jawab atas intelijen, konektivitas C4, pertahanan digital, dan pertahanan psikologis. “DIS akan memungkinkan SAF (Singapore Armed Forces) untuk mempertahankan kemampuan digital dengan lebih baik dan menggunakan alat digital untuk meningkatkan efektivitas,” tutur Kelvin.
Sebagai apresiasi atas kerja sama bidang pendidikan selama ini dengan TNI, Mayjen Kelvin mengungkapkan sejumlah nama perwira RSAF yang merupakan alumni Indonesia.
Mantan Direktur Operasi Gabungan, Brigjen Ho Kum Luen lulus Seskoau 2011. Brigjen Ng Pak Shun, saat ini sebagai Group Kepala Kebijakan dan Strategi dan Kolonel Maxmillion Goh, Kepala Grup Pengembangan Sistem Terpadu adalah lulusan Sesko TNI 2018 dan 2020. Sedangkan Kolonel Kevin Oh, Komandan Kelompok Dukungan Udara Taktis, alumni Seskoau 2015. Begitu juga Kolonel Wong Ming Jie, akan lulus Lemhanas pada September tahun ini. Di antara perwira siswa Seskoau Angkatan 60 ini juga terdapat nama Letkol Goh Kian Boon.
Di akhir pembekalannya, Kelvin mengatakan bahwa lingkungan yang dicirikan sebagai VUCA akan terus berubah. Akan ada tantangan baru yang harus dihadapi. Untuk itu, ajaknya, kita harus terus mendukung dan saling membantu dalam semangat gotong royong.
“Saya diberitahu ada pepatah Indonesia yang mengatakan ‘Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’. Saya mengerti bahwa ini berarti berat atau ringan, bersama-sama kita akan memikulnya,” aku Mayjen Kelvin Khong.