MYLESAT.COM – India tidak hilang akal untuk mempromosikan jet tempur LCA (Light Combat Aircraft) Tejas buatannya. Tak urung Perdana Menteri Narendra Modi sendiri turun tangan berlaku sebagai marketing agent dengan menerbangkan jet tempur anyar ini.
Perdana Menteri Narendra Modi menandai sebuah momen penting dalam sejarah pertahanan India. Modi terbang dengan Tejas dalam sebuah momen yang membanggakan India.
PM Modi merasakan langsung LCA Tejas saat ia melakukan uji coba pesawat pada 25 November 2023. Modi menjadi Perdana Menteri pertama yang terbang dengan pesawat tempur saat ia melakukan penerbangan yang berlangsung selama 30 menit.
Dengan mengenakan setelan G-suit, PM Modi berada di dalam pesawat yang diterbangkan Kapten Debanjan Mandal. Penerbangan dilakukan dari Pusat Pengujian Sistem Pesawat Terbang, Bengaluru. Selama 30 menit di udara, kemampuan pesawat tempur Tejas didemonstrasikan kepada sang perdana menteri.
“Berhasil menyelesaikan penerbangan dengan Tejas. Pengalaman ini sangat memperkaya, secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri saya pada kemampuan asli negara kami, dan meninggalkan saya dengan rasa kebanggaan dan optimisme yang baru tentang potensi nasional kami,” tulis Modi di X (sebelumnya Twitter).

PM Narendra Modi bersiap terbang LCA Tejas. Foto: Twitter/@narendramodi
“Sebuah penerbangan yang tak terlupakan! Tejas adalah kebanggaan India, sebuah manifestasi dari kekuatan dan keterampilan dari 140 crore orang India,” ungkapnya di video. Sebelumnya mantan Presiden India, Pratibha Patil dan Abdul Kalam telah terbang dengan pesawat Sukhoi Su-30 Flanker.
Tonggak sejarah ini tidak hanya menggarisbawahi kemajuan teknologi yang dicapai Hindustan Aeronautics Limited (HAL), tetapi juga melambangkan komitmen India untuk meningkatkan kemampuan pertahanan pribumi.
Penerbangan Modi dengan Tejas adalah bukti dari keandalan dan kemampuannya, menunjukkan kepercayaan diri India terhadap teknologi pertahanan buatan dalam negerinya.
Pengembangan LCA Tejas secara lokal merupakan langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor asing, meningkatkan kemandirian, dan memperkuat industri pertahanan negara ini.
HAL Tejas (Cahaya) adalah pesawat tempur multirole ringan bermesin tunggal, bersayap delta, yang dirancang Aeronautical Development Agency (ADA) dan bekerja sama dengan Aircraft Research and Design Centre (ARDC) dari Hindustan Aeronautics Limited (HAL) untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut India.
Pesawat ini dikembangkan dari program Pesawat Tempur Ringan (LCA), yang dimulai pada 1980-an untuk menggantikan pesawat tempur MiG-21 Fishbed India yang telah menua tetapi kemudian menjadi bagian dari program modernisasi armada secara umum.
Pada 2003, LCA secara resmi diberi nama “Tejas”. Pesawat ini merupakan pesawat tempur supersonik kontemporer terkecil dan teringan di kelasnya. Tejas merupakan pesawat tempur kedua yang dikembangkan HAL dengan tujuan untuk mencapai kinerja supersonik, setelah HAL HF-24 Marut.
Pertimbangan Dewan Akuisisi Pertahanan dalam pengadaan 97 jet Tejas tambahan, sejalan dengan visi strategis India untuk memodernisasi angkatan udara dan menggantikan pesawat yang sudah tua seperti MiG 21.
Dengan total kontrak 324 pesawat dalam berbagai varian, proyek Tejas berdiri sebagai landasan dalam upaya modernisasi pertahanan India. Investasi IAF dalam varian LCA Mk-1A, dilengkapi avionik yang telah ditingkatkan, sistem radar canggih, kemampuan perang elektronik yang ditingkatkan, dan kemampuan rudal di luar jarak pandang, mencerminkan komitmen untuk tetap berada di garis depan dalam teknologi perang udara.
Selain itu, dimulainya pengiriman yang dijadwalkan Februari 2024, menunjukkan perkembangan yang tepat waktu dalam memenuhi persyaratan IAF. Peningkatan kandungan lokal dalam LCA Mk-1A tidak hanya menambah kemampuan teknologi India tetapi juga menandakan dorongan bagi industri kedirgantaraan.
Skadron Tejas yang ada, yaitu Skadron No 45 ‘Flying Daggers’ dan Skadron No 18 ‘Flying Bullets’, menandakan kesiapan operasional dan kepercayaan diri dalam kemampuan pesawat ini. Penerbangan Modi dengan Tejas menambahkan dukungan simbolis dari tingkat pemerintahan tertinggi, memperkuat kredibilitas dan potensi jet tempur asli India ini.
Selain PM Modi, Menteri Pertahanan Rajnath Singh, pemain bulutangkis wanita kebanggaan India yaitu Pusarla Venkata Sindhu, dan Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen merupakan warga sipil yang telah menerbangkan Tejas.
Sedangkan Jenderal David L Goldfein, Kepala Staf Angkatan Udara AS, dan Jenderal André Lanata, Kepala Staf Angkatan Udara Perancis adalah pejabat militer asing yang juga telah terbang dengan Tejas.
IAF telah memamerkan kemampuan kedirgantaraan asli India dengan menampilkan pesawat ini di berbagai acara internasional, termasuk LIMA 2019 di Malaysia, Dubai Air Show 2021, perayaan ulang tahun Angkatan Udara Sri Lanka 2021, Singapore Air Show 2022 dan Aero India Shows dari 2017 hingga 2023.
Meskipun telah berpartisipasi dalam latihan dengan angkatan udara asing di dalam negeri, Exercise Desert Flag di Uni Emirat Arab pada Maret 2023 merupakan latihan perdana Tejas di luar negeri.