Komitmen NATO, Belanda Akan Sediakan 18 Jet Tempur F-16 Fighting Falcon untuk Ukraina

0

MYLESAT.COM – Belanda berkomitmen akan menyediakan setidaknya 18 pesawat tempur F-16 Fighting Falcon untuk Ukraina. Menteri Pertahanan Kajsa Ollongren menginformasikan hal ini kepada Dewan Perwakilan Rakyat Belanda pada 23 Desember 2023.

Belanda berkomitmen melakukan hal tersebut selama kunjungan Presiden Ukraina Zelenskyy awal tahun ini. Kabinet telah memutuskan untuk menyiapkan F-16, personel dan anggaran untuk dapat dialokasikan guna mempersiapkan pengiriman.

Keputusan baru ini didahului upaya mengirimkan F-16 ke pusat pelatihan F-16 Eropa di Rumania. Pusat pelatihan ini dibuka secara seremonial bulan lalu oleh menteri pertahanan Belanda dan Rumania.

Ollongren menjelaskan bahwa F-16 akan meningkatkan kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dari serangan Rusia. Hal ini sangat penting karena agresi Rusia yang terus berlanjut, tampaknya tidak akan berakhir. Oleh karena itu, dukungan Belanda untuk Ukraina akan terus berlanjut.

Mencegah penggunaan yang tidak diinginkan, lisensi diperlukan untuk ekspor teknologi dan peralatan militer. Persyaratan ini juga berlaku untuk F-16 dimaksud. Oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri Belanda akan menilai pesawat tersebut berdasarkan kriteria Uni Eropa untuk ekspor senjata.

Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan akan memutuskan apakah akan memberikan lisensi ekspor berdasarkan penilaian tersebut. Selain perizinan ini, sejumlah kriteria harus dipenuhi sebelum pesawat dikirim.

Kriteria ini termasuk personel Ukraina yang terlatih dan infrastruktur yang sesuai di Ukraina. Sebelum dikirim ke Ukraina, semua pesawat akan diperiksa dan, jika perlu, dimodifikasi. Selain itu, beberapa pesawat memerlukan perbaikan.

Sejak 7 November 2023, lima jet tempur F-16 Belanda telah ditempatkan di Pusat Pelatihan F-16 Eropa (EFTC) di Rumania. Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan untuk melatih pilot Rumania dan Ukraina.

Belanda berinisiatif mendirikan EFTC dan akan menyediakan 12 hingga 18 F-16 untuk tujuan pelatihan. Pesawat-pesawat tersebut akan tetap menjadi milik Belanda. Bersama Denmark dan dukungan Amerika Serikat, Belanda bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan upaya-upaya Eropa yang bertujuan untuk menyediakan kemampuan F-16 bagi Ukraina.

Sebelumnya telah diumumkan bahwa Lockheed Martin akan memberikan pelatihan dan merawat pesawat tersebut. Pusat pelatihan di Rumania pertama-tama akan menggunakan pesawat tersebut untuk memberikan kursus penyegaran bagi para instruktur F-16 yang dipekerjakan. Setelah itu pelatihan akan diberikan kepada penerbang Rumania dan Ukraina. Pesawat ini hanya akan diterbangkan di wilayah udara NATO.

Angkatan Udara Kerajaan Belanda membeli total 213 pesawat F-16A/B. Belanda adalah salah satu dari empat Angkatan Udara Eropa yang berpartisipasi, dan salah satu dari lima negara yang membangun F-16 secara lokal.

Pengurangan kekuatan membuat armada berkurang menjadi 68 pesawat, dan semuanya ditingkatkan ke standar MLU (Mid-Life Update) sepertinya yang juga sudah dilakukan terhadap F-16 TNI AU. Beberapa pesawat yang berlebih telah dijual ke Yordania dan Chili.

Pada 2003, pemerintah Belanda memutuskan mengurangi F-16 sebesar 25%. Mulai 2004 dan seterusnya, Belanda akan menyediakan 108 pesawat F-16 untuk NATO, dengan 90 pesawat yang tersedia untuk penggunaan operasional.

Sebanyak 36 F-16 akan dijual. Namun peningkatan kerugian akibat gesekan dapat mengurangi jumlah ini. Pada 21 November 2005, Yordania menandatangani LOI untuk membeli tiga F-16 Belanda, semuanya berkursi dua. Tiga pesawat dua kursi lainnya ditambahkan ke dalam pesanan pada 2007.

Pada Desember 2005, pemerintah Chili menandatangani kontrak dengan Belanda untuk memasok hingga 18 F-16 Belanda. Ini akan membentuk skadron baru di samping Block 50 F-16 yang baru saja dikirim.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply