MYLESAT.COM – Sebanyak 20 drone diterbangkan di hadapan para tamu undangan dalam upacara peringatan HUT ke-79 Korpasgat di Lapangan Jingga Mako Korpasgat, Lanud Sulaiman, Bandung, Sabtu, 17 Oktober 2026. Menariknya, seluruh drone tersebut berada di bawah kendali dua operator Korpasgat dan diterbangkan secara terkoordinasi untuk menjalankan misi yang telah ditentukan.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Komandan Upacara dipercayakan kepada Kolonel Pas M. Misbahul Munir (Komandan Brigade Parako 1), sedangkan tanggung jawab Komandan Defile diemban oleh Kolonel Pas Anang Kurniawan, yang merupakan Komandan Satbravo 90.

Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Demonstrasi HUT Pasgat ini menjadi salah satu gambaran perubahan wajah Korpasgat (Korps Pasukan Gerak Cepat) TNI AU dalam merespons perkembangan teknologi dan karakter peperangan modern. Jika pada peringatan tahun-tahun sebelumnya perhatian publik identik dengan demonstrasi terjun payung, baik penerjunan statik, free fall dan wingsuit, serta simulasi pembebasan sandera dan bela diri militer, kali ini teknologi pesawat nirawak menjadi sorotan utama.
Berbagai jenis drone, termasuk drone kamikaze dan drone serang (attack drone), merepresentasikan perkembangan sistem nirawak yang kini semakin berperan dalam operasi militer.
Drone kamikaze dirancang untuk menyerang sasaran dengan menghantamnya menggunakan muatan peledak yang dibawanya, sedangkan drone serang merupakan istilah lebih luas untuk drone yang digunakan dalam misi penyerangan. Kedua kategori tersebut memiliki karakteristik dan fungsi operasional yang dapat berbeda, bergantung desain serta sistem persenjataannya.

Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis., S.E., M.M., memeriksa kerapihan pasukan sebelum upacara dimulai. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Keunggulan teknologi drone terletak pada kemampuannya mendukung pengintaian, pengawasan, pengumpulan informasi, dan pelaksanaan misi dari jarak jauh, sekaligus mengurangi paparan langsung personel terhadap ancaman.
Dalam perkembangan lebih lanjut, penggunaan sejumlah drone secara terkoordinasi membuka peluang bagi penerapan konsep swarm drone, yakni sekelompok drone yang bekerja sebagai satu kesatuan untuk mencapai tujuan misi.
Dalam demonstrasi di Lanud Sulaiman, pengendalian 20 drone oleh dua operator Korpasgat menjadi aspek yang menarik perhatian. Apabila didukung sistem koordinasi dan otomasi yang sesuai, pendekatan ini dapat memperlihatkan bagaimana satu tim operator mengawasi sejumlah wahana nirawak secara bersamaan.
Meski demikian, penerbangan terkoordinasi belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh drone telah menerapkan sistem swarm otonom; hal itu bergantung pada arsitektur kendali, komunikasi, dan tingkat otonomi yang digunakan.

Rantis Maung Korpasgat buatan PT Pindad dimodifikasi membawa drone kamikaze. Foto: beny Adrian/ mylesat.com
Sementara itu, defile pasukan dan kendaraan tempur juga memperlihatkan penekanan pada kemampuan berbasis teknologi drone, baik berukuran kecil maupun besar. Perpaduan antara prajurit, kendaraan tempur, dan sistem nirawak menggambarkan arah pengembangan kekuatan Pasgat yang tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik dan keterampilan tempur, tetapi juga penguasaan teknologi (technology oriented).
Peringatan HUT ke-79 Korpasgat menghadirkan pesan yang sangat kuat daripada sekadar demonstrasi peralatan baru. Modernisasi kekuatan menuntut kesiapan personel, kemampuan mengintegrasikan teknologi, serta adaptasi terhadap perubahan lingkungan operasi.
Dalam konteks tersebut, pengembangan kemampuan drone dan sistem nirawak menjadi salah satu unsur penting bagi Korpasgat untuk membangun kekuatan yang adaptif, profesional, dan relevan menghadapi tantangan pertahanan masa kini.
“Kita beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan perang saat ini dan ke depannya. Konflik dan perang saat ini didominasi kekuatan hibrida, sehingga kita hampir tidak lagi melihat prajurit yang dikerahkan ke garis depan, sebaliknya rudal, roket, dan drone yang memainkan peran utara. Korpasgat sudah mengambil inisiatif untuk bertransformasi menjadi kekuatan tempur yang tidak sekadar mengandalkan kekuatan fisik dan taktik tempur akan tetapi juga teknologi,” ungkap Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis., S.E., M.M.
Ditambahkannya, saat ini Korpasgat sudah memiliki unit-unit drone yang pengoperasiannya berada di dalam Batalyon Parako yang tersebar di seluruh tanah air. Untuk menumbuhkan gairah terhadap teknologi dan drone, beberapa waktu yang lalu Panglima Korpasgat menggelar lomba drone antar satuan Pasgat. Kemampuan ini juga telah didemonstrasikan di hadapan Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono di Lapangan Tembak Djamsuri pada tahun 2025.

Satuan Drone Korpasgat dalam defile. Foto: beny Adrian/ mylesat.com
Panglima Korpasgat juga menggarisbawahi, dan ini menarik, sejumlah drone yang dimiliki Korpasgat saat ini dibuat sendiri oleh prajurit Pasgat yang memang memiliki minat dan kemampuan elektronika. “Ke depannya seperti arahan Bapak Presiden, penerimaan prajurit tidak lagi saklek kesamaptaannya harus sempurna, jika yang dibutuhkan kompetensinya ahli dalam satu bidang teknologi, maka kita akan dorong ke arah itu,” jelas Marsdya Deny Muis lagi.
Selain drone, kemampuan lain yang turut ditonjolkan dalam HUT ke-79 ini adalah pengoperasian trike. Setidaknya sekitar 10 trike terbang di areal upacara yang beberapa di antaranya membawa bendera besar. Kemampuan itu diperkuat dengan mendaratnya satu trike di lapangan upacara yang diterbangkan sendiri oleh Komandan Upacara Kolonel Pas Munir.
Saat ini Korpasgat dipimpin oleh seorang Panglima berbintang tiga yang dikukuhkan dalam upacara militer dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025 di Batujajar. Validasi yang diteguhkan saat itu, menjadikan organisasi Korpasgat semakin besar baik secara organisasi maupun personel.

Panglima Korpasgat Marsdya TNI Deny Muis., S.E., M.M. di depan prasasti yang terbuat dari batu. Di dalamnya terpatri ucapan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan validasi Korpasgat pada 10 Agustus 2025. Di sisi belakang prasasti ini dituliskan kalimat peneguhan bagi setiap perwira Baret Jingga, bahwa hanya perwira terbaik dan lahir dari rahim Pasgat lah yang akan terpilih sebagai Panglima. Foto: beny Adrian/ mylesat.com
Untuk satuan operasional, saat ini terdapat tiga Divisi yaitu Divisi Parako I, Divisi Parako II, dan Divisi Hanud. Sebelumnya dibentuk lima Batalyon Parako baru yang tersebar di Papua, Kupang, dan Lampung. Dalam rencana saat ini, Korpasgat juga akan membentuk Komando Latihan (Kolat) untuk menangani semua bentuk pembinaan latihan satuan di lingkungan Pasgat.
“Organisasi Korpasgat akan semakin besar, ke depannya mungkin kita akan menambah satuan baru,” jelas Kasau Marsekal TNI Tonny Harjono.