Kenali AH-64E Apache Guardian, Pengawal Infanteri TNI AD yang Segera Tiba

Mulai akhir tahun ini, secara bertahap Indonesia akan menerima 8 unit heli serang AH-64E Guardian (beberapa media menyebutnya Apache Guardian) langsung dari Boeing. Heli yang masih gres kinyis-kinyis itu akan memperkuat Puspenerbad TNI AD.

Apache Guardian merupakan varian terbaru dan tercanggih dari keluarga heli serang AH-64 Apache.

Pada varian mulanya didesainasi AH-64D Apache Longbow Block III (atau AH-64D Apache Block III) ini dibenamkan sejumlah fitur yang kecanggihannya melebihi varian sebelumnya.

Secara garis besar ada tiga aspek yang ditingkatkan yaitu efektivitas operasional, survivabilitas, dan letalitas.

Efektivitas Operasional

AH-64E mengusung sistem propulsi baru yang jauh ditingkatkan dari yang ada pada AH-64D Apache Longbow. Sistem propulsi baru tersebut merupakan kombinasi mesin, sistem transmisi serta bilah baling-baling utama atau rotor (main rotor blades) baru.

Apache Guardian ditenagai sepasang mesin turboshaft General Electric T700-GE-701D dengan empat fitur utama baru, yaitu ruang pembakaran yang ditingkatkan (advanced combustor), sistem pendinginan turbin yang ditingkatkan (improved turbine cooling), komponen turbin baru berupa single crystal turbine nozzle, dan lapisan penyekat panas yang lebih baik (advanced thermal barrier coating).

Mesin T700-GE-701D memiliki daya lebih besar 5% di atas T700-GE-701C (pada Apache lawas). Istimewanya, fitur-fitur baru tersebut tidak menambah bobot kosong mesin.

Dudukan dan koneksinya pun masih kompatibel dengan varian sebelumnya sehingga amat memungkinkan pemakai Apache Longbow untuk mengganti mesin lamanya dengan mesin baru ini.

Sistem transmisi Guardian yang dilabeli ART (advanced rotorcraft transmission) berintikan split-torque face gear technology yang mampu menyalurkan daya lebih efektif (naik 25%) namun dengan bobot yang justru lebih ringan ketimbang conventional gear.

ART dibuat dari material hybrid ceramic bearings yang berdaya tahan tinggi baik terhadap suhu tinggi maupun gesekan, seperti misalnya hybrid ceramic bearings.

Sementara bilah rotor utama (main rotor blades) AH-64E memiliki efisiensi daya angkat (lift efficiency) yang lebih besar 3% daripada rotor tipe lama.

Konfigurasi bilah ini adalah hasil riset gabungan Boeing dan DARPA dalam program AARP (Affordable Apache Rotor Program).

Sistem propulsi baru pada AH-64E memampukan heli itu mengangkat bobot total (bobot kosong plus muatan) 500 lbs lebih besar dari AH-64D, dengan bobot kosong yang bisa dibilang sama dengan varian sebelumnya.

Dengan kata lain, ada margin daya yang lebih besar baik untuk muatan maupun akselerasi heli (rasio daya dorong per beratnya meningkat).

Selain sistem propulsi yang ditingkatkan, efektivitas operasional digenjot naik lewat peningkatan kapabilitas avioniknya. Boeing mendesain ulang mission system untuk AH-64E sehingga memiliki ruang tumbuh untuk masa depan.

Selain peningkatan prosesor komputer misi, databus juga ditingkatkan sehingga loading time jadi lebih singkat, atau dengan kata lain mampu menampung lalu lintas data  lebih besar dengan kecepatan lebih tinggi.

Peningkatan ini memungkinkan mission system AH-64E menerima fungsi-fungsi baru sesuai kapabilitas misi yang diperluas dan secara langsung berkorelasi dengan kemampuan Guardian mengontrol aset udara lain, seperti pesawat udara nirawak (UAV).

Secara garis besar, avionik Guardian bersifat open architecture yang oleh Boeing distandarisasi yang disebut MCAP (Manned-Unmanned Common Architecture Program).

Jika dikomparasi dengan mission system pada Apache Longbow, peningkatan MCAP terbilang signifikan. Kemampuan prosesor meningkat 8 kali lipat, network bandwidth melonjak sebesar 100 kali lipat, kapasitas memori naik 24 kali lipat, dengan MTBF (mean time between failure) yang juga meningkat.

Angka keandalannya (reliability rate) disebut-sebut naik 50%. Sementara bobot total avioniknya malah berkurang sebesar 85 lbs ketimbang sistem lama.

MCAP diklaim Boeing kompatibel dengan sistem “digital battlefield” di mana koneksi dan komunikasi data bukan hanya antar alutsista sejenis melainkan juga antar alutsista berbagai jenis.

Dengan MCAP, Guardian juga dapat difungsikan sebagai penyedia data (sistem sensor multi platform) di medan operasi.

Survivabilitas

Walaupun sejak varian generasi awal sudah dibekali lapisan pelindung (armor), namun level proteksi AH-64 memang terbatas.

Armor memang dibatasi berkaitan dengan tuntutan performa kelincahan heli sendiri. Tapi level proteksi terus diupayakan peningkatannya baik bagi awak maupun airframe heli itu sendiri.

Untuk proteksi dasar, bodi AH-64E Apache Guardian khususnya di bagian-bagian vital dilindungi lightweight armor yang terdiri dari kombinasi pelat pelindung dan lapisan Kevlar dengan komposisi ketahanan balistik terkini.

Selain itu, crashworthiness alias kemampuan struktur heli menyerap dampak luar dari benturan (crash impact) akibat kecelakaan, baik yang disebabkan oleh gangguan/kegagalan mekanis maupun tembakan lawan, juga ditingkatkan.

Guardian memiliki kursi awak – pilot maupun operator senjata – yang berkemampuan menyerap benturan secara maksimum jika heli sampai terhempas ke tanah. Peredam kejut pada roda utama atau yang dikenal dengan shock strut, juga ditingkatkan.

Seandainya benturan atau hempasan yang terjadi begitu keras sehingga membuat shock strut jebol, dalam proses kerusakannya sendiri masih terkandung penyerapan energi.

Tangki bahan bakar (fuel tank) juga ditingkatkan keamanannya, dengan dilengkapi fitur IFTNI (Improved Fuel Tank Nitrogen Inerting).

Intinya, ruang kosong pada tangki kala bahan bakarnya berkurang akibat terpakai, langsung diisi gas yang tidak bisa terbakar atau inert gas, yaitu gas nitrogen.

Fitur IFTNI memang tidak menjamin seratus persen tangki bahan bakar tidak bakalan meledak kala terkena tembakan lawan, namun paling tidak kemungkinan ledakan bisa diminimalisasi.

Selain itu bagian dalam tangki itu pun dilapisi Kevlar yang menempel langsung dengan self-sealing coating dengan sifat kimiawinya yang khas yaitu mengembang saat terpapar cairan bahan bakar.

Self-sealing coating ini “dijepit” antara dinding tangki dan lapisan Kevlar. Jadi saat proyektil menembus tangki hingga membobol lapisan Kevlar, lapisan khusus ini akan langsung terpapar cairan bahan bakar sehingga mengembang dan akan menutup lubang yang timbul akibat tertembus peluru.

Fitur ini sesungguhnya sudah ada pada Apache lama, namun komposisinya diperbaiki pada Guardian.

Letalitas

Walaupun letalitas heli AH-64D Apache Longbow sudah cukup bikin gentar, namun kian maraknya variasi ancaman asimetris membuat letalitas AH-64E harus ditingkatkan.

Untuk aspek ini, pabrikan menjejalkan dua fitur strategis yang belum pernah ada pada varian Apache lama. Keduanya adalah IDAS (Intelligent Decision-aiding for Aircraft Survivability) dan AMUST (Aviation Manned-Unmanned System Technology).

IDAS membantu awak AH-64E meningkatkan kewaspadaan situasional (situational awareness) guna mempercepat pengambilan keputusan dalam memilah dan menentukan prioritas target di tengah riuhnya pertempuran.

IDAS terdiri dari dua komponen utama yaitu Arrowhead M-TADS/PNVS (Modernized Target Acquisition Designation Sight/Pilot Night Vision Sensor) lansiran Lockheed Martin dan GFAS (Ground Fire Acquisition System) produksi Radiant Technologies.

Arrowhead M-TADS/PNVS merupakan penyempurnaan TADS/PNVS pada Apache Longbow, dengan peningkatan pada kemampuan deteksi dan resolusi.

M-TADS/PNVS terdiri dari dua bagian utama yaitu M-TADS yang merupakan sistem pendeteksi (targeting) dan M-PNVS yang merupakan salah satu alat bantu navigasi (navigation aid) dan visual bagi pilot.

M-TADS terdiri dari perangkat FLIR (forward looking infra red) dengan tiga FoV (field of view) yaitu multi target tracker, multiple-code laser spot tracking dan internal boresight. Pada operasi di siang hari atau cuaca terang, terdapat kamera CCD (charge-coupled device).

Perangkat elektro optik MTADS merupakan peningkatan dari direct-view optic pada model TADS lama. M-PNVS juga merupakan peningkatan kapabilitas PNVS lama. M-PNVS dapat terkoneksi dengan HMD (helmet-mounted display).

Arrowhead M-TADS/PNVS terintegrasi dengan GFAS (Ground Fire Acquisition System) yang dipasang pada ujung stub wing (sayap tempat digantungnya pylon senjata di sisi kiri-kanan badan heli).

GFAS  merupakan detektor yang melokalisasi arah sumber tembakan, entah itu rudal hanud panggul (MANPADS), RPG (rocket-propelled grenade), mortir, hingga peluru senapan otomatis (kaliber besar maupun kecil). Hasil deteksi dan lokalisasi GFAS dipakai sebagai acuan Arrowhead M-TADS/PNVS untuk penjejakan ke titik yang bersangkutan.

Selain membantu awak sistem senjata AH-64E untuk menyasar ancaman yang datang, hasil deteksi GFAS ini bisa pula dibagikan pada unit darat terdekat baik untuk peringatan maupun menghadapi ancaman itu secara bersama-sama (joint engagement).

Fitur letalitas AH-64E berikutnya adalah AMUST (Aviation Manned-Unmanned System Technology), yang memampukan awak Guardian menerima informasi dari dan bahkan mengontrol pesawat udara nir awak alias UAV (unmanned aerial vehcile).

Hingga kini AMUST sudah diuji AD AS untuk tiga tipe UAV yaitu MQ-1B Predator, MQ-1C Gray Eagle, dan RQ-7 Shadows. Kemampuan terbaru dari keluarga heli Apache ini memungkinkan pengoperasian dalam bentuk yang belum pernah ada sebelumnya.

Sebagai contoh, sepasang heli Guardian yang dikombinasikan dengan beberapa UAV bersenjata dapat membentuk tim pengintai dan penghancur target yang oleh AD AS diistilahkan sebagai HSKT (Hunter Stand-off Killer Team).

Fitur AMUST yang masih terus dikembangkan lebih jauh ini nantinya akan memiliki empat level kendali HSKT. Level pertama berupa pertukaran data dari dan ke UAV lewat groundstation UAV.

Level kedua di mana awak Guardian menerima data langsung dari UAV. Level ketiga merupakan kendali penuh atas muatan (senjata atau sensor) UAV, sementara pada level keempat awak Guardian memiliki otorisasi penuh atas semua sistem UAV.

Tentu saja selain fitur-fitur di atas, AH-64E masih mengusung persenjataan letal yang sudah jadi andalan Apache sejak dulu mulai dari senapan mesin, roket tak berpemandu, roket APKWS, hingga rudal anti armor keluarga AGM-114 Hellfire.

Selain Indonesia, Korea Selatan, India dan Taiwan juga jatuh hati dan mantap memutuskan membeli heli yang operasional mulai tahun 2013 ini.

 

Teks: antonius kk

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: