Akhirnya Hiu Martil Piaggio Kembali Terbang

Orang Indonesia lebih mengenal nama ini dengan sepeda motor Vespa. Namun sejatinya, Piaggio juga berkiprah dalam industri penerbangan.

Seperti diberitakan, Piaggio Aerospace memulai kembali uji terbang pesawat tanpa awak (drone) Hammerhead pada 5 Juli kemarin, yang berarti hanya selang setahun setelah prototipe awal jatuh di Laut Mediterranea.

Piaggio juga mengumumkan dalam rilis media bahwa sistem yang komplit akan dikirim tahun depan. Uni Emirat Arab disebutkan akan menerima pesawat Hammerhead ini secepatnya.

Maret 2016, Emirat setuju membeli 8 Hammerhead dengan total pembelian 346 juta euro.

 

Hammerhead yang sesuai namanya mirip ikan hiu martil (Sphyrna), dirancang untuk misi intelijen, pengintaian, dan pengamatan.

Foto: Piaggio Aerospace

Hammerhead mampu terbang hingga di atas 16 jam, di ketinggian 45.000 kaki, dan mampu terbang meliuk dalam kecepatna rendah 135 KTAS (knots true airspeed) hingga ngebut pada kecepatan 395 KTAS.

Electronic warfare adalah kemampuan lain yang dimiliki.

UAV atau drone ini adalah versi dari pesawat bisnis P180 twin-turboprop.

Uji terbang prototipe baru P.1HH Hammerhead sekarang dilaksanakan di Bandara Militer Birgi di Trapani, Italia.

Sejak 2015, Piaggio Aerospace telah dimiliki sepenuhnya (100%) oleh Mubadala Investment Company dari Abu Dhabi.

Piaggio didirikan di Genoa pada tahun 1884. Awalnya hanya bekerja melengkapi kapal laut dan memproduksi rolling stock untuk pengembangan infrastruktur kereta api.

Karena keuntungan finansial di industri ini, Rinaldo Piaggio membangun pabrik tahun 1906 di Final Marina.

Saat ini, fasilitas Piaggio ada di Finale Ligure, di mana Piaggio Aero mulai memproduksi pesawat berikut mesin pesawat.

Tahun 2006, Mubadala Development Company mengakuisisi 35% saham Piaggio Aero Industries S.p.A. Mubadala Development Company adalah perusahaan investasi milik pemerintah Uni Emirat Arab.

Tahun 2008, Grup Tata dari India mengakuisisi sepertiga saham Piaggio Aero Industries, menjadikannya salah satu pemegang saham utama bersama Piero Ferrari, keluarga Di Mase dan Mubadala Development Company.

Pada tahun 2015, Mubadala malah mengakuisisi 100% saham dan memegang kendali penuh setelah mendapatkan 1,95% saham akhir dari Piero Ferrari.

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: