KSAU Wajibkan Seluruh Monumen Pesawat Warna Asli, MiG-21 Fishbed Pun Ganti Baju

Sesuai instruksi KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat menjabat Kadispenau, warna monumen alutsista AURI/TNI AU yang ada di seluruh Indonesia diwajibkan menggunakan warna asli sewaktu alutsista tersebut beroperasi.

Demikian pula salah satu monumen yang cukup banyak menyedot perhatian para pemerhati dan pecinta sejarah ini, yaitu monumen MiG-21F-13 di depan Mako Kohanudnas, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Salah satu alasannya, MiG-21F-13 ini hanya tersisa empat di Indonesia, dari asalnya sekitar 20-an.

Sebagaimana ditelusuri, MiG-21 ini awalnya bernomor seri F-2167, dibuktikan dengan dokumen yang didapat saat pemasangan awal di Kohanudnas, namun kemudian diganti menjadi nomor F-2170 di tahun 2010.

Empat tahun kemudian, nomornya diubah lagi menjadi F-2158, sama seperti MiG-21 sumbangan AURI yang sudah menjadi milik Institut Teknologi Bandung (ITB), serta diwarna loreng biru seperti warna F-5E tail number TS-0510 yang dipasang di sebelahnya.

Monumen MiG-21F-13 di depan Mako Kohanudnas. Foto: Alex Sidharta

Di awal April 2017, bersamaan dengan HUT TNI AU ke-71, baju sang MiG-21 pun dikembalikan menjadi warna metal seperti saat operasional.

Bahkan, semua tanda-tanda pengenal dan kebangsaan pun dikembalikan serupa seperti di tahun 1960-70an, saat MiG-21 menjadi tulang punggung kekuatan Wing 300 Buru Sergap Kohanudnas. Termausk lambang Wing 300 ditambahkan di monumen ini untuk mengenang peran dan fungsinya sebagai pesawat pemburu.

Untuk itu, Panglima Kohanudnas Marsda TNI Yuyu Sutisna mengundang komunitas ISMS (Indonesian Scale Modellers Society) untuk bersama-sama mewujudkan penampilan MiG-21 F-2167 ini sebaik mungkin.

Tak hanya MiG-21, rencananya seluruh monumen di lingkungan Kohanudnas akan bergiliran dikembalikan ke warna asalnya, seperti SA-75 yang tengah dikerjakan dan juga Sang Macan, F-5E Tiger II.

Memang di saat sebuah alutsista sudah purna tugas, fungsinya belumlah purna. Ia mewariskan dan menjaga api semangat bagi generasi kini dan mengobarkan nyala baru untuk generasi selanjutnya.

Maka memang layaklah bila semua monumen dan benda-benda koleksi museum untuk selayaknya dipelihara dan dirawat sebaik-baiknya.

 

Teks: alex sidharta

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: