Filipina, Kamerun, dan Chad Terima “Pembagian” Cessna 208B dari Paman Sam

Untuk menunjang misi intelligence, surveillance, and reconnaissance (ISR), AU Filipina lebih memilih pesawat Cessna 208B Grand Caravan EX. Tentu dengan modifikasi, 2 pesawat diterima pada 24 Juli lalu.

Peresmian pengoperasian Cessna 208B dilakukan di Villamor Air Base di Manila.

Dua hari kemudian, kantor berita Filipina mengutip juru bicara militer Brigjen Restituto Padilla, mengatakan bahwa pesawat hibah ini akan digunakan untuk patroli di wilayah perairan.

Kedua pesawat diperoleh pada awal Mei 2016 di bawah kontrak DoD terpisah yang didanai oleh pasal 2282 Undang-undang Otorisasi Pertahanan 2016 dan Dana Kemitraan Kontraterorisme untuk pengembangan kapasitas pasukan militer asing, maritim atau pasukan keamanan perbatasan guna melakukan kontraterorisme atau operasi lainnya, yang menguntungkan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.

Keenam pesawat tersebut dilengkapi dengan sensor imajinasi dan sensor elektro-optik/ inframerah L3 WESCAM MX-15 untuk pengawasan video gerak penuh di markas pusat.

Sensor ini terintegrasi dengan konsol sensor udara on-board dan juga memiliki frekuensi ultrahigh/ frekuensi sangat tinggi dan radio frekuensi tinggi untuk komunikasi udara ke darat dan udara ke udara.

Dua pesawat yang diberikan ke Filipina ini adalah bagian dari 6 Cessna 208B yang menurut catatan US Federal Aviation Administration terdaftar atas nama US Air Force’s Life Cycle Management Center di Wright-Patterson Air Force Base, Ohio.

Kemudian, North America Surveillance Systems dari Titusville, Florida, mendapat kontrak senilai 39,98 juta dolar AS untuk modifikasi dan integrasi kemampuan ISR.

Selain Filipina, pesawat lainnya juga akan diserahkan ke Kamerun dan Chad, sementara Niger akan menerima dukungan lapangan, suku cadang dan pelatihan awak pesawat untuk pesawat yang sudah dimiliki.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: