Terlihat Feminim, Namun Muslimah Ini Sangat Menyukai Aktivitas Maskulin

Moncha Wardani, muslimah yang tampak feminim ini kalau dilihat sekilas mungkin akan terpikirkan bahwa dirinya pasti jauh dari kegiatan yang maskulin. Namun siapa sangka, soal hobi, Moncha justru lebih memilih hobi yang maskulin seperti hobi airsoft gun.

Ia mengungkapkan, hobinya pada airsoft datang dari sang ayah yang mengajarkan menembak sewaktu kecil menggunakan senapan angin. Ia pun terobsesi untuk dapat mahir menjadi seorang penembak.

“Sebenarnya saya sudah hobi hal-hal macam itu dari kecil, waktu masih sekolah dasar (SD). Papa juga senang banget pakai senapan angin, jadi diajarinlah sama papa teknik-tekniknya. Jadi saya merasa ingin bisa, ingin ngerasain kayak gimana, sih main tembak-tembakan,” ujar gadis yang akrab disapa Ocha ini (19/4/16).

Bayangan betapa asyiknya aksi tembak-tembakan saat kecil dulu tak sirna begitu saja. Sampai dewasa pun ia masih tetap hobi menembak. Saat memasuki perguruan tinggi kebetulan ia diajak kawan kuliahnya, Emir Ceasario, untuk ikut bermain airsoft dan masuk ke dalam tim BCT 21st. Setelah mencoba, Ocha pun menaruh rasa cinta amat dalam pada olahraga ini.

“Akhirnya terbawa sampai gede, kebetulan teman kuliah namanya Emir Ceasario mengajak main. Waktu baru banget masuk kuliah, sih, tahun 2010. Waktu itu diajakin masuk timnya, coba-coba, dan akhirnya saya senang dengan hobi yang seperti ini,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa ia memilih hobi bermain airsoft, Ocha menjawab kalau ia memang tidak suka dengan hal mainstream dan lebih menyukai aktivitas yang memicu adrenalin seperti airsoft gun.

“Kayaknya kalau main bola bekel sudah terlalu mainstream, jadi saya mau yang anti mainstream. Saya tipe orang yang senang dengan hal-hal yang berbau adrenalin. Untuk itu saya cari tantangan baru, coba-coba tantangan baru,” jawabnya sambil dihiasi senyum manis.

Ocha menambahkan, dirinya sempat kaget saat awal bermain airsoft karena unitnya yang ternyata cukup berat. Unit yang pertama kali ia gunakan adalah G36. “Dulu, kan masih kurus, cungkring gitu, jadi merasa ‘aduh ini unitnya berat banget’,” ungkapnya.

Unit-unit yang pernah ia gunakan antara lain G36, G36C, MP7, MP5, dan Minimi. Unit terakhir ini ia akui sebagai unit dengan bobot terberat yang pernah ia gunakan.

Ocha juga merupakan anggota wanita pertama yang direkrut tim BCT 21st pada tahun 2010. Sampai sekarang, total anggota wanita di timnya yang aktif tinggal tiga orang, termasuk Ocha. “Sebenarnya ada 5-6 orang, Cuma karena seleksi alam jadi keluar-masuk gitu,” pungkasnya.

 

Teks: Fery Setiawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: