Sehari setelah Nirmala Sitharaman menerima jabatan sebagai menteri pertahanan wanita pertama India, Angkatan Darat India (IA) mengumumkan bahwa mereka melakukan pelacakan cepat terkait penerimaan tentara wanita ke AD, dimulai dengan memasukkan mereka ke dalam Korps Polisi Militer (CMP).
Letjen Ashwani Kumar mengatakan hal itu dalam sebuah pertemuan dengan para mantan KSAD India pada 8 September di New Delhi.
AD India akan memasukkan 800 wanita ke dalam CMP, dengan jumlah anggota tahunan dari 52 orang yang direkrut.
Dia tidak merinci apapun tentang jadwal rencana penerimaan, yang mengatakan bahwa keputusan tersebut sebagian diambil “sehubungan dengan meningkatnya persyaratan untuk penyelidikan atas kejahatan dan tuduhan spesifik gender”.
Sebelumnya pada Juni 2017 seperti dikutip indianexpress.com, KSAD India Jenderal Bipin Rawat memberikan sinyal positif untuk menempatkan wanita di unit-unit tempur, seperti sudah dilakukan sejumlah negara besar di dunia.
Pada saat itu, Jenderal Rawat mengatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukannya adalah menempatkan wanita sebagai polisi militer.
Peran wanita dalam angkatan bersenjata India sangatlah terbatas pada periode yang cukup lama. Wanita biasanya diberikan peran sebagai dokter atau perawat.
Baru pada 1992, pintu mulai dibuka untuk wanita bertugas di berbagai kesatuan. Mulai dari unit penerbangan, logistik, hukum, teknik, dan kader eksekutif.
Dibukanya kesempatan ini membuat ribuan wanita muda India berbondong-bondong bergabung dengan militer. Itulah titik balik dalam sejarah peran waniat dalam militer India.
Teks: beny adrian