Dalam Semangat Hari Pahlawan, PIA Ardhya Garini Berbagi Kebahagiaan dengan Warakawuri

Banyak cara bisa kita lakukan dalam memaknai Hari Pahlawan yang jatuh pada hari ini, 10 November 2017. Mendoakan para pahlawan yang telah gugur, tentu menjadi kewajiban kita yang masih hidup.

Namun memberikan semangat kepada mereka yang sudah ditinggalkan keluarganya yang gugur dalam medan tugas, tak kalah pentingnya untuk dilakukan.

Karena bagaimanapun, keluarga yang ditinggalkan harus menjalani kehidupan tanpa orang yang mereka kasihi. Minimal perhatian, sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi hati mereka yang sedih.

PIA Ardhya Garini memberikan tali asih kepada warakawuri. Foto Dispenau

Makna itulah yang ditangkap Ibu Nanny Hadi Tjahjanto sebagai Ketua Umum PIA Ardhya Garini. Bahwa masih banyak “pahlawan-pahlawan” di sekitar kita yang butuh perhatian, uluran tangan, dan dukungan baik moril maupun spiritual. Apalagi dalam waktu dekat, 25 November 2017, PIA Ardhya Garini akan genap berusia 61 tahun.

Maka pagi ini, Ibu Nanny mengunjungi dua keluarga warakawuri TNI AU yang tinggal di lingkungan Lanud Halim Perdanakusuma.

Warakawuri menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 1968, adalah istri seorang militer/ purnawirawan yang sampai saat suaminya gugur/ tewas/ meninggal dunia masih menjadi istri yang sah menurut peraturan yang berlaku.

“Kunjungan ini sengaja saya lakukan pada Hari Pahlawan, sebagai bentuk perhatian kepada warakawuri yang juga keluarga besar TNI AU,” ujar Ibu Nanny.

Pertemuan berlangsung hangat, akrab dan penuh kekeluargaan. Foto: Dispenau

Keluarga yang dikunjungi Ibu Nanny beserta pengurus pusat PIA Ardhya Garini adalah, Yuli Wijayanti yang tinggal di asrama Jatayu 2 B8 RT10/RW04 Komplek Skadron.

Yuli yang memiliki tiga anak yaitu Rafif Wahyu (SMP), Rizky Satrio (SMP), dan Zhorif Kautsar (SD), adalah istri dari almarhum Sertu Purwo Adiyanto anggota Skadron Udara 2, Lanud Halim Perdanakusuma.

Setelah itu, Ibu Nanny dan rombongan menuju ke kediaman Sri Agus Murdiyati yang merupakan istri almarhum Kapten Tek. Agus Supriyadi. Almarhum juga anggota Skadron Udara 2 dan tinggal Jalan Gatot Kaca No.511 Komplek Dirgantara 2.

Dari pernikahannya dengan almarhum, Sri Agus dikaruniai dua putra yaitu Avrillia Dwi Astuti (menikah/ bekerja) dan Saputra Dery Apriya (bekerja).

Suami dari kedua warakawuri yang dikunjungi Pengurus Pusat PIA Ardhya Garini ini, gugur saat pesawat Fokker F-27 Troopship yang mereka ikuti jatuh di Kompleks Rajawali di Jalan Branjangan, yang berdekatan dengan Lanud Halim Perdanakusuma pada Kamis, 21 Juni 2012.

Kedatangan pengurus PIA adalah bentuk perhatian kepada keluarga besar TNI AU. Foto: Dispenau

Saat kejadian, Fokker F-27 dengan registrasi A-2708 ini tengah melakukan latihan rutin.

Pesawat berangkat dari Lanud Halim pukul 13.10 Wib. Namun saat akan kembali mendarat di Lanud Halim, pesawat mengalami malfunction dan jatuh pukul 14.45 Wib.

Benturan keras mengakibatkan badan pesawat terbelah menjadi tiga-empat bagian serta membuat sekitar 6 hingga 8 rumah di sekitar lokasi turut terbakar.

Kecelakaan ini mengakibatkan 11 orang tewas, yaitu 7 kru pesawat dan 4 penghuni rumah yang tertimpa jatuhnya pesawat. Sementara 11 orang terluka.

Korban yang gugur adalah Mayor Pnb Herry Setiawan (pilot, AAU 1998), Lettu Pnb Paulus (kopilot, AAU 2007), Letda Pnb Syahroni (AAU 2009), Kapten Tek Agus Supriadi (Stukpa), Serma Simmulato (JMU-1), Sertu Wahyudi (JMU-2) dan Sertu Purwo Adiyanto (loadmaster).

Foto bersama pengurus PIA Ardhay Garini dengan warakawuri. Foto: Dispenau

Menurut Ibu Nanny, jumlah warakawuri TNI AU itu cukup banyak. Namun dengan mendatangi kedua keluarga ini, diharapkan memberikan pesan moral bahwa mereka para warakawuri masih keluarga besar TNI AU.

“Semoga kedatangan kami memberikan semangat kepada keluarga warakawuri, menunjukkan bahwa kami masih bersama mereka, siap membantu mereka,” tutur Ibu Nanny.

Menurut Ibu Nanny, kunjungan ini dilandasi oleh rasa peduli antar sesama dan keinginan untuk menjalin silahturahim dengan para warakawuri.

Pada kunjungannya, Ketum PIA Ardhya Garini memberikan tali asih kepada kedua warakawuri. Pertemuan berlangsung dengan hangat, akrab, dan penuh kekeluargaan. Terlihat tidak ada jarak antara Ibu Nanny sebagai istri Kepala Staf Angkatan Udara, dengan keluarga yang dikunjunginya.

Ibu Nanny memberikan salam kepada Marsda (Pur) Zainudin Sikado. Foto: Dispenau

Di akhir kunjungannya, Ibu Nanny dan rombongan menyempatkan diri menjenguk Marsda (Pur) Zainudin Sikado yang tengah dirawat di RS Esnawan Antariksa, Halim Perdanakusuma.

Zainudin Sikado pernah menjadi Panglima Koopsau I pada tahun 1989-1990. Putrinya, Lia, menikah dengan Marsdya TNI Hadiyan Sumintaatmaja yang sekarang menjabat Sekjen Kementerian Pertahanan.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s