KSAU Award 2017, Jaya Suprana: Penghargaan Pertama dari TNI AU untuk Media

KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dikenal dekat dengan media, dengan para wartawan yang setiap hari memburu berita di lingkungan TNI.

Kedekatan itu tentu bukan semata karena Hadi pernah menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) dari 2013 hingga 2015. Tapi karena memang begitulah kepribadian KSAU yang lahir di Malang pada 8 November 1963 itu.

Di setiap kali kunjungan kerja ke satuan kerja di lingkungan TNI AU yang dilakukannya, Hadi selalu menegur dan ngobrol dengan anggota TNI AU yang dijumpainya.

Begitu pula dengan para awak media yang sudah menunggu di setiap kegiatan KSAU untuk melakukan door stop, dihampirinya dan ditanyakan kabarnya. Obrolan santai pun biasanya mengalir sebelum para wartawan menanyakan isu terkini tentang TNI AU.

Kedekatan itulah yang diwujudkan Hadi dengan memberikan penghargaan tertinggi kepada insan media (jurnalis) yang dinilai telah memberikan kontribusi positif kepada kemajuan TNI AU.

KSAU memberikan sambutan dalam malam KSAU Award 2017. Foto: beny adrian

Pemberian penghargaan yang dinamakan “KSAU Award” itu, dilaksanakan pada Sabtu malam (25/11/2017) di The Kasablanka Hall, Jakarta.

“Di era milenial ini, media cetak berperan penting dalam menjamin eksistensi sebuah institusi tidak terkeculi TNI Angkatan Udara,” aku Hadi dalam sambutannya di hadapan 3.000 lebih hadirin saat membuka KSAU Award 2017.

Di awal sambutannya, dengan sedikit becanda, Hadi mengaku merasakan sensasi luar biasa di dalam gedung The Kasablanka Hall yang ditata model theater style itu.

“Saya merasakan malam ini ada efek wow,” ujar Hadi menirukan gaya bicara anak zaman now kepada duo MC kocak Vincent dan Desta.

Kepada hadirin yang hadir, Hadi menyampaikan bahwa pemberian KSAU Award 2017 dikaitkan dengan peringatan HUT PIA Ardhya Garini ke-61 yang puncak acaranya diperingati pagi harinya di Puri Ardhya Garini, Halim.

“PIA itu organisasi ibu-ibu, istri anggota TNI AU,” kata Hadi seperti ingin menjelaskan kepada undangan yang sebagian besar adalah anak muda peserta FESA (Festival Edukasi Sekolah Angkasa) 2017.

KSAU dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto foto bersama insan media penerima KSAU Award 2017. Foto: beny adrian

Juga disampaikan Hadi bahwa TNI AU baru saja merilis film animasi “Serangan Kadet 1947”. Film yang diharapkannya memberikan gambaran kepada generasi muda tentang perjuangan TNI AU itu, mengisahkan serangan dini hari oleh para kadet penerbang TNI AU menggunakan pesawat Cureng atas kedudukan Belanda di Ambarawa.

KSAU Award adalah penghargaan pertama yang diberikan oleh TNI AU kepada insan media. Semua pihak berharap, penghargaan ini akan menjadi tradisi di lingkungan TNI AU, sehingga, seperti disampaikan ketua dewan juri DR. Ninok Leksono dalam sambutannya, akan menimbulkan respek tinggi dari kalangan media kepada TNI AU.

“KSAU Award akan membawa jurnalisme di Indonesia lebih maju, karena (mereka) merasa dihormati dan dihargai,” kata Rektor Universitas Media Nusantara yang berharap program ini diteruskan.

KSAU dan Ibu Nanny Hadi Tjahjanto foto bersama Ninok Leksono, Jaya Suprana, dan pihak pendukung. Foto: Dispenau

Lebih jauh Ninok berharap, semoga kegiatan ini akan mendorong semangat jurnalisme untuk terus berkarya memberikan informasi tentang TNI AU.

“Program ini bisa diteruskan karena membawa satu informasi tentang Angkatan Udara untuk disebarluaskan di tengah masyarakat Indonesia, dan membuat masyarakat semakin mencintai TNI AU,” tutur Ninok.

Karena pemberian penghargaan yang diprakarsai KSAU ini dinilai baru pertama kali terjadi di lingkungan TNI AU, maka oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) pun dinilai layak untuk diberikan penghargaan. Penghargaan diserahkan langsung oleh pendiri MURI Jaya Suprana kepada KSAU.

Marsekal Hadi dinilai berhasil memecahkan rekor sebagai satu-satunya pimpinan TNI AU yang memberikan penghargaan kepada media massa. “Ini adalah penghargaan pertama dari TNI AU untuk media,” ucap Jaya Suprana.

Mantan KSAU yang hadir dari kiri-kanan: Imam Sufaat, Herman Prayitno, Sutria Tubagus, Joko Suyanto. Foto: beny adrian

Hadi pun menerima penghargaan yang sudah dibingkai itu dengan bangga di hadapan para senniornya, para mantan KSAU. Yaitu Marsekal (Pur) Sutria Tubagus, Marsekal (Pur) Joko Suyanto, Marsekal (Pur) Herman Prayitno, dan Marsekal (Pur) Imam Sufaat.

KSAU Award 2017 dihibur oleh penyanyi Vidi Aldiano yang membawakan beberapa lagu. Menggugah juga menyaksikan tarian kolosal perjuangan yang dibawakan oleh sekitar 100 penari.

Hasil penilaian juri KSAU Award 2017 yang dipimpin Ninok Leksono dengan anggota Gun Gun Heryanto, Susaningtyas Kertopati, Jimmy Silalahi, Ubaidillah, Syaifullah Tamliha, Ade Marboen, dan Roni Sontani itu, akhirnya memutuskan memberikan penghargaan kepada media cetak, online, dan televisi melalui tujuh kategori.

  • Kategori isu strategis diberikan kepada wartawan Harian Kompas Edna C Patissina (Saatnya Membangun Kekuatan Udara).
  • Kategori feature isu taktis diberikan kepada wartawan The Jakarta Post Nedy Putra jakarta post ( Mall Air Show Brings Military Closer).
  • Kategori human interest diberikan kepada wartawan Kedaulatan Rakyat, Aditya Kurniawan.
  • Kategori news diberikan kepada program Indonesia Pagi TVRI.
  • Kategori talk show diberikan kepada program Satu Indonesia Net TV.
  • Kategori bidang layanan masyarakat diberikan kepada Net TV.
  • Kategori dokumenter diberikan kepada program Korsa I News.

 

Teks: beny adrian

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s