Akui Satu Bulan Tidak Cukup, Panglima TNI Harapkan Latsitardanus Jadi Bekal Pengabdian Taruna

Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-38 adalah salah satu program integrasi antara taruna dan taruni dari Pertahanan (Akmil, AAL, AAU), Keamanan (Akpol), Pemerintahan (IPDN), dan Sipil (mahasiswa).

Latsitarda Nusantara merupakan aplikasi dari materi pengetahuan teritorial dan pembekalan keterampilan lapangan terakhir yang diberikan kepada Taruna Tingkat IV sebelum lulus dan dilantik.

“Saya tekankan agar senantiasa mendekatkan diri pada Tuhan Yang Maha Esa yaitu Allah SWT, iringi setiap penugasan dengan keikhlasan, kesungguhan dan tanggung jawab, berbaur dengan masyarakat, pahami kebudayaan bangsa, jadikan kesempatan ini sebagai peluang untuk mengembangkan wawasan kemampuan pengetahuan dan bekal, bangun integrasi dan kerjasama yang baik di masyarakat,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Hal itu disampaikan Panglima TNI saat membuka Latsitardanus XXXVIII/2018 secara resmi di Alun-Alun Serang, Provinsi Banten, Kamis (12/4/2018). Latsitarda dilaksanakan selama 27 hari mulai 12 April sampai 8 Mei 2018.

Panglima TNI memeriksa pasukan peserta saat membuka Latsitarda. Foto: beny adrian

Saat membuka Latsitardanus, Panglima TNI didampingi KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Wakapolri Komjen Syafruddin, Gubernur Akademi TNI, Gubernur AAU, Gubernur AAL, Gubernur Akmil, dan Rektor IPDN.

Latsitarda XXXVIII/2018 diikuti 972 taruna dan taruni yang terdiri dari Taruna Akmil, Taruna AAL, Taruna AAU, Taruna Akpol, Praja IPDN, dan mahasiswa di wilayah Banten.

Bertindak sebagai komandan upacara Kolonel Mar Umar Farouq yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Resimen Taruna AAL.

Marsekal Hadi menyampaikan apresiasinya kepada gubernur, bupati dan walikota serta masyarakat Provinsi Banten yang telah berkenan menjadi tempat pelaksaan Latsitardanus XXXVIII.

Pelaksanaannya tersebar di empat lokasi yaitu Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang.

Para taruna dan taruni akan disebar ke sejumlah desa dalam empat kelompok Satuan Latihan (Satlat) untuk melaksanakan serangkaian kegiatan sosial dan penelitian.

Materi yang dilaksanakan adalah karya bhakti, bhakti sosial, kajian sosial, penyuluhan, promosi, penanaman nilai juang serta pengenalan lingkungan wilayah Banten.

Sasaran yang ingin dicapai dari setiap kegiatan Latsitardanus adalah, untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan arti pentingnya nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan ini juga dijadikan taruna dan taruni sebagai media pembelajaran dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan akademik, serta kemampuan bidang sosial dengan membantu percepatan pembangunan di daerah.

Panglima TNI didampingi Gubernur Banten Wahidin Halim, menyaksikan drumband gabungan. Foto: beny adrian

Karena kegiatannya bersifat integratif, Panglima TNI berharap akan terbangun soliditas dan solidaritas serta hubungan yang harmonis di antara sesama taruna baik dari Akademi TNI, Akpol, Praja IPDN dan mahasiswa perwakilan dari perguruan tinggi.

Selain bakti sosial, juga dilaksanakan riset sosial sebagai bagian dari kegiatan akademis. Para peserta juga akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah sebagai pengenalan kepada taruna dan taruni.

“Saya haturkan terima kasih yang tulus atas peran serta pimpinan daerah dan masyarakat Banten,” jelas Marsekal Hadi.

Diakui Panglima TNI, waktu satu bulan tentu tidaklah cukup untuk mewujudkan soliditas dan solidaritas yang dibangun TNI dan Polri. Karena itu, tutur Panglima TNI, Latsitarda ini adalah sebagai peletak dasar yang diharapkan dapat diteruskan pada saat sudah terjun ke lapangan saat penugasan.

“Nanti akan saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain sebagai bagian dari komponen bangsa,” kata Hadi. Dalam waktu satu bulan Latsitarda ini, para peserta akan saling mengenal satu sama lain.

Begitupun terkait program Latsitarda untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunannya, juga terlalu singkat dalam waktu satu bulan.

Namun sebaliknya dengan bijak, Panglima TNI menekankan bahwa dengan Latsitarda ini akan terlihat betapa masyarakat menunggu kehadiran mereka.

“Waktu satu bulan ini diharapkan memberikan gambaran kepada taruna, bahwa masyarakat menanti karya nyata kalian setelah selesai pendidikan nantinya. Untuk itu tunjukkan kualitas pengabdian kalian selama hayat di kandung badan,” jelas Marsekal Hadi.

Drumband gabungan Akademi TNI, Akpol dan IPDN. Foto: beny adrian

“Saya titipkan taruna-taruni, praja, mahasiswa dan peserta Latsitarda Nusantara. Saya berharap bapak dan ibu semuanya bisa menerima peserta sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat sekaligus dapat memberikan bimbingan bagi generasi muda bangsa,” kata Hadi.

Usai dibuka Panglima TNI secara resmi, para Taruna Akademi TNI, Taruna Akpol, Praja IPDN, dan mahasiswa melaksanakan kirab di Kota Serang.

Kirab diawali dengan drumband gabungan Akademi TNI, Akpol, dan IPDN serta Satlat peserta Latsitarda.

 

Teks: beny adrian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s