Penerbangan

Beginilah Wajah Bandara Polonia Hari Ini, Sepi dan Terbengkalai

Menatap nanar dari dalam kabin pesawat Boeing 737-400 A-7306 Skadron udara 17 TNI AU, yang terlihat hanya kehampaan, hening, diam, dan suasana suram. Tidak ada lagi sinar kemegahan di semua sisi bangunan, selain menyisakan kesuraman.

Itulah penampakan Bandara Polonia di Medan, saat pesawat yang ditumpangi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, dan KSAD Jenderal TNI Mulyono mendarat di Polonia.

Keheningan di Bandara Polonia, Medan. Foto: beny adrian/mylesat.com

Tentu Panglima TNI dan rombongan tidak turun di Bandara Polonia, melainkan di seberangnya yaitu Lanud Soewondo. TNI AU mengubah nama Lanud Polonia menjadi Lanud Soewondo pada 25 Juli 2013 seiring pindahnya aktivitas penerbangan sipil ke Bandara Kuala Namu.

Dilihat sekilas dari jauh, bangunan terminal memang masih berdiri utuh. Tidak terlihat ada kerusakan terutama pada bagian atap. Namun memang yang terlihat hanya sepi melompong.

Begitu juga dengan menara pengawas ATC, masih berdiri. Tidak jauh dari tower ATC juga masih terlihat radar SSR (Secondary Surveillance Radar) dalam posisi diam dengan piringan mengarah ke barat.

Rumput liar juga tumbuh sembarangan di depan terminal, di mana dulunya penumpang dan petugas lalu lalang dan pesawat diparkir di depannya. Begitu pula di sepanjang landasan yang memiliki panjang 2.900 x 45 meter, di kedua sisinya rumput tumbuh liar.

Sementara di pinggir ujung landasan dari arah barat, teronggok dua pesawat CN-235 dengan logo Merpati. Kondisinya sudah menghitam karena diterpa hujan dan panas serta mulai dirambati tanaman.

Saat mylesat.com melintas di depan Terminal bersama rombongan Panglima TNI, hanya bangunan kosong yang tersisa dan tentu saja tidak terurus. Ini adalah kali kedua mylesat.com menginjakkan kaki di Lanud Soewondo sejak Bandara Polonia ditutup.

Seperti dikutip Wikipedia, Nama Polonia berasal dari nama negara asal pembangunnya yaitu Polandia. Polonia merupakan sebutan Polandia dalam bahasa Latin.

Sejak Bandara Kuala Namu diresmikan, Polonia pun tinggal kenangan. Foto: beny adrian/mylesat.com

Sebelum menjadi bandara, kawasan ini merupakan lahan perkebunan milik warga Polandia bernama Michalski. Tahun 1872 ia mendapat konsesi dari Pemerintah Belanda untuk membuka perkebunan tembakau di Pesisir Timur Sumatera tepatnya di Medan.

Daerah itu kemudian ia namakan Polonia. Lapangan terbang ini mulai beroperasi tahun 1928 dengan mendaratnya enam pesawat KNILM di landasan darurat.

Bandara Polonia mempunyai luas 144 hektar. Panjang landasan pacu 2.900 meter, tapi yang bisa digunakan hanya 2.625 meter sehingga terdapat displaced threshold sepanjang 275 meter.

Hal ini terjadi karena banyaknya benda yang menghalangi di sekitar landasan pacu.

Polonia memiliki empat taxiway dan apron seluas 81.455 meter. Polonia dirancang untuk dapat memuat maksimum 900.000 penumpang.

Sejak dibukanya Bandara Kuala Namu, bandara ini hanya melayani penerbangan militer di bawah kendali TNI AU. Seperti saat Presiden Joko Widodo ngunduh mantu di Medan, pesawat pendukung seperti C-130 Hercules dan beberapa helikopter TNI AD, parkirnya di Polonia.

Entah bagaimana nasib Polonia kedepannya.

 

Teks: beny adrian

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close