Pagi ini, Sabtu (4/8/2018), obor api abadi Asian Games 2018 yang dibawa dari India dengan pesawat Boeing B737-400 TNI AU, telah tiba di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.
Penyambutan obor api (torch relay) abadi ini berlangsung meriah dan memukau. Dari pagi, warga sudah mulai berdatangan ke stadion kebanggaan kota pempek itu.
Menteri Pertahanan Jenderal (Pur) Ryamizard Ryacudu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyaksikan langsung kedatangan api Asian Games 2018 bersama warga Kota Palembang di Jakabaring.

Anggota Paskhas sebagai pengendali penerjunan di darat. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Tidak biasa, kedatangan api Asian Games 2018 di Jakabaring ini dilakukan secara spesial.
Kemeriahan sudah diawali sekitar pukul 07.30 Wib dengan aerobatik pesawat Pitts yang diterbangkan Marsdya (Pur) Eris Herryanto.
Sekitar 15 menit Eris yang juga Sekjen INASCOG (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee), menghibur warga yang hadir dengan manuver-manuver yang mendebarkan.
Tak lama kemudian melintas pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh, Malang yang membawa 54 peterjun Paskhas.
Penerjunan dilakukan dalam empat run yang dipimpin Letkol Pas Ardian Helmi Nange yang merupakan Komandan Detasemen Matra 2 Paskhas, Malang.
Bersama penerjun inilah api Asian Games 2018 diboyong ke Palembang, yang dibawa sendiri oleh Letkol Nange.

Bendera Merah Putih dibawa penerjun, dengan kawalan dari penerjun lainnya. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Setelah semua penerjun mendarat, Letkol Nange menyerahkan secara resmi api abadi Asian Games 2018 kepada Marsma TNI Eko Dono Indarto selaku ketua rombongan Torch Relay Asian Games 2018 sejak dari India hingga di tanah air.
Selanjutnya api abadi diserahkan kepada Panglima TNI yang berdiri di pinggir lapangan.
Sambil membawa api abadi yang ditempatkan di dalam sebuah wadah itu, Marsekal Hadi membawanya ke ruangan VIP Jakabaring.
Di sini Panglima TNI memberi kesempatan kepada awak media untuk menanyakan perihal perjalanan api Asian Games 2018.
“Maknanya, kemarin kita mengambil api dari India pakai pesawat Boeing 737. Harus diingat bahwa dirgantara adalah pengawal kemerdekaan dan hari ini kita kawal api obor Asian Games,” ucap Panglima TNI.
“Wilayah Indonesia ini wilayah yang luas, kita memaknai bahwa api Asian Games akan mengikat semua wilayah dengan cara mengelilingi seluruh wilayah yang ada di Indonesia. Kita bangga,” jelas Hadi lagi.
Setelah itu Panglima TNI membawa api Asian Games 2018 ke pintu masuk stadion.
Dipegang oleh Panglima TNI, Gubernur Palembang Alex Nurdin kemudian menyalakan api Asian Games 2018 di Stadion Jakabaring dari sumber api abadi ini.

Panglima TNI menjawab pertanyaan media sambil memegang api abadi. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Setelah itu Menhan Ryamizard didampingi mantan atlet nasional Ivana Lie dan Ketua INASCOG Erick Tohir, menyulut obor Asian Games 2018.
Gubernur Palembang mendapat kesempatan pertama membawa lari obor Asian Games. Hari ini obor Asian Games 2018 melaksanakan kirab kota di Palembang.
Perjalanan api abadi Asian Games 2018 dimulai dari India. Sumber api kirab obor diambil dari api abadi Asian Games yang tersimpan di Stadion Nasional Dhyan Chand, New Delhi, India, yang menjadi arena pelaksanaan perdana Asian Games tahun 1951.
TNI AU memberikan dukungan penuh perjalanan api abadi ini (torch relay) ini menggunakan pesawat B737.
Sebelum tiba di Palembang, api abadi singgah di Bukittinggi, Sumater Barat.
Tidak hanya pesawat, api abadi Asian Games 2018 ini juga mendapat kawalan khusus dari satu regu Satuan Bravo 90 Paskhas dibawah pimpinan Kapten Pas Kevin.
“Main body dari Bravo, tapi juga ada dari Taifib, Kostrad, Sat-81, dan Gegana,†ujar salah seorang perwira Paskhas yang ditemui di Jakabaring.
Setelah obor dibawa lari oleh Gubernur Palembang, Panglima TNI segera meninggalkan Stadion Jakabaring.

Panglima TNI dan Gubernur Palembang usai menyalakan api Asian Games di Jakabaring. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Marsekal Hadi harus bergegas meninggalkan Jakabaring karena harus melanjutkan penerbangan ke Banda Aceh.
Di Banda Aceh, Panglima TNI menerima gelar kehormatan tertinggi adat Aceh di komplek Wali Nangroe Aceh Darusalam, di Lamblang Manyang, Darul Imarah, Aceh Besar.
Marsekal Hadi menerima gelar kehormatan adat Aceh Sri Lilawangsa dari Lembaga Wali Nangroe Aceh.
Proses pemberian gelar kehormatan tertinggi ini ditandai penyematan pin, selempang, dan pemberian sebilah rencong oleh Wali Nangroe Tengku Malik Mahmud Alhaythar kepada Panglima TNI.
Teks: beny adrian