Sidang Pantukhir (Penentuan Akhir) Terpusat Taruna/Taruni Akademi TNI 2018 yang berlangsung di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, sudah lama berlalu. Sidang dilaksanakan pada 2 Agustus 2018.
Namun ternyata, ada kisah yang berlanjut dari sidang yang dipimpin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto itu.
Sebagai pemimpin sidang, Panglima TNIÂ menghampiri salah seorang calon taruna Akmil yang menurutnya kurus dan kecil. “Seperti saya dulu, kurus,” ujar Hadi.
Baca:Â Detail Sekali, Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Terpusat Taruna/Taruni 2018
Kepada calon taruna ini, Hadi menanyakan asal usul dan pekerjaan orang tuanya.
“Saya tanya pekerjaan orang tuanya. Dia bilang tukang bubur, tukang bubur yang jualan pakai sepeda dan dia ingin menjadi anggota TNI sesuai cita-citanya sejak kecil. Saya tersentuh saat itu dan tahu ini anak yang ingin berprestasi dan anak yang mempunyai cita-cita tinggi, dia bekerja keras membantu orang tuanya,” tutur Hadi.
Calon taruna yang bernama Imron Ichwani ini diketahui berasal dari SMAN 1 Purwokerto.
Melihat sosok calon taruna ini, Hadi mengaku tersentuh karena seperti melihat masa lalunya. Juga berasal dari keluarga sederhana, Hadi pun menjalani masa kecil hingga remajanya dengan membantu kedua orang tuanya.
Tak heran dalam setiap sepak terjangnya, Hadi selalu berpihak kepada rakyat kecil yang dalam hal ini prajurit atau calon prajurit yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Panglima TNI mengaku tersentuh saat mengetahui profil calon taruna ini. Foto: beny adrian/ mylesat.com
Remaja bertubuh sedang ini menyatakan keinginannya untuk menjadi infanteri dan ditempatkan di Kostrad. Ia mengaku sudah ingin menjadi tentara sejak di bangku sekolah dasar.
Baca: Setelah Seleksi Ketat, Panglima TNI Putuskan 521 Calon Taruna Diterima di Akademi TNI
Tidak puas sampai di situ. Diam-diam Panglima TNI memerintahkan jajarannya untuk mencari tahu kebenaran pengakuan calon taruna tersebut. Apa betul orang tuanya bekerja sebagai penjual bubur ayam sepeda di Purwokerto.
“Saya perintah intel untuk menelusuri keluarganya di Purwokerto.”
Ternyata betul. Keluarganya ditemukan yang tinggal di sebuah rumah sederhana dan kecil. Saat ini bapaknya berjualan sendiri, karena sang anak sudah menapak masa depannya dengan menjadi taruna Akademi Militer di Magelang.
“Saya yakin anak itu akan menjadi perwira yang baik dan berprestasi,” ucap Marsekal Hadi menutup ceritanya.
Teks: beny adrian