Brigjen Fulad, Penasehat Militer RI yang Ikut Bahas Masalah Sahara Barat di Markas PBB

Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Brigjen TNI Fulad, mengikuti pertemuan United Nations Mission For The Referendum in Western Sahara (MINURSO) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (9/10/2018).

Pertemuan Misi United Nations MINURSO dipimpin Presiden dari Dewan Keamanan PBB. Pertemuan diikuti negara-negara yang berkontribusi sebagai peacekeepers pada misi perdamaian PBB, baik dari kalangan sipil maupun militer.

Pada pertemuan dibahas antara lain peran pasukan perdamaian di Sahara Barat, kebutuhan helikopter sebagai sarana angkut udara, kebutuhan kesehatan bagi rakyat dan peran society untuk membangun perdamaian.

MINURSO merupakan misi pasukan perdamaian PBB yang dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB 690 tahun 1991.

Pembentukan misi di Sahara Barat sejalan dengan kesepakatan antara Pemerintah Maroko dan kelompok Frente Popular para la Liberacien de Saguia el-Hamra y de Rio de Oro (Frente POLISARIO), yang dicapai pada 30 Agustus 1988.

MINURSO dimandatkan untuk menjalankan sejumlah tugas, di antaranya mengawasi gencatan senjata, memeriksa penurunan jumlah pasukan Maroko di wilayah Sahara Barat serta melakukan dan memastikan terselenggaranya referendum yang bebas dan adil dalam penentuan nasib rakyat di wilayah itu.

 

Teks: beny adrian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: