Dampingi Menko PMK di Lombok, Marsekal Hadi Tegaskan TNI Akan Kawal Tahap Rekonstruksi

Menjelang tiga bulan pasca gempa melanda Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya, tahap rekonstruksi semakin bergulir di wilayah Lombok dan Sumbawa. Pemerintah terus mencurahkan perhatian, segala daya dan upaya untuk sesegera mungkin memulihkan kondisi di Lombok dan sekitarnya.

Perhatian itu terus diberikan Pemerintah meski disaat hampir bersamaan juga terjadi gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi di Palu yang menelan korban hingga 2.000 jiwa.

Guna mempercepat dan menjaga terlaksananya dengan baik tahap rekonstruksi ini, TNI pun telah membentuk Komando Satuan Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) yang dipimpin Mayjen TNI Madsuni.

Guna mengecek kemajuan tahap rekonstruksi dan penyaluran bantuan ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun siang ini (17/10/2018) bertolak ke Lombok.

Panglima TNI dan Menko Puan Maharani berdialog dengan Ketua Pokmas Lalu Mandraguna (pakai topi, kedua dari kiri). Foto: beny adrian/ mylesat.com

Ikut bersama Panglima TNI Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Tak lama setelah mendarat di Bandara Internasional Lombok, Panglima TNI segera mengunjungi wilayah Pengapel Indah di Lombok Barat. Di tempat ini, Hadi bersama Menko PMK dan Kapolri berdialog langsung dengan warga.

Setelah masa tanggap bencana selesai, Pemerintah memang menyiapkan tahap rekonstruksi untuk membangun kembali NTB. Untuk itu Pemerintah akan menyalurkan bantuan senilai Rp 50 juta untuk rumah rusak berat, dan rusak sedang diberi bantuan Rp 25 juta.

Pemerintah menyalurkan bantuan ini melalui Bank BRI kepada warga yang sudah terverifikasi dan disahkan oleh melalui SK walikota atau bupati.

Karena total dana yang disalurkan mencapai ratusan miliar rupiah dan agar tepat sasaran, Pemerintah pun menawarkan paket rumah tahan gempa kepada warga.

Yaitu Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan Rumah Instan Kayu (Rika). Risha diaplikasikan pemerintah untuk merevitalisasi rumah rusak berat akibat gempa dan Rika sebagai pilihan alternatif.

Baik Risha maupun Rika merupakan teknologi perumahan yang dikembangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yang diklaim mampu menahan hantaman gempa bermagnitudo tinggi.

Agar pembangunan rumah ini berjalan lancar, Pemerintah Daerah membentuk kelompok-kelompok di setiap wilayah yang terdampak gempa. Namanya Pokmas (Kelompok Masyarakat), bertanggung jawab memfasilitasi warga yang ada di wilayahnya.

Setidaknya hingga saat ini sudah terbentuk lebih 400 Pokmas di seluruh wilayah NTB yang terdampak gempa.

Dalam kunjungannya, Menko PMK melihat langsung perkembangan pembanguan Risha dan Rika. Puan juga bertemu langsung dengan warga di Pengapel Indah untuk mendengarkan secara langsung keluhan warga terkait program rekonstruksi ini.

Dalam dialog dengan warga dan Pokmas, umumnya warga mengharapkan bisa sesegera mungkin membangun rumah yang dijanjikan pemerintah. Warga juga mengeluhkan keterbatasan material membangun rumah serta kekurangan panel untuk membangun rumah Risha.

Puan menegaskan bahwa tidak benar Pemerintah terkesan meninggalkan Lombok seiring kejadian bencana di Palu yang baru saja terjadi.

“Buktinya Presiden Jokowi besok akan kembali mendatangi Lombok dan meninjau ke Sumbawa Barat,” ujar Puan.

Menko PMK menjelaskan bahwa sebagian dari dana bantuan yang disalurkan Pemerintah itu sudah tersedia di bank. “Namun memang belum bisa dicairkan karena ada persyaratan yang harus disepakati, karena itulah dibentuk Pokmas di setiap wilayah,” jelas Puan lagi.

Puan juga menjelaskan bahwa bantuan ini tidak akan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada warga. Namun disalurkan melalui Ketua Pokmas masing-masing, sesuai kebutuhan warga di kelompoknya.

Puan mengharapkan Ketua Pokmas betul-betul memahami tugasnya sehingga bisa membantu warganya. Seperti Lalu Mandraguna, Ketua Pokmas di Pengapel Indah yang dinilainya sangat menguasai tugasnya.

“Dia selalu bisa menjawab dengan detail setiap saya tanya,” ungkap Puan.

“Kalau setiap orang mencairkan katakan Rp 25 juta, lalu ada 10 orang yang juga mencairkan, nanti tugas TNI dan Polri bukannya membantu rekonstruksi tapi malah mengawal ibu dan bapak yang bawa uang,” tutur Puan soal bantuan untuk setiap warga yang rumahnya rusak.

Puan juga menangkap aspirasi untuk tenaga tukang yang membantu pembangunan Risha dan Rika. “Tukang dibayar tunai karena kerjaannya harian. Tukang jangan khawatir tidak dibayar, uang tukang sudah ada di dalam bantuan itu,” beber Puan.

Untuk pembangunan Risha dan Rika, Pemerintah telah menunjuk applicator terpercaya yang membantu warga membangun.

Panglima TNI menyalami kru Caracal usai meninjau Sumbawa Barat. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Sementara Ketua BNPB Willem Rampangilei menambahkan, hingga saat ini tercatat rumah rusak berat terverifikasi mencapai lebih 72.000. Sementara rusak sedang lebih 29.000, dan rusak ringan lebih 97.000. Adapun buku tabungan yang siap dibagikan mencapai 5.250 buku tabungan.

Dalam rapat koordinasi di kantor gubernur usai peninjauan di Pengapel Indah, Panglima TNI menegaskan bahwa sudah menjadi komitmen TNI untuk membantu percepatan proses rekonstruksi di Lombok.

“Yaitu segera merealisasikan keinginan masyarakat untuk memiliki rumah Risha,” jelas Hadi. Ditegaskan Hadi, TNI siap menjadi fasilitator antara warga dan Pokmas atau applicator.

Marsekal Hadi juga menjelaskan bahwa pihaknya akan mengasistensi proses verifikasi rumah warga yang rusak hingga keluarnya SK walikota dan sampai ke tangan Pokmas. “TNI akan membantu mengawal,” jelas Hadi.

Usai rapat di kantor gubernur, Panglima TNI dan Kapolri melakukan peninjauan ke wilayah Sumbawa Barat yang besok akan dikunjungi Presiden Joko Widodo. Panglima TNI berangkat menggunakan helikopter EC725 Caracal milik TNI AU.

 

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: