Prihatin Sekali, Koleksi Senjata Sisa Perang di Gua Nenek di Biak Kembali Dicuri Orang

Minggu sore ini (7/4/2019), mylesat.com mendapat kabar tak enak dari pengelola objek wisata Abyab Binsari alias Gua Nenek yang sangat terkenal di Kabupaten Biak Numfor, Biak, Papua.

Menurut Mando Rumaropen yang merupakan pemandu wisata di Gua Nenek, tadi malam telah terjadi pencurian oleh orang yang tidak bertanggung jawab terhadap koleksi senapan mesin di objek wisata ini.

“Kejadian tadi malam om,” tulis Mando melalui pesan singkat WA.

Kalau melihat dari foto yang dikirim ke redaksi, senjata yang dicuri adalah senapan mesin ringan Type 96 milik tentara Jepang. Pada masa Perang Kemerdekaan, senapan mesin ini banyak digunakan laskar pejuang menghadapi Belanda.

Mando yang dikenal sebagai anggota Paskhas TNI AU dengan pangkat prajurit kepala (Praka) ini mengaku, kejadian seperti ini sudah sering terjadi di Gua Nenek.

Baca: Wisata Sejarah Gua Nenek di Biak, Pemandu Wisatanya Ternyata Anggota Paskhas

“Kemarin sore ada pengunjung yang sempat mencurigakan dan malm nya langsung hilang om,” tulisnya lagi.

Ketika mylesat.com meminta rincian kejadiannya, Mando menuliskan bahwa pencurian terjadi pada hari Sabtu, 6 April 2019 pada pukul 03.00 menjelang subuh. Lokasi kejadian di halaman objek wisata Gua Jepang.

“Sebelum nya ada rudal yang besar om tahun 2016 hilang juga,” tulisnya lagi.

Masih di tahun 2016, menurutnya juga pernah terjadi pencurian terhadap sejumlah koleksi di halaman objek wisata ini.

“Sebaiknya lapor polisi sehingga ada berita acaranya. Tdk salah jg jika lapor Danlanud krn beliau peduli sejarah. Semoga ada perhatian,” balas mylesat.com kepada Mando.

“Hilang di halaman semua nya om tahun 2016”. Begitu tulis Mando saat mengirim foto ini. Foto: Mando Rumaropen

Sebelumnya pada 13-14 Desember 2018, Gua Nenek menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi puluhan wartawan Jakarta dalam kegiatan Press Tour Media Dirgantara 2018 yang digelar Dinas Penerangan TNI AU di Lanud Manuhua, Biak.

Aksi pencurian ini tentu saja sangat disayangkan, mengingat Gua Nenek sudah menjadi objek wisata sejarah yang sangat dikenal di dalam dan di luar negeri.

Di dalamnya tersimpan begitu banyak peninggalan untuk mengingatkan umat manusia agar tidak terjebak ke dalam perang.

Gua Nenek secara rutin juga dikunjungi turis-turis dari Jepang untuk melakukan ziarah sekaligus sembahyang.

Teks: beny adrian

Tags

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: