Pendatang Baru Menang Kontrak Kembangkan Pesawat Air Force One Hipersonik

0

MYLESAT.COM – Terobosan luar biasa dan spektakuler tengah dilakukan Amerika Serikat untuk membuat pesawat kepresidenan (Air Force One) dengan kecepatan Mach 5. Wow banget, kan?

Perusahaan pendatang baru ini memenangkan kontrak pengembangan pesawat Air Force One berkecepatan Mach 5 yang akan menjadi tunggangan presiden AS.

Kamis (6/8), US Air Force and the Presidential and Executive Airlift Directorate meneken kontrak bermitra dengan Hermeus Corporation, sebuah perusahaan baru yang mencoba mengembangkan pesawat komersial hipersonik, untuk perusahaan itu membangun prototipe Air Force One hipersonik.

Pengembangan ini mengikuti suksesnya tes Hermeus pada Februari untuk prototipe mesin Mach 5, yang dibangun perusahaan hanya dalam sembilan bulan.

Sebuah pesawat dengan kecepatan seperti itu dapat melakukan perjalanan dari New York ke London hanya dalam 90 menit, bukan tujuh hingga delapan jam dengan pesawat subsonik yang ada selama ini.

Di AS sendiri, mengembangkan rudal jelajah hipersonik atau badan luncur hipersonik cukup sulit untuk dilakukan. Bahkan upaya AS telah tertinggal di belakang China dan Rusia selama bertahun-tahun.

Untuk mengembangkan pesawat yang mampu dengan kecepatan seperti itu, terutama yang akan mengangkut penumpang, adalah tantangan yang sama sekali berbeda.

Rob Weiss, mantan direktur biro desain canggih Lockheed Martin Skunk Works yang sekarang duduk di dewan penasihat Hermeus, mengatakan pada Mei 2019 bahwa perusahaannya berencana meluncurkan jet hipersonik komersial delapan hingga 10 tahun ke depan.

Pejabat perusahaan lainnya mengatakan bahwa mereka berencana memiliki pesawat uji terbang dalam lima tahun.

Ditambah, Angkatan Udara bahkan tidak akan menerima pesanan terakhirnya untuk Air Force One baru, yang merupakan Boeing 747-8 yang dimodifikasi hingga tahun depan.

“Material dan sistem propulsi sangat dipahami. Tantangannya adalah mengintegrasikan teknologi tersebut,” kata Weiss tentang teknologi hipersonik, seperti dilaporkan Aerospace America.

Menurut rilis Hermeus, mesin hipersoniknya adalah mesin siklus gabungan yang canggih. Perangkat semacam itu menggabungkan mesin turbojet tradisional dengan ramjet, yang mengandalkan kecepatan tinggi wahana untuk memampatkan udara yang masuk ke saluran masuknya alih-alih kipas akselerasi, memberikan tenaga dan efisiensi yang luar biasa.

Memiliki kedua jenis mesin dalam satu peralatan memastikan pesawat dapat terbang dengan aman pada kecepatan rendah dan tinggi.

Konkritnya, pesawat ini akan lebih cepat daripada pesawat mata-mata SR-71 Blackbird yang terkenal.

Business Insider mencatat bahwa pendiri Hermeus berasal dari perusahaan kedirgantaraan lain yang mengembangkan teknologi serupa, seperti SpaceX, Blue Origin, dan Generation Orbit.

Tidak ada batasan waktu untuk pengiriman pesawat hipersonik yang diusulkan dalam rilis.

Awal pekan ini, Virgin Galactic milik Spaceship Company meluncurkan rencana untuk pesawat berkemampuan Mach 3.

Share.

About Author

Leave A Reply