Tragis, Jenderal Rusia Tewas Akibat Ledakan Bom Rakitan di Pinggiran Jalan Suriah

0

MYLESAT.COM – Konflik yang terjadi di Suriah memakan korban jenderal Rusia.

Seperti diberitakan sputniknews.com (18/8), seorang perwira tinggi Rusia berpangkat mayor jenderal, dilaporkan tewas di Suriah pada Selasa setelah kendaraan yang mereka tumpangi dihantam bom rakitan (IED, improvised explosive devices).

Juga dua tentara terluka dalam insiden tersebut, dikutip Kementerian Pertahanan Rusia.

Insiden dikatakan terjadi di Provinsi Deir ez-Zor, timur laut Suriah.

Ledakan dikatakan terjadi di dekat ladang minyak At-Taim, sekitar 15 km di luar kota Deir ez-Zor. Dalam kejadian itu, konvoi Rusia diserang saat kembali dari aksi kemanusiaan.

“Akibat ledakan itu, tiga prajurit Rusia terluka. Selama evakuasi dan saat menerima medis, seorang penasihat militer senior Rusia dengan pangkat mayor jenderal meninggal karena luka serius yang dideritanya,” kata Kementerian Pertahanan.

Militer mengatakan IED yang meledak ditempatkan di sisi jalan yang dilalui konvoi Rusia.

Keluarga perwira senior akan menerima semua bantuan dan dukungan yang memungkinkan, menurut Kementerian Pertahanan, dengan mayor jenderal akan diberikan secara anumerta atas jasanya.

Kontingen darat Rusia di Suriah terdiri dari pasukan Polisi Militer, yang misinya termasuk memisahkan pasukan Turki dan Suriah di utara negara itu, membantu pengiriman bantuan kemanusiaan, dan terkadang membantu pasukan Suriah menghancurkan sisa-sisa teroris.

Pada Senin, pasukan Suriah dan AS terlibat pertempuran kecil di provinsi tetangga Hasakah. Insiden itu menewaskan satu tentara Suriah dan dua lainnya terluka.

Hasakah dan Deir ez-Zor mengandung sebagian besar sumber daya energi Suriah, yang dianggap penting oleh pemerintah Suriah untuk upayanya membangun kembali negara itu.

Selain Tentara Suriah dan pasukan Rusia (yang dikerahkan sesuai hukum internasional), pasukan AS dan milisi yang didukung Turki juga beroperasi di daerah tersebut.

Lebih dari 120 prajurit Rusia telah tewas dalam operasi di Suriah sejak Rusia memulai operasi antiteroris di negara itu pada September 2015.

Share.

About Author

Leave A Reply