Bandara Ngloram Segera Diaktifkan, Kemenhub Libatkan Warga dengan Program Padat Karya

0

MYLESAT.COM – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus melakukan program padat karya untuk berperan serta dalam peningkatan perekonomian terutama pada masa pandemi Covid-19.

Program padat karya kali ini dilakukan Kemenhub di Kabupaten Blora Jawa Tengah melalui Bandara Ngloram.

Bandara Ngloram berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Kemenhub sendiri telah rampung melaksanakan uji coba bandara ini pada 11 Januari 2020 dengan melaksanakan pendaratan perdana oleh Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti menggunakan pesawat King Air B200 GT.

Bandara Ngloram memiliki panjang runway 1.200 meter dan rencananya akan diperpanjang menjadi 1.600 meter agar pesawat ATR 72 MTOW bisa mendarat. Hingga tahap akhir bandara akan memiliki panjang landasan 2.600 meter.

Acara program padat karya ini dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dapil Jawa Tengah VI, Sudjadi, Bupati Blora, Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan Pemkab Blora serta jajaran perangkat daerah.

Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam sambutannya dibacakan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, Fadrinsyah Anwar mengatakaan, Kemenhub terus melakukan program Padat Karya untuk meningkatkan Perekenomian Masyarakat.

“Inilah wujud nyata Kemenhub di tengah pandemi Covid-19. Padat karya ini sebanyak 70% wajib memperkerjakan warga Blora. Dengan tujuan untuk membantu perkonomian masyarakat di sekitar Bandar Udara Ngloram dan Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa,” jelasnya.

Program padat karya yang dilaksanakan menyerap 75 tenaga kerja lokal yang terbagi sebanyak 40 orang untuk pekerjaan drainase, 10 orang untuk di runway, 10 orang di apron dan 15 orang di bagian pagar bandara. Sementara di Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa mempekerjakan sebanyak 25 orang.

Selain itu Fadriansyah menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan menargetkan pengoperasian Bandara Ngloram, Cepu, Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah pada akhir tahun 2020.

Kehadiran Bandara Ngloram merupakan bukti keseriusan pemerintah pusat terhadap percepatan dan dukungan terhadap pengembangan daerah setempat guna memperluas konektivitas dari dan ke wilayah Blora.

“Masyarakat Blora patut berbangga, karena bandara yang selama 34 tahun tidak beroperasi, akan segera beroperasi. Pengoperasian ditargetkan pada akhir tahun 2020,” ungkap Fadrinsyah.

Bandara Ngloram masuk dalam Rencana Strategis Ditjen Hubud pada 2020 – 2024 yang sejalan dengan misi visi Presiden RI, Joko Widodo.

“Kehadiran Bandara Ngloram tidak lepas dari antusiasme warga yang tinggi dan dukungan pemerintah daerah, mitra kerja Kemenhub, Komisi V DPR RI. Dukungan menjadikan motivasi dan dorongan bagi kami Ditjen Hubud untuk dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Blora,” tambahnya.

Anggota DPR RI Komisi V, Sudjadi mengungkapkan, sangat mendukung dengan segera beroperasinya Bandara Ngloram, apalagi Bupati Blora telah menghibahkan tanah seluas 3,4 hektare.

“Saya akan terus mendorong Bandara Ngloram beroperasi, prospeknya cukup bagus, sehingga betul-betul sepenuhnya untuk aktif kembali. Karena ini akan menjadi kebanggaan Jawa Tengah,” ungkapnya.

Share.

About Author

Leave A Reply