MYLESAT.COM – Ancaman Chemical, Biological, Radiological, Nuclear and Explosive (CBRNE) dan Siber sangatlah nyata. Untuk itu prajurit TNI dan tentara AS sepakat meningkatkan kerjasama pertahanan melalui pendidikan dan latihan bersama.
Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat menerima kunjungan kehormatan Acting US Secretary of Defense, Christopher C. Miller di Subden Mabes TNI, Jakarta Pusat, Senin (7/12).
Panglima TNI menyampaikan bahwa pelatihan dan kemampuan Pertahanan CBRNE dan Siber adalah bidang yang menjadi perhatian bersama kedua negara demikian pula dengan kebutuhan TNI terkait alutsista mutakhir.
Panglima TNI dan Acting US Secretary of Defense juga membahas stabilitas kawasan Asia Tenggara.
Permasalahan yang ada di wilayah Laut China Selatan harus diselesaikan melalui pendekatan diplomatis dengan mengedepankan norma-norma internasional, prinsip saling menghargai kedaulatan, dan penyelesaian permasalahan dalam kerangka perdamaian.
Turut dibahas kemungkinan keikutsertaan personel TNI dalam latihan bersama antara Marinir AS dan Angkatan Bersenjata Australia di Darwin.
Panglima TNI mengapresiasi kerjasama pertahanan kedua negara yang selama ini telah terjalin.
Eratnya hubungan tersebut terbukti dengan rangkaian kunjungan pejabat Departemen Pertahanan dan Angkatan Bersenjata AS kepada Panglima TNI pada beberapa bulan terakhir.
Pada September, Panglima TNI menerima kunjungan Under Secretary of Defense for Policy, Dr. James Anderson. Kemudian pada November menerima kunjungan KSAD AS Jenderal James C. McConville, beserta Mayjen Jonathan P. Braga, Wakil Panglima USARPAC.
Turut mendampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Arios Tiopan Aritonang, S.I.P. dan Kapuskersin TNI, Laksma TNI R. Teguh Isgunanto.
Sedangkan delegasi AS, hadir Dubes LBBP AS, Sung Yong Kim, Deputi Asisten Menhan AS untuk Wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Reed Blanding Werner, dan Kepala Staf Menhan AS, Kashyap Pramod Patel.
Christopher C. Miller
Sebelum masuk ke dunia politik, Miller bertugas di militer dari 1983 hingga 2014. Dia mengawali karier militernya sebagai mulai sebagai tamtama, sebelum meraih pangkat letnan dua pada 1987.
Sejak itu ia bergabung dengan United States Army Special Forces pada 1993.
Ia menerima gelar Master of Arts dalam studi keamanan nasional dari Naval War College pada 2001. Miller juga lulusan College of Naval Command and Staff and the Army War College.
Sebagai prajurit pasukan khusus, ia berpartisipasi dalam perang di Afghanistan dan Irak.
Di Afghanistan, ia adalah menjadi komandan kompi di 5th Special Forces Group yang memerangi al-Qaeda dan Taliban. Di Irak, ia memimpin unit Special Forces pada 2006 dan 2007. Miller meriah pangkat kolonel pada Desember 2009.
Setelah pensiun dari dinas aktif militer, ia bekerja sebagai kontraktor pertahanan.