Dassault Aviation Terima Pesanan 12 Rafale dari Angkatan Udara Perancis

0

MYLESAT.COM – Dassault Aviation menandatangani kontrak untuk memasok 12 pesawat tempur Rafale ke Angkatan Udara dan Luar Angkasa Perancis (FASF) seperti diumumkan perusahaan (29/1).

Baca juga: 

Ke 12 pesawat baru ini akan menggantikan 12 Rafale bekas pakai Perancis yang dijual ke Yunani selain enam yang lebih baru.

Kontrak ditandatangani Eric Trappier selaku CEO Dassault Aviation, dan Florence Parly selaku Menteri Angkatan Bersenjata Perancis.

Penandatanganan dilakukan saat kunjungan menteri Perancis ke pabrik Argonay di Haute-Savoie yang telah menghasilkan sistem kontrol penerbangan untuk semua pesawat Dassault sejak 1963.

Dassault Aviation mengatakan dalam sebuah pernyataan, perusahaan dan mitra industrinya ingin berterima kasih kepada Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis, badan pengadaan pertahanan Perancis DGA dan Angkatan Bersenjata atas kepercayaan mereka yang diperbarui.

“Kontrak untuk 12 pesawat baru ini akan memungkinkan Angkatan Udara kami untuk melanjutkan pembangunan Rafale sambil menunggu tahap kelima, yang dijadwalkan pengiriman antara 2027 dan 2030. Kontrak ini sangat memuaskan bagi Dassault Aviation, Thales, Safran dan 500 perusahaan Perancis yang terlibat dalam program ini, dalam kondisi sulit yang dihadapi sektor aeronautika kami dalam konteks krisis Covid,” kata Eric Trappier.

Pembuatan 12 pesawat baru ini dalam standar F3R terbaru mewakili satu tahun pengiriman. Pengiriman pesawat pertama dijadwalkan pada 2025.

Rafale mulai beroperasi di Angkatan Laut Perancis pada tahun 2004 dan dengan FASF pada 2006. Pesawat secara bertahap menggantikan tujuh jenis pesawat tempur generasi sebelumnya.

Rafale telah digunakan dalam operasi di Afghanistan, Libya, Mali, Irak, dan Suriah.

Dari 192 pesawat yang dipesan Perancis hingga saat ini, 152 telah dikirim. Sebanyak 114 Rafale telah dipesan Mesir, Qatar, India dan Yunani.

Share.

About Author

Leave A Reply