Demi Kesiapan Jet Tempur Lapis Depan, USAF Buru-Buru Minta 8 F-15EX Terbaru dari 144 Pesanan

0

MYLESAT.COM – Setelah merampungkan uji terbang perdana pesawat tempur F-15EX pada 2 Februari, Boeing kembali membuat kejutan yang dengan cepat akan menyiapkan 462 mesin pesawat yang diminta Angkatan Udara AS (USAF).

Baca Juga: 

Dalam pemberitahuan yang diposting di situs web kontrak utama pemerintah AS, Angkatan Udara AS mengumumkan niatnya untuk memperoleh sistem propulsi lengkap (mesin dan komponen terkait) yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam jet tempur F-15EX terbaru.

Namun untuk mengejar tingkat kesiapan jet tempur, Angkatan Udara AS sepertinya sudah tidak sabar dan meminta Boeing menyiapkan delapan pesawat pertama.

Dalam pemberitahuan Federal Opportunities pada 5 Februari, US Air Force Life Cycle Management Center (AFLCMC) mengumumkan rencana mengakuisisi hingga 461 mesin untuk memenuhi jadwal pengiriman propulsi dan produksi pesawat menggunakan kompetisi penuh dan terbuka.

Periode pengiriman mesin adalah Oktober 2023 hingga Juni 2031.

F-15EX adalah pesawat baru yang merupakan turunan dari Strike Eagle yang sangat terkenal.

Pesawat tempur baru ini akan dilengkapi dengan avionik dan radar yang lebih baik dan mampu membawa lebih dari dua lusin rudal udara ke udara.

Boeing mengatakan F-15EX akan menggantikan F-15C/D yang saat ini masih dioperasikan Angkatan Udara AS.

Pada Juli 2020, Angkatan Udara AS memberi Boeing kontrak untuk membangun delapan jet pertama.

Rencana ke depan USAF akan membutuhkan 144 pesawat. Delapan pesawat F-15EX telah disetujui dalam anggaran tahun fiskal 2020 dan 12 diminta dalam anggaran tahun fiskal 2021.

Dengan selesainya penerbangan pertamanya pada 2 Februari, membuka jalan bagi pengiriman awal dua jet pertama ke Angkatan Udara AS pada kuartal ini.

Jet lepas landas dan mendarat dari Bandara Internasional St. Louis Lambert, menyelesaikan uji terbang selama 90 menit sebelum kembali ke bandara.

Pada 2018, USAF dan Boeing berkolaborasi untuk membahas profil F-15X yang diusulkan. Pesawat ini adalah varian kursi tunggal berdasarkan F-15QA yang dimaksudkan untuk menggantikan F-15C/D USAF.

Terdapat perbaikan pada rak senjata AMBER untuk membawa hingga 22 rudal udara ke udara, infrared search and track, avionik canggih dan peralatan perang elektronik, radar AESA, dan struktur yang direvisi dengan masa pakai 20.000 jam.

Dalam anggaran TA 2020, Departemen Pertahanan Amerika Serikat meminta 1,1 miliar dolar untuk memesan delapan F-15EX dari total rencana pengadaan 144 F-15EX.

USAF memilih F-15EX untuk mempertahankan jumlah pesawat tempur setelah dihadapkan kepada sejumlah kenyataan. Yaitu penghentian produksi F-22, armada F-15C yang menua, dan penundaan F-35.

Meskipun tidak diharapkan dapat bertahan melawan pertahanan udara modern pada 2028, F-15EX dapat diandalkan pertahanan tanah air dan pangkalan udara, penegakan zona larangan terbang terhadap sistem pertahanan udara yang terbatas atau tidak sama sekali, dan menembakkan amunisi canggih.

Pada Juli 2020, Departemen Pertahanan AS memesan delapan jet tempur selama tiga tahun senilai 1,2 miliar dolar.

Pada Agustus 2020, Angkatan Udara AS mengumumkan rencana mengganti F-15C Air National Guard di Florida dan Oregon yang sudah menua dengan F-15EX.

Share.

About Author

Leave A Reply