Dari Prasasti, Sierra’s Wall hingga Foto Bersama, Cara KSAU Apresiasi Inovasi di Satuan Operasional  

0

MYLESAT.COM – Dalam kunjungan kerjanya selama dua hari di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru (11-12/10/2021), KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo tak lupa memperhatikan banyak hal di luar agenda utama Latma Elang Indopura XXI. Khususnya suasana di Skadron Udara 16 dan Mako Wing 6.

Pesawat Boeing B737-500 A-7307 Skadron Udara 17 yang membawa KSAU dan rombongan, mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin pada Senin, 11 Oktober 2021 pukul 16.30 WIB.

Baca Juga: 

Setibanya di VIP Room Pandawa I, KSAU langsung melaksanakan fitting flying gears yang akan digunakan keesokan harinya.

Sesi foto bersama KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo dengan seluruh penerbang Skadron Udara 16. Foto: beny adrian/mylesat.com

Sehari kemudian, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Kepala Angkatan Udara (CAF) Singapura Mayjen Kelvin Khong Boon Leong memperingati hubungan bilateral kedua angkatan udara dengan mengadakan “pertemuan di udara” (meet in the air).

Marsekal TNI Fadjar “Bobcat” Prasetyo terbang menggunakan pesawat F-16D Block 52ID TS-1623 yang diterbangkan Komandan Skadron Udara 16 Letkol Pnb Andry “Harpy”Setyawan. Total empat pesawat dengan dengan callsign “Rydder”, lepas landas dari Lanud Roesmin Nurjadin pada pukul 09.56 WIB.

Di sela-sela persiapannya di Skadron 16, KSAU sempat melihat-lihat sarana dan prasarana yang tersedia di Skadron. Salah satu yang diperhatikan Fadjar adalah Sierra’s Wall.

Sierra merupakan nama panggilan yang diberikan kepada siswa penerbang. Sehingga Sierra’s Wall bisa dimaknasi sebagai papan informasi untuk para penerbang yang telah selesai menjalani tahap konversi dan transisi di Skadron Udara 16.

Papan informasi ini memuat berita teraktual terkait hal tersebut. Kira-kira semacam mading (majalah dinding) di sekolah.

Sekilas, Komandan Skadron 16 Letkol Pnb Andry “Harpy” Setyawan menjelaskan kepada KSAU informasi yang ditampilkan di Sierra’s Wall saat itu. Yaitu hasil terakhir yang diraih perwira yang fotonya dipajang di Sierra’s Wall.

KSAU memperhatikan Sierra’s Wall didampingi Komandan Skadron 16. Foto: beny adrian/mylesat.com

Usai memperhatikan mading ini, KSAU sempat meminta Asisten Operasi Marsda TNI Khairil Lubis untuk lebih meningkatkan kerja sama di antara Skadron 16 dan Skadron udara 12 yang mengoperasikan pesawat BAe Hawk 109/209 di Lanud Roesmin Nurjadin.

Sampai di sini saja, KSAU mengakui bahwa situasi di skadron udara saat ini sudah sangat jauh berbeda dan juga jauh lebih baik dari era yang dialami KSAU di Skadron Udara 11 di Makassar tahun 1990.

“Dulu di kamar di mess cuma ada radio, nggak kepikir punya TV, beli sepeda saja masih nyicil,” ujar KSAU pada suatu ketika.

Di balik tembok Sierra’s Wall, terdapat sebuah ruangan yang tidak terlalu luas, biasa digunakan para penerbang untuk memakai flying gears. Di ruangan yang sama, esok harinya, KSAU mengenakan baju dan perlengkapan terbang sebelum airborne.

Sebelum naik ke lantai dua, KSAU lagi-lagi berhenti dan memperhatikan sebuah monitor yang merupakan layar informasi. Monitor ini merupakan sistem informasi meteorologi penerbangan.

Sesuai namanya meteorologi penerbangan, di layar monitor terlihat tidak hanya pergerakan pesawat namun juga kondisi aktual cuaca yang dipantau satelit.

KSAU memperhatikan papan informasi meteorologi penerbangan di Skadron 16. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Meteorologi penerbangan menguraikan fenomena cuaca dan hubungannya dengan pengoperasian pesawat, termasuk cuaca yang berbahaya bagi operasi penerbangan dan oleh karenanya harus dihindari.

KSAU berharap sistem informasi meteorologi penerbangan ini sudah tersedia di semua skadron udara. “Demi keselamatan penerbangan,” ucap KSAU.

Sehari sebelumnya saat mengikuti briefing penerbangan di ruangan BCDS-A Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin, KSAU juga memperhatikan sejumlah prasasti yang ditanam di tembok ruang tamu Mako Wing 6.

Didampingi Komandan Wing 6 Kolonel Pnb Jajang Setiawan, KSAU memperhatikan beberapa prasati yang memuat lintasan sejarah pengoperasian ACMI (Air Combat Maneuvering Range) dan Wing 6 sendiri.

Sebelum meninggalkan Lanud Roesmin Nurjadin, Marsekal Fadjar bertemu dengan seluruh komandan satuan di lingkungan Lanud. Sebagai pimpinan TNI AU, KSAU memberikan arahan dan mendorong para komandan untuk tidak pernah lelah membina personel di satuannya.

KSAU didampingi Kolonel Pnb Jajang Setyawan melihat sejumlah prasasti di Mako Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Kepada seluruh keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin, KSAU mengucapkan terima kasih dengan suksesnya pelaksanaan Latma Cope West 2021 dengan USPACAF beberapa waktu yang lalu. Latma Cope West dilaksanakan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih tinggi.

Baca Juga: 

Namun dengan pertimbangan demi pembinaan personel di Skadron, KSAU memutuskan untuk tetap melaksanakan latihan bersama ini dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita sudah melaksanakan Cope West beberapa waktu yang lalu dengan baik di tengah Covid-19, serta beberapa event di Jakarta dan tempat lainnya. Ini menunjukkan komitmen adik-adik sekalian, saya juga mendengar tidak ada yang terinfeksi, ini sangat membanggakan,” beber KSAU.

Dengan keberhasilan Latma Cope West, khususnya ketakutan terhadap virus corona, melahirkan apresiasi yang luar biasa dari KSAU Amerika Serikat (USAF) Jenderal Charles Q Brown. Termasuk Panglima USPACAF Jenderal Kenneth S. Wilbach.

Baca Juga:

Marsekal Fadjar menerima ungkapan dua jempol dari kedua jenderal USAF ini saat mengikuti Pacific Air Chief Symposium 2021 di Joint Base Hickam Airforce Base, Pearl Harbour, Hawaii, Amerika Serikat pada 30 Agustus 2021.

KSAU bersama para komandan satuan di lingkungan Lanud Roesmin Nurjadin. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Karena itu dalam arahannya, KSAU meminta kepada seluruh personel Lanud untuk melaksanakan tugas-tugas ke depan dengan lebih baik lagi dan tetap mengutamakan safety.

Marsekal Fadjar berpesan kepada Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro, untuk terus melakukan pembinaan personel baik dalam hal karier maupun keluarga.

“Semua personel Lanud adalah aset TNI AU. Saya akan sedih kalau di antara warga ada yang terkena masalah keluarga, narkoba dan sebagainya. Tolong diawasi berjenjang sampai yang paling bawah,” tekan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply