Dengan 3 Jurus Jitu, Satgas Yonarmed 6 Kostrad Rebut Hati Warga Eks Timtim Hingga Serahkan Ratusan Senjata

0

MYLESAT.COM РMenjelang berakhirnya penugasan Satgas Pengamanan Perbatasan Indonesia dan Timor Leste (Pamtas RI-RDTL) Sektor Barat, Batalyon Armed 6 Kostrad berhasil mendapatkan ratusan senjata dan ribuan amunisi. Prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

Komandan Satgas Letkol Arm Andang Radianto menyerahkan hasil operasi berupa 267 senjata api serta 1.562 amunisi dan bahan peledak.

Semua brang bukti diserahkan kepada Kasilog Korem 161/WS Kolonel Cpl Budi Utomo di Desa Eban, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU, Provinsi NTT (8/11/2021).

Tiga metode ditempuh Satgas yaitu Security Approach, Cultural Approach, dan Prosperity Approach. Dari situ tumbuh simpati warga terhadap Satgas. Foto: Kostrad

Penyerahan dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan verifikasi dalam rangka reorganisasi perubahan gelar pos Pamtas RI-RDTL tahun 2021.

Kasilog Korem 161/WS mengapresiasi atas prestasi yang dicapai oleh Yonarmed 6/3 Kostrad selaku Satuan Penugasan Operasi Pamtas RI-RDTL Sektor Barat TA. 2021.

Kasilog Korem juga berpesan kepada Dansatgas agar menyerahterimakan ide-ide yang dipakai Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad kepada satuan pengganti nantinya, sehingga prestasi dapat diulang oleh satuan penerusnya.

“Penyerahan senjata dari masyarakat eks Timor Timur (Timtim) sangat luar biasa, dalam sejarah penugasan di sini baru kali ini yang terbanyak walaupun senjata bersifat nonstandar atau tidak digunakan lagi oleh Angkatan Darat namun masih bisa dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh orang-orang karena masih berfungsi, suatu prestasi yang sangat luar biasa,” tutur Kolonel Cpl Budi Utomo.

Sementara Dansatgas Letkol Arm Andang Radianto menuturkan bahwa prestasi yang dicapai Satuan Yonarmed 6/3 Kostrad dalam penugasan yang pertama kali ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa.

Ada tiga cara yang selalu Dansatgas ajarkan kepada anggotanya sehingga dapat mengumpulkan 267 pucuk senjata api serta 1562 amunisi dan bahan peledak, termasuk amunisi meriam kaliber 120 mm.

Cara yang ditempuh adalah menggunakan metode Security Approach (Keamanan), Cultural Approach (Budaya), dan Prosperity Approach (Kesejahteraan).

Kasilog Korem 161/WS Kolonel Cpl Budi Utomo menerima penyerahan senjata dari Satgas Yonarmed 6 Kostrad. Foto: Kostrad.

Perpaduan ketiga metode tadi dilebur dalam bentuk kegiatan teritorial serta memberikan apapun yang bisa diberikan kepada masyarakat, sehingga tercipta kepercayaan yang sangat tinggi kepada personel Satgas Yonarmed 6/3 Kostrad.

Terbukti dengan adanya apresiasi dari masyarakat berupa surat dari pemerintah setempat, baik tingkat kelurahan sampai Kabupaten.

Total ada 10 surat apresiasi diterima Satgas Yonarmed 6 Kostrad selama penugasan di perbatasan RI-PNG.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply