Tak Hanya Land Rover Ambulance, Ini Daftar Mobil Spesial yang Direstorasi KSAU dan Kembali Operasional

0

MYLESAT.COM – Siapa tak kenal mobil yang satu ini. Ya, Land Rover tidak hanya sekadar sebuah merk mobil tapi sudah menjadi sebuah gaya hidup. Mobil jip dengan gaya aristokrat Inggris yang kaku ini telah diproduksi setidaknya sejak 1948 dalam berbagai varian.

Bila dilihat dari sistem penggerak yang dipakai, Land Rover dan kendaraan pengeruk lumpur lainnya hingga ranpur lapis baja, bisa digolongkan sebagai kendaraan berpenggerak roda ban (wheeled drive).

Sistem gerak mobil ini tak hanya diaplikasikan pada salah satu as saja (depan atau belakang). Melainkan pada seluruh as roda. Dalam istilah asing disebut all-wheeled drive.

Bicara kendaraan all-wheeled drive, umumnya pabrikan otromotif lebih suka memulainya setelah mengintip kendaraan yang dirilis militer. Ada sejumlah keuntungan bisa diraih pabrikan dengan menyomot jurus ini.

Tampil kinclong usai restorasi, beginilah Defender 300Tdi yang saat ini menjadi kekuatan Lanud Abdulrahman Saleh. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Pabrikan pemenang sayembara program pengadaan all-wheel drive bakal bisa mendaur untung. Masih ditambah peluang promosi gratis manakala kendaraan buatannya dipakai di medan tempur. Cap battle proven pun melekat, yang memberikan nilai tambah berlipat bagi sebuah produk otomotif.

Di antara sekian banyak kendaraan militer yang dikenal luas, adalah Land Rover. Rover Company sudah memproduksi mobilnya sejak 1948.

Land Rover memasuki produksi tahun 1948 dengan apa yang kemudian disebut Series I. Kendaraan yang diluncurkan pada 30 April 1948 di Amsterdam Motor Show ini, dirancang untuk penggunaan pertanian dan industri ringan dengan sasis berpenampang kotak baja dan bodi aluminium.

Land Rover Series I, II, dan III (disebut seri Land Rover untuk membedakannya dari model selanjutnya), adalah kendaraan off-road identik Inggris yang diproduksi Rover Company. Perusahaan kemudian bersalin nama menjadi British Leyland.

Meskipun terinspirasi oleh Jeep era Perang Dunia II, Land Rover mampu membuat pembedaan dengan mobil lainnya.

Sejak pertama diluncurkan, Angkatan Darat Inggris langsung tertarik dengan Land Rover dan membelinya dalam jumlah besar hingga generasi terakhir Defender. Angkatan Darat Inggris menguji Land Rover Series I 80 inci (2,03 m) segera setelah diluncurkan pada 1948.

Marsekal Fadjar juga merestorasi sebuah Unimog. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Land Rover adalah mobil penggerak empat roda sipil pertama yang diproduksi secara massal.

Karena kekurangan baja usai perang dan sebaliknya kelebihan aluminium, Land Rover menerima material ini untuk membuat bodi kendaraan berupa paduan baja dan aluminium yang tidak berkarat. Pemakaian bahan ini membuat umur kendaraan jadi lebih panjang.

Dari sebuah sumber diketahui bahwa Kementerian Pertahanan Inggris mulai menggunakan Land Rover sebagai ambulan militer sejak 1954.

Berawal dari beberapa unit kendaraan yang dipesan Angkatan Udara Inggris (RAF) untuk penggunaan airfield crash rescue. Ambulan pesanan RAF yang diproduksi dari sasis 107 ini dan dinamakan FV18005 berupa truk 1/4 ton. Kendaraan dirancang untuk membawa dua tandu pasien atau hingga delapan korban dalam posisi duduk.

Namun keterangan ini diragukan sejumlah pemerhati. Mereka lebih percaya bahwa awalnya mobil dipesan sebagai crash rescue, sebelum versi konversi ambulan sesungguhnya dipesan belakangan.

Land Rover Ambulance TNI AU 

Apapun itu, Land Rover Ambulance juga sampai ke Indonesia. TNI AU termasuk yang mengoperasikannya sejak tahun 1980-an atau awal 1990-an.

Satu di antaranya telah selesai direstorasi KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, setelah sempat mangkrak. Karena kecintaannya kepada Land Rover family sejak muda, Fadjar mengambilnya dan kemudian memperbaiki hingga layak operasional lagi.

Marsekal Fadjar sempat terpukau melihat Landy Ambulance ini pasca restorasi. Termasuk bagian mesin yang terlihat rapi. Foto: beny adrian/ mylesat.com

Saat melakukan kunjungan kerja di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang pada 24 November 2021, Land Rover Ambulance yang sudah terlihat kinclong ini diperlihatkan kepada KSAU.

“Saya kurang tahu kapan masuk ke TNI AU, tapi setahu saya dulu ada tiga unit, dua unit ada di Jakarta, konon eks PMPP penugasan Bosnia,” ungkap Marsekal Fadjar mengulas riwayat restorasi Defender 300Tdi ini.

Land Rover Defender di Indonesia menggunakan dua mesin legendaris, yaitu 200Tdi dan 300Tdi. Keduanya tergolong mesin konvensional yang bandel dan tidak melibatkan banyak peranti elektronik. Kedua mesin diesel ini memiliki kapasitas 2.500 cc.

“Saya memang suka restorasi kendaraan, semampu saya,” ujar Fadjar.

Dibeberkan Fadjar, Defender 300Tdi ini ia modifikasi agar sesuai dengan kelaziman pengoperasian kendaraan di Indonesia.

“Saya ubah dari stir kiri menjadi kanan, mesin dan transmisi serta kaki-kaki direstorasi total dengan parts asli dan baru, bodi dan interior juga direstorasi, AC juga difungsikan kembali,” jelas pecinta off road ini.

Ditambahkan Fadjar, pekerjaan merestorasi Defender ini memakan waktu selama tujuh bulan. “Teman-teman komunitas jadi heboh setelah mengetahuinya,” celetuk Fadjar tertawa.

Ternyata tidak hanya Defender 300Tdi yang dirombak habis Fadjar. Dari penuturannya terungkap bahwa sudah beberapa mobil lawas direstorasi dan kembali operasional di lingkungan TNI AU.

Penampakan Toyota Bundera bekas PMPP sebelum dan setelah restorasi. Foto: Dok. Marsekal Fadjar Prasetyo

Seperti Mercedes Benz Unimog yang saat peninjauan di Malang, juga disandingkan dengan Defender Ambulance.

Jika melihat tongkrongannya, kendaraan ini adalah Seri 424 Unimog yang diproduksi sejak 1976. Versi ini berbagi kabin dengan Seri 425 dan diberi nama U 1000, U 1300/L, U 1500, dan U 1700/L.

“Unimog ini direstorasi di Bandung,” ucap KSAU.

Selain itu, dibeberkan juga pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung yaitu restorasi Land Rover Series lll di Lanud Adi Sumarmo, Solo. Nantinya Landy ini akan digunakan untuk keperluan SAR.

Tidak spesialis Land Rover, Fadjar sejatinya juga menyukai restorasi kendaraan 4×4 lainnya yang ditemukannya teronggok. Sebutlah Toyota Bundera Ambulance yang saat ini sudah digunakan Batalyon Kesehatan Detasemen Markas Mabesau.

Bundera adalah nama yang disematkan kepada Toyota Land Cruiser seri 70 Short Wheelbase.

Masih Bundera, sebuah kendaraan yang pernah digunakan dalam misi PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian), juga sudah direstorasi. “Kalau proyek ini baru selesai,” jelasnya.

Namun dari semua proyek restorasi yang diinisiasi Marsekal Fadjar Prasetyo, pekerjaan pada satu kendaraan ini dinilainya paling fenomenal.

Kendaraan dimaksud adalah M151 MUTT (Military Utility Tactical Truck). Mobil ¼ ton buatan Ford Motor Company ini di Indonesia mendapat julukan Jeep Utility atau Jip Vietnam.

Sejak lama M151 dioperasikan oleh Koopsau I sebagai Utility Comob (Command Mobile).

Di tahun 1990-an dan awal 2000, mobil ini masih terlihat digelar setiap kali upacara HUT TNI atau TNI AU di taxiway echo Lanud Halim Perdanakusuma. Sosoknya terhitung mungil jika disandingkan dengan Jeep Willys, Setiap digelar, beberapa antena menjulang di bagian buritan mobil.

M151 MUTT pernah menjadi andalan Koospau I sebagai mobil komando (Comob). Foto: Dok. Marsekal Fadjar Prasetyo

Nearly perfect condition as it was new,” ucap Fadjar senang.

Ditambahkannya, satu unit Utility diserahkan sebagai koleksi Muspusdirla (Museum Pusat Dirgantara Mandala) Yogyakarta. “Satunya lagi saya kurang tahu, ada di mana,” jelasnya.

Pekerjaan restorasi lazim dilakukan oleh komunitas penggemar mobil tua. Restorasi mobil seolah menjadi salah satu tren penghobi dan penggemar otomotif. Ada atmosfer kembali ke masa lalu disaat melihat sebuah mobil.

Restorasi mobil adalah pekerjaan untuk membuat mobil-mobil legendaris menjadi kembali mulus dan memiliki performa yang bagus.

“Sebenarnya ada beberapa mobil lagi, tapi sudah dipegang kolektor dan malah diubah bodinya,” ujar Marsekal Fadjar Prasetyo menutup ceritanya.

Share.

About Author

Being a journalist since 1996 specifically in the field of aviation and military

Leave A Reply